Madrid Geram Dituduh Minta Order Menang di El Clasico
Kamis, 22 Oktober 2015 - 16:51 WIB
Madrid Geram Dituduh Minta Order Menang di El Clasico
A
A
A
MADRID - Real Madrid murka atas dugaan kecurangan jelang laga El Clasico. Skuat besutan Rafael Benitez itu menduga ada konspirasi yang menyudutkan nama mereka. Faktanya, sejauh ini Los Blancos hanya diberikan satu hadiah penalti pada musim ini.
Dugaan akan adanya skenario untuk menjadikan Madrid menjuarai La Liga Spanyol musim ini menyeruak pada awal musim. Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone menduga Madrid sudah "disiapkan" untuk menjadi juara lantaran dalam tujuh musim baru memenangi satu gelar La Liga, yakni saat Pelatih Jose Mourinho mengangkat trofi pada musim 2011/2012.
Menurut Simeone, Madrid favorit juara La Liga musim 2015/2016. Dia mengisyaratkan bahwa kekuatan eksternal akan memastikan Madrid tidak akan mengakhiri musim ini tanpa mengangkat trofi La Liga.
"La Liga akan semakin rumit untuk setiap tim selain Real Madrid. Sebab, tidak boleh terjadi bahwa Real Madrid hanya menang Liga sekali setelah tujuh tahun," katanya dilansir Goal, pada 10 Juni silam. "Jadi, saya melihat (perburuan gelar Liga) disiapkan untuk Real Madrid. Menyedihkan."
Jelang El Clasico yang mempertemukan Madrid versus Barcelona pada jornada 12 di Santiago Bernabeu, 21 November 2015, dugaan adanya skenario memenangkan Madrid kembali muncul. Kali ini laporan hakim garis kepada Kepolisian Spanyol terkait tekanan yang diterimanya dari petinggi perwasitan di Asosiasi Sepak Bola Spanyol agar memberi kemenangan kepada Madrid.
Pelapor mengatakan menerima telepon dari koleganya yang biasa memimpin laga bersamanya. Dalam percakapan itu, dia diinstruksikan oleh "orang dalam" agar tidak mengambil tanggung jawab atas keputusan penting di lapangan, karena wasti akan disorot media lantaran laga besar.
Setelah mendapat telepon itu, sang hakim garis kembali mendapat 'tekanan' dari anggota Komite Teknik Wasit, Jose Angel Jimenez Munoz de Morales. Munoz de Morales menyatakan hakim garis wajib mengikuti instruksi, jika ingin kariernya aman. Kasus ini kini dalam penanganan Garda Sipil Spanyol dan Kejaksaan Anti-rasuah. (Baca juga: Hakim Garis Ngadu Dapat Perintah Supaya Barca Kalah)
Namun, pihak Madrid geram dengan adanya konspirasi yang menydudutkan nama mereka. Daily Mail melaporkan, sejauh ini Los Blancos hanya diberikan satu hadiah penalti pada musim ini, sementara Barcelona telah diberikan tujuh hadiah penalti. Itu sebagai bukti bahwa tidak ada pilih kasih.
Dugaan akan adanya skenario untuk menjadikan Madrid menjuarai La Liga Spanyol musim ini menyeruak pada awal musim. Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone menduga Madrid sudah "disiapkan" untuk menjadi juara lantaran dalam tujuh musim baru memenangi satu gelar La Liga, yakni saat Pelatih Jose Mourinho mengangkat trofi pada musim 2011/2012.
Menurut Simeone, Madrid favorit juara La Liga musim 2015/2016. Dia mengisyaratkan bahwa kekuatan eksternal akan memastikan Madrid tidak akan mengakhiri musim ini tanpa mengangkat trofi La Liga.
"La Liga akan semakin rumit untuk setiap tim selain Real Madrid. Sebab, tidak boleh terjadi bahwa Real Madrid hanya menang Liga sekali setelah tujuh tahun," katanya dilansir Goal, pada 10 Juni silam. "Jadi, saya melihat (perburuan gelar Liga) disiapkan untuk Real Madrid. Menyedihkan."
Jelang El Clasico yang mempertemukan Madrid versus Barcelona pada jornada 12 di Santiago Bernabeu, 21 November 2015, dugaan adanya skenario memenangkan Madrid kembali muncul. Kali ini laporan hakim garis kepada Kepolisian Spanyol terkait tekanan yang diterimanya dari petinggi perwasitan di Asosiasi Sepak Bola Spanyol agar memberi kemenangan kepada Madrid.
Pelapor mengatakan menerima telepon dari koleganya yang biasa memimpin laga bersamanya. Dalam percakapan itu, dia diinstruksikan oleh "orang dalam" agar tidak mengambil tanggung jawab atas keputusan penting di lapangan, karena wasti akan disorot media lantaran laga besar.
Setelah mendapat telepon itu, sang hakim garis kembali mendapat 'tekanan' dari anggota Komite Teknik Wasit, Jose Angel Jimenez Munoz de Morales. Munoz de Morales menyatakan hakim garis wajib mengikuti instruksi, jika ingin kariernya aman. Kasus ini kini dalam penanganan Garda Sipil Spanyol dan Kejaksaan Anti-rasuah. (Baca juga: Hakim Garis Ngadu Dapat Perintah Supaya Barca Kalah)
Namun, pihak Madrid geram dengan adanya konspirasi yang menydudutkan nama mereka. Daily Mail melaporkan, sejauh ini Los Blancos hanya diberikan satu hadiah penalti pada musim ini, sementara Barcelona telah diberikan tujuh hadiah penalti. Itu sebagai bukti bahwa tidak ada pilih kasih.
(sha)