Tim Disudutkan, Ini Sikap Manajer Sriwijaya FC
Jum'at, 27 November 2015 - 14:53 WIB
Tim Disudutkan, Ini Sikap Manajer Sriwijaya FC
A
A
A
MALANG - Manajer Sriwijaya FC (SFC) Nasrun Umar geram atas berita yang dinilai menyudutkan namanya dan tim pasca ditekuk Persija Jakarta 0-1, Rabu (25/11) lalu. Nasrun gerah dengan munculnya pemberitaan terjadi perusakan fasilitas kamar ganti di Stadion Kanjuruhan.
Nasrun Umar juga diberitakan menantang pemain Macan Kemayoran untuk berkelahi. Padahal, kondisi sebenarnya tidak seperti itu. Hal yang lebih menyakitkan, pihak Mahaka mengeluarkan pernyataan untuk menonaktifkan Manajer SFC dan Ferdinand Sinaga pada pertandingan berikutnya.
Menurut Nasrun, dengan munculnya semua informasi dan pemberitaan yang menyudutkan kubu Sriwijaya FC tersebut, justru dirinya balik mempertanyakan kebenarannya. Apalagi dari semua bentuk informasi itu, tidak ada pihak yang langsung mengkonfirmasikan tentang kebenaran tersebut kepada dirinya.
"Kapan saya melakukan perusakan (fasilitas kamar ganti). Saya justru mengingatkan Ferdinand yang menendang kotak sampah. Begitu juga di lapangan, saya yang justru menarik Ferdinand saat melakukan protes ke wasit," ujarnya.
Nasrun mengungkapkan, kalaupun dirinya akan dinonaktifkan pada pertandingan berikutnya, dia akan mematuhi kalau semua sudah ada suratnya. "Saya ini taat aturan. Tapi kalau ada yang menyebut nama saya yang melakukan kesalahan, ya buktikan apa salah saya. kalau mau menonaktifkan ya silakan, tapi mana suratnya. Saya juga bisa tuntut kalau ada pihak yang coba mencemarkan nama baik saya,"ungkapnya.
Pria yang juga menjabat Kepala Dishubkominfo Sumsel ini menuturkan, sebenarnya banyak kejanggalan yang diterima SFC pada turnamen Jenderal Sudirman Cup ini. Mulai dari padatnya jadwal yang diterima SFC, berbeda dari jadwal Arema Cronus dan Persija Jakarta. Kemudian kepemimpinan wasit Iwan. Sukoco.
"Dengan jadwal seperti itu, kapan pemain kami bisa recovery. Belum lagi kami banyak dirugikan wasit. Lihat saja, kok bisa sama wasit yang memimpin Persija versus PBR dan Persija versus Sriwijaya FC, semuanya dipimpin Iwan Sukoco,"tegasnya.
Nasrun Umar juga diberitakan menantang pemain Macan Kemayoran untuk berkelahi. Padahal, kondisi sebenarnya tidak seperti itu. Hal yang lebih menyakitkan, pihak Mahaka mengeluarkan pernyataan untuk menonaktifkan Manajer SFC dan Ferdinand Sinaga pada pertandingan berikutnya.
Menurut Nasrun, dengan munculnya semua informasi dan pemberitaan yang menyudutkan kubu Sriwijaya FC tersebut, justru dirinya balik mempertanyakan kebenarannya. Apalagi dari semua bentuk informasi itu, tidak ada pihak yang langsung mengkonfirmasikan tentang kebenaran tersebut kepada dirinya.
"Kapan saya melakukan perusakan (fasilitas kamar ganti). Saya justru mengingatkan Ferdinand yang menendang kotak sampah. Begitu juga di lapangan, saya yang justru menarik Ferdinand saat melakukan protes ke wasit," ujarnya.
Nasrun mengungkapkan, kalaupun dirinya akan dinonaktifkan pada pertandingan berikutnya, dia akan mematuhi kalau semua sudah ada suratnya. "Saya ini taat aturan. Tapi kalau ada yang menyebut nama saya yang melakukan kesalahan, ya buktikan apa salah saya. kalau mau menonaktifkan ya silakan, tapi mana suratnya. Saya juga bisa tuntut kalau ada pihak yang coba mencemarkan nama baik saya,"ungkapnya.
Pria yang juga menjabat Kepala Dishubkominfo Sumsel ini menuturkan, sebenarnya banyak kejanggalan yang diterima SFC pada turnamen Jenderal Sudirman Cup ini. Mulai dari padatnya jadwal yang diterima SFC, berbeda dari jadwal Arema Cronus dan Persija Jakarta. Kemudian kepemimpinan wasit Iwan. Sukoco.
"Dengan jadwal seperti itu, kapan pemain kami bisa recovery. Belum lagi kami banyak dirugikan wasit. Lihat saja, kok bisa sama wasit yang memimpin Persija versus PBR dan Persija versus Sriwijaya FC, semuanya dipimpin Iwan Sukoco,"tegasnya.
(aww)