Spaso Tegaskan Takkan Khianati Persib Bandung
Kamis, 22 Oktober 2015 - 15:29 WIB
Spaso Tegaskan Takkan Khianati Persib Bandung
A
A
A
BANDUNG - Seusai menjalani turnamen Piala Presiden 2015, striker Persib Bandung, Ilija Spasojevic mendapatkan tawaran dari salah satu tim yang berlaga di Malaysia Super League (MSL). Namun lagi-lagi, striker berkebangsaan Montenegro ini akan tetap memprioritaskan dan tak akan mengkhianati Maung Bandung.
Terlanjur betah dan kecintaannya terhadap Persib Bandung menjadi salah satu alasannya. Sehingga tidak ada alasan bagi Spaso untuk berpindah ke klub lain apalagi harus berpindah ke negara seberang.
"Ya, ada agen yang menawarkan saya main di Malaysia. Tapi saya tahan dulu. Dia (agen) juga beberapa kali lihat saya waktu di babak penyisihan lawan Balikpapan (Persiba) saat saya bisa cetak dua gol. Dia juga lihat saya lawan Mitra Kukar. Tapi saya lebih prioritaskan Persib," tegas Spaso, Kamis (22/10/2015).
Pemilik nomor punggung 87 ini cukup yakin kondisi persepakbolaan Indonesia akan kembali seperti semula. Hal itu terlihat dari beberapa turnamen yang selama ini digulirkan. "Sayang juga kalau saya tinggalkan Indonesia. Saya harus lihat bagaimana progres sepakbola Indonesia kedepannya," katanya.
Dengan demikian, Spaso berharap masih bisa dipertahankan untuk membela Maung Bandung. Apalagi tepat pertengahan November mendatang tim Persib Bandung akan dihadapkan dengan turnamen.
"Kalau masih dibutuhkan oleh manajemen dan pelatih saya selalu siap bermain untuk Persib, prioritas saya tetap di Bandung," tegasnya.
Lebih lanjut, Spaso mengaku terkejut dengan animo bobotoh seusai tim yang dibelanya menuntaskan Piala Presiden dengan maksimal. Termasuk saat melihat loyalitas bobotoh kala menyambangi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (18/10/2015) lalu.
"Saya berterimakasih kepada mereka bobotoh yang telah mendukung kita di stadion atau nobar dimanapun, saya kaget di GBK seperti kandang sendiri karena biru, itu faktor pembeda karena kita banyak dukungan. Saya senang bisa bangga bersama Persib tahun pertama," ungkapnya.
Selain itu, loyalitas bobotoh kepada tim Persib Bandung terlihat setelah tim kebanggaannya meraih kampiun di Ibu kota. Persib sukses mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di partai puncak.
Bahkan saat tiba di Kota Bandung, rombongan bobotoh mengarak skuad Persib mulai dari pintu Tol Pasteur hingga Stadion Sidolig Jalan Ahmad Yani, Senin (19/10) malam. "Walaupun di Eropa 8 tahun di sini (Indonesia) hanya 5 tahun, tapi di sini (Bandung) sangat amazing. ini pertama kali saya lihat euforia, kita lihat jam 11 (malam) masih banyak sekali bobotoh," katanya
"Sepanjang perjalanan saya tidur, begitu bangun banyak orang di jalan kaget seperti mimpi. Memang Persib tanpa bobotoh itu bukan Persib," pungkasnya.
Terlanjur betah dan kecintaannya terhadap Persib Bandung menjadi salah satu alasannya. Sehingga tidak ada alasan bagi Spaso untuk berpindah ke klub lain apalagi harus berpindah ke negara seberang.
"Ya, ada agen yang menawarkan saya main di Malaysia. Tapi saya tahan dulu. Dia (agen) juga beberapa kali lihat saya waktu di babak penyisihan lawan Balikpapan (Persiba) saat saya bisa cetak dua gol. Dia juga lihat saya lawan Mitra Kukar. Tapi saya lebih prioritaskan Persib," tegas Spaso, Kamis (22/10/2015).
Pemilik nomor punggung 87 ini cukup yakin kondisi persepakbolaan Indonesia akan kembali seperti semula. Hal itu terlihat dari beberapa turnamen yang selama ini digulirkan. "Sayang juga kalau saya tinggalkan Indonesia. Saya harus lihat bagaimana progres sepakbola Indonesia kedepannya," katanya.
Dengan demikian, Spaso berharap masih bisa dipertahankan untuk membela Maung Bandung. Apalagi tepat pertengahan November mendatang tim Persib Bandung akan dihadapkan dengan turnamen.
"Kalau masih dibutuhkan oleh manajemen dan pelatih saya selalu siap bermain untuk Persib, prioritas saya tetap di Bandung," tegasnya.
Lebih lanjut, Spaso mengaku terkejut dengan animo bobotoh seusai tim yang dibelanya menuntaskan Piala Presiden dengan maksimal. Termasuk saat melihat loyalitas bobotoh kala menyambangi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (18/10/2015) lalu.
"Saya berterimakasih kepada mereka bobotoh yang telah mendukung kita di stadion atau nobar dimanapun, saya kaget di GBK seperti kandang sendiri karena biru, itu faktor pembeda karena kita banyak dukungan. Saya senang bisa bangga bersama Persib tahun pertama," ungkapnya.
Selain itu, loyalitas bobotoh kepada tim Persib Bandung terlihat setelah tim kebanggaannya meraih kampiun di Ibu kota. Persib sukses mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di partai puncak.
Bahkan saat tiba di Kota Bandung, rombongan bobotoh mengarak skuad Persib mulai dari pintu Tol Pasteur hingga Stadion Sidolig Jalan Ahmad Yani, Senin (19/10) malam. "Walaupun di Eropa 8 tahun di sini (Indonesia) hanya 5 tahun, tapi di sini (Bandung) sangat amazing. ini pertama kali saya lihat euforia, kita lihat jam 11 (malam) masih banyak sekali bobotoh," katanya
"Sepanjang perjalanan saya tidur, begitu bangun banyak orang di jalan kaget seperti mimpi. Memang Persib tanpa bobotoh itu bukan Persib," pungkasnya.
(bbk)