Keamanan Duel Tyson-Klitschko Meningkat ke Level Ekstrim
Rabu, 25 November 2015 - 14:17 WIB
Keamanan Duel Tyson-Klitschko Meningkat ke Level Ekstrim
A
A
A
DUSSELDORF - Aksi teror kelompok bersenjata yang terjadi di Eropa mempengaruhi persiapan duel tinju kelas berat antara Tyson Fury dan Wladimir Klitschko. Kepolisian Jerman meningkatkan status kemanan kota Dusseldorf ke level ekstrim.
"Keamanan di Dusseldorf jelang duel tinju ditingkatkan ke level ekstrim menyusul serangan di Paris dan ancaman bom jelang pertandingan sepak bola Jerman vs Belanda," demikian laporan BBC, Rabu (25/11/2015).
Sehari sebelum duel perebutan sabuk juara dunia kelas berat, Kota Dusseldrof rencananya ditutup untuk umum guna menghindari resiko serangan teroris. Artinya, fans kedua petinju yang datang dari Ukraina dan Inggris baru bisa memasuki kota pada hari pertarungan.
Pertarungan tersebut akan berlangsung di Epirit Arena, Dusseldorf, Jerman, pada Sabtu (28/11/2015) waktu setempat atau Minggu (29/11) waktu Indonesia. Pada pertarungan itu Tyson bermaksud mencuri sabuk juara WBA, WBO, IBF dan IBO.
Tyson sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak terpengaruh dengan krisi keamanan yang melanda Eropa. Petinju asal Kota Manchester itu bertekad menggantikan Klitschko sebagai juara dunia baru.
"Ini tidak menggangu saya. Jika saya harus pergi untuk memenangkan gelar, maka saya akan pergi walaupun sendirian. Saya akan menghadapi Klitschko seorang diri," kata petinju 27 tahun kepada Daily Mail. (Baca juga : Tyson Fury Sebut Usia Akan Mengalahkan Klitschko)
"Keamanan di Dusseldorf jelang duel tinju ditingkatkan ke level ekstrim menyusul serangan di Paris dan ancaman bom jelang pertandingan sepak bola Jerman vs Belanda," demikian laporan BBC, Rabu (25/11/2015).
Sehari sebelum duel perebutan sabuk juara dunia kelas berat, Kota Dusseldrof rencananya ditutup untuk umum guna menghindari resiko serangan teroris. Artinya, fans kedua petinju yang datang dari Ukraina dan Inggris baru bisa memasuki kota pada hari pertarungan.
Pertarungan tersebut akan berlangsung di Epirit Arena, Dusseldorf, Jerman, pada Sabtu (28/11/2015) waktu setempat atau Minggu (29/11) waktu Indonesia. Pada pertarungan itu Tyson bermaksud mencuri sabuk juara WBA, WBO, IBF dan IBO.
Tyson sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak terpengaruh dengan krisi keamanan yang melanda Eropa. Petinju asal Kota Manchester itu bertekad menggantikan Klitschko sebagai juara dunia baru.
"Ini tidak menggangu saya. Jika saya harus pergi untuk memenangkan gelar, maka saya akan pergi walaupun sendirian. Saya akan menghadapi Klitschko seorang diri," kata petinju 27 tahun kepada Daily Mail. (Baca juga : Tyson Fury Sebut Usia Akan Mengalahkan Klitschko)
(bbk)