Mourinho-Wenger Kembali Perang Komentar
Jum'at, 25 September 2015 - 18:26 WIB
Mourinho-Wenger Kembali Perang Komentar
A
A
A
LONDON - Perang komentar kembali terjadi antara Arsene Wenger dan Jose Mourinho, setelah sebelumnya rivalitas keduanya agak mereda saat pelatih hebat di Liga Inggris itu saling berjabat tangan pada pekan keenam Liga Inggris musim 2015-2016. Adalah sanksi Diego Costa setelah melakukan provokasi yang kembali memanaskan persaingan antara Wenger dan Mou.
Hubungan Mourinho dan The Profesor -julukan Wenger- memang tidak bisa dibilang biasa saja, apalagi mesra. Selama sepuluh tahun, keduanya terlibat dalam perang mulut dan saling benci. Mou tak pernah kehabisan kata-kata untuk meledek rivalnya tersebut. Sementara Wenger kerap memberikan kritik tajam kepada pelatih berjuluk The Special One itu.
(Baca Juga: Mou Inisiatif Jabat Tangan Wenger, Ini Video Lengkapnya)
Seiring kemenangan Arsenal dan Chelsea di ajang Capital One Cup, keduanya kembali perang komentar terkait hukuman yang diterima Costa. Costa dinyatakan besalah atas tindakan provokasinya yang menyebabkan pemain bertahan Arsenal, Gabriel Paulista mendapatkan kartu merah. FA selaku otoritas sepak bola tertinggi Inggris menjatuhkan sanksi kepada Costa untuk tidak bermain di tiga laga yang dilakoni ke depan sedangkan kartu merah yang diterima Paulista dibatalkan.
"Situasi ini hanya memperlihatkan bahwa mereka mengambil keputusan setelah pertandingan yang seharusnya terjadi saat laga berlangsung. Mereka (FA) hanya memperbaiki lima persen dari kerugian yang telah kami alami. Ada beberapa hal yang mengejutkan dalam pertandingan ini," jelas Wenger.
"Beberapa insiden ditanggapi dengan santai dan tidak sungguh-sungguh, tapi lebih baik saya tidak terlalu banyak berbicara terkait masalah karena saya masih terlalu marah," sambungnya.
Sementara itu Mourinho menilai apa yang dilakukan anak asuhnya adalah hal biasa yang dilakukan antar pemain. "Saya bisa saja membahas masalah ini secara rinci, tapi saya tidak menginginkan hal tersebut. Tim tidak membutuhkan, karena kami sudah kehilangan pemain penting dalam tiga laga," ucap Mou.
"Saya tidak berpikir bahwa mereka perlu kehilangan pelatih mereka juga. Tapi sekarang saya merasa pembalasan diperbolehkan. Tidak masalah, Anda bisa melakukannya," tutup juru taktik asal Portugal itu.
Hubungan Mourinho dan The Profesor -julukan Wenger- memang tidak bisa dibilang biasa saja, apalagi mesra. Selama sepuluh tahun, keduanya terlibat dalam perang mulut dan saling benci. Mou tak pernah kehabisan kata-kata untuk meledek rivalnya tersebut. Sementara Wenger kerap memberikan kritik tajam kepada pelatih berjuluk The Special One itu.
(Baca Juga: Mou Inisiatif Jabat Tangan Wenger, Ini Video Lengkapnya)
Seiring kemenangan Arsenal dan Chelsea di ajang Capital One Cup, keduanya kembali perang komentar terkait hukuman yang diterima Costa. Costa dinyatakan besalah atas tindakan provokasinya yang menyebabkan pemain bertahan Arsenal, Gabriel Paulista mendapatkan kartu merah. FA selaku otoritas sepak bola tertinggi Inggris menjatuhkan sanksi kepada Costa untuk tidak bermain di tiga laga yang dilakoni ke depan sedangkan kartu merah yang diterima Paulista dibatalkan.
"Situasi ini hanya memperlihatkan bahwa mereka mengambil keputusan setelah pertandingan yang seharusnya terjadi saat laga berlangsung. Mereka (FA) hanya memperbaiki lima persen dari kerugian yang telah kami alami. Ada beberapa hal yang mengejutkan dalam pertandingan ini," jelas Wenger.
"Beberapa insiden ditanggapi dengan santai dan tidak sungguh-sungguh, tapi lebih baik saya tidak terlalu banyak berbicara terkait masalah karena saya masih terlalu marah," sambungnya.
Sementara itu Mourinho menilai apa yang dilakukan anak asuhnya adalah hal biasa yang dilakukan antar pemain. "Saya bisa saja membahas masalah ini secara rinci, tapi saya tidak menginginkan hal tersebut. Tim tidak membutuhkan, karena kami sudah kehilangan pemain penting dalam tiga laga," ucap Mou.
"Saya tidak berpikir bahwa mereka perlu kehilangan pelatih mereka juga. Tapi sekarang saya merasa pembalasan diperbolehkan. Tidak masalah, Anda bisa melakukannya," tutup juru taktik asal Portugal itu.
(akr)