Skuat Terbaik Diparkir, Sriwijaya FC Cuma Menang Tipis
Kamis, 19 November 2015 - 18:17 WIB
Skuat Terbaik Diparkir, Sriwijaya FC Cuma Menang Tipis
A
A
A
MALANG - Sriwijaya FC hanya menang tipis 1-0 atas Persegres Gresik United di laga perdana Grup A Piala Jenderal Sudirman, Kamis (19/11). Satu-satunya gol Laskar Wong Kito dilesakkan Titus Bonai di babak pertama.
Jadwal padat menjadi alasan Laskar Wong Kito tidak menurunkan skuat terbaiknya melawan Persegres. Sriwijaya FC terpaksa menyimpan sebagian pemain utamanya karena disiapkan untuk menghadapi laga krusial melawan tim kuat Arema Cronus, akhir pekan ini.
Tiga pilar terbaik seperti Ferdinand Sinaga, Asri Akbar dan Saiful Indra Cahya diparkir agar tenaganya fresh saat meladeni Arema. Lalu dua legiun asing anyar, Raffaele Simone Quentieri hanya bermain di babak pertama. Sedangkan Osas Saha tidak bisa bermain full digantikan Rizki Dwi Ramadan di menit ke-80.
Asisten Pelatih SFC Hendri Susilo membenarkan, hal itu merupakan solusi terbaik jajaran pelatih untuk mengarungi padatnya laga yang harus dijalankan. "Memang kita banyak simpan pemain inti agar bisa di optimalkan di pertandingan berikutnya. Pola rotasi menjadi jalan terbaik yang harus tim lakukan,"ujar Hendri.
Dilanjutkannya, duet dua striker andal, Osas Saha dan Ferdinand Sinaga, terpaksa ditunda dimainkan bersama. Pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) 2014 itu, terpaksa disimpan dan hanya diberikan kesempatan tampil di menit akhir hanya untuk melakukan pemanasan.
Jadwal padat menjadi alasan Laskar Wong Kito tidak menurunkan skuat terbaiknya melawan Persegres. Sriwijaya FC terpaksa menyimpan sebagian pemain utamanya karena disiapkan untuk menghadapi laga krusial melawan tim kuat Arema Cronus, akhir pekan ini.
Tiga pilar terbaik seperti Ferdinand Sinaga, Asri Akbar dan Saiful Indra Cahya diparkir agar tenaganya fresh saat meladeni Arema. Lalu dua legiun asing anyar, Raffaele Simone Quentieri hanya bermain di babak pertama. Sedangkan Osas Saha tidak bisa bermain full digantikan Rizki Dwi Ramadan di menit ke-80.
Asisten Pelatih SFC Hendri Susilo membenarkan, hal itu merupakan solusi terbaik jajaran pelatih untuk mengarungi padatnya laga yang harus dijalankan. "Memang kita banyak simpan pemain inti agar bisa di optimalkan di pertandingan berikutnya. Pola rotasi menjadi jalan terbaik yang harus tim lakukan,"ujar Hendri.
Dilanjutkannya, duet dua striker andal, Osas Saha dan Ferdinand Sinaga, terpaksa ditunda dimainkan bersama. Pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) 2014 itu, terpaksa disimpan dan hanya diberikan kesempatan tampil di menit akhir hanya untuk melakukan pemanasan.
(aww)