Suporter, Pemain, Pelatih Demo

Rabu, 12 Agustus 2015 - 08:17 WIB
Suporter, Pemain, Pelatih...
Suporter, Pemain, Pelatih Demo
A A A
JAKARTA - Suporter, pemain, dan pelatih akhirnya bersatu turun ke jalan. Mereka mendesak agar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) segera mencabut Surat Keputusan pembekuan PSSI. Suara itu dilakukan lewat aksi demo di depan Gedung Kemepora, kemarin.

Dari barisan suporter, ada ribuan The Jakmania yang ikut melakukan aksi. Sementara pemain yang turut hadir di antaranya bek Macan Kemayoran , julukan Persija, Gunawan Dwi Cahyo, pemain belakang Barito Putera Leonard Tumpamahu, dan pemain belakang Persita Tangerang Kerry Yudiono.

Sementara untuk pelatih hadir Arsitek Persija Rahmad Darmawan, Asisten Pelatih Persija Francis Wewengkang, dan dua penjaga gawang nasional seperti Benny van Breukelen dan Hermansyah. Satu nama lagi yang juga turut hadir adalah mantan pemain Persija dan tim nasional Indonesia Sudirman.

Aksi demo dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, setelah ribuan The Jakmania terlebih dahulu berkumpul di area Hall Basket, Senayan, Jakarta. Berjalan kaki bersama perwakilan pemain dan pelatih, The Jakmania langsung menutup jalan di depan Kantor Kemenpora yang berjarak tidak jauh dari mereka berkumpul. Aksi diawali dengan berbagai orasi.

Orasi pertama dilakukan perwakilan The Jakmania dan secara bergantian turut dilakukan oleh para pemain dan pelatih. Seperti Leonard, Gunawan, dilanjutkan Sudirman, dan ditutup RD, sapaan akrab Rahmad, yang juga mantan pelatih timnas U-23 Indonesia di SEA Games 2011 dan 2013. “Keinginan kami cuma ingin Menpora segera mencabut SK pembekuan. Kami ingin sepak bola berjalan normal kembali,” ungkap Ketua I The Jakmania Duto Pamungkas.

Setelah berorasi, The Jakmania berharap ada perwakilan Kemenpora yang menemui mereka. Setelah ada komunikasi dengan pihak kepolisian, perwakilan The Jakmania , pelatih, dan pemain akhirnya dipersilakan masuk ke Kantor Kemenpora melakukan komunikasi dari maksud aksi yang dilakukan. Demonstran kemudian ditemui salah satu anggota Tim Transisi Zuhairi Misrawi dan Sekretaris Menteri (Sesmen) Menpora Alfitra Salam.

Di awal pertemuan, keduanya menuturkan mewakili Menpora Imam Nahrawi yang kebetulan sedang berada di luar daerah. Proses tanya jawab berlangsung. Perwakilan Menpora mempersilakan The Jakmania , pemain, dan pelatih mengutarakan apa yang ingin disampaikan pada aksi demo kali ini.

Yang menarik dari proses tanya jawab, yaitu adanya tiga pertanyaan yang diajukan RD. Duduk di barisan depan, mantan pelatih Persipura Jayapura, Sriwijaya FC (SFC), Arema Cronus, dan Persebaya Surabaya tersebut mempertanyakan keputusan yang diambil Menpora. Keputusan Menpora membekukan PSSI, menurut RD, adalah keputusan yang tidak seharusnya dilakukan.

“Katanya PSSI tidak transparan, di mana letak transparannya jika pengurus saja belum bekerja? Apakah masalah di pengurus lama harus dilimpahkan kepada pengurus baru? Soal PSSI yang dibekukan, saya kembalikan saat Kemenpora tersandung masalah kasus korupsi Hambalang, apakah Kemenpora dibekukan?” kata RD.

“Saya rasa Kantor Kemenpora tidak sampai dibekukan, tapi yang diproses adalah orang-orang yang bermasalah di dalamnya. Seharusnya aktivitasnya terus saja berjalan. Namun, yang dibenahi adalah sistem yang ada di dalamnya. Saya pikir hal itu yang seharusnya dilakukan Menpora dengan PSSI,” lanjut pelatih kelahiran Metro, Lampung, tersebut.

Melihat gelombang pertanyaan yang disampaikan masing-masing perwakilan dalam pertemuan itu, Alfitra mengaku akan menyampaikan semua masukan itu kepada Menpora. Namun, apakah pencabutan SK pembekuan PSSI akan segera dicabut, dia belum bisa menjawab hal tersebut.

Komentar berbeda disampaikan Zuhairi. Dia menyatakan pembekuan PSSI kemungkinan baru bisa dicabut setelah Tim Transisi menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) seusai bertemu FIFA. Menurut Zuhairi, KLB baru akan diputar pada Desember atau Januari mendatang.

“Target Tim Transisi menggelar KLB secepatnya pada Desember atau Januari tahun depan. Kami akan sampaikan dulu blue print yang kami buat kepada FIFA. Kami yakin setelah itu sanksi FIFA juga akan dicabut,” papar Zuhairi.

Decky irawan jasri
(ftr)
Berita Terkait
Sebanyak 12 Klub Liga...
Sebanyak 12 Klub Liga 1 Ramaikan Persaingan di Nusapay Indonesian Football e-League
INAF Gelar Audiensi...
INAF Gelar Audiensi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga
Indonesia Juara Piala...
Indonesia Juara Piala Dunia Football Manager 2024 usai Bekuk Jerman di Final
Mini Football Bangkit:...
Mini Football Bangkit: Indonesia Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Presiden Jokowi Luncurkan...
Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy
Messi Tops The World’s...
Messi Tops The World’s Richest Football Player List
Berita Terkini
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
3 jam yang lalu
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
3 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Putri Kusuma Wardani Takluk dari Chen Yu Fei
4 jam yang lalu
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
4 jam yang lalu
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
4 jam yang lalu
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Staf...
Daftar Lengkap Staf Pelatih Timnas Indonesia Era John Herdman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved