Proyeksi Persib 2016; Tak Ada Lagi Rekor Terburuk!
Kamis, 24 Desember 2015 - 18:20 WIB
Proyeksi Persib 2016; Tak Ada Lagi Rekor Terburuk!
A
A
A
JAKARTA - Persib Bandung menatap tahun 2016 dengan optimisme tinggi. Maung Bandung bertekat tak akan mengulang sejarah buruk di Piala Jenderal Sudirman 2015. Bangkit dan belajar dari kekalahan menjadi target Pelatih Djadjang Nurdjaman di tahun 2016.
Djadjang berharap tahun depan yang sudah dalam hitungan hari, prestasi Maung Bandung harus jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Selain itu, Atep dkk dilarang puas diri atas apa yang mereka raih di tahun 2015, yakni juara Indonesia Super League (ISL) 2014/2015 dan Piala Presiden 2015.
"Kami tidak boleh puas diri atas apa yang sudah diraih 2015. Pada tahun 2016 Persib harus bangkit, karena kami gagal total pada satu turnamen terakhir (Piala Jenderal Sudirman)," kata Djadjang dilansir laman resmi klub (persib.co.id).
Di Piala Jenderal Sudirman Persib mencatat sejarah terburuk klub. Ajang itu menjadi titik balik negatif prestasi Persib setelah sukses mengangkat trofi ISL 2014/2015 dan Piala Presiden 2015. Sejumlah catatan buruk ditorehkan skuat Djadjang Nurdjaman. "Tiga kekalahan beruntun di fase grup Piala Jenderal Sudirman dan lima kebobolan tanpa mencetak gol balasan menjadi grafik terburuk Persib era kepelatihan Djadjang Nurdjaman," demikian laman resmi Persib menulis. (Baca juga: Catat Sejarah Terburuk, Ini Evaluasi Persib di Piala Jenderal Sudirman).
Djadjang juga berharap situasi sepak bola nasional kembali kondusif pada 2016. Perseteruan PSSI dan Kemenpora pun dapat selesai sehingga sanksi FIFA untuk Indonesia dapat segera dicabut. Selain itu, PSSI kembali menggelar kompetisi reguler.
Kompetisi reguler menjadi perhatian besar Persib, karena kompetisi merupakan jantung dari pembinaan. Jika kompetisi padam, maka talenta-talenta muda akan sulit muncul. Padahal Persib berharap akan ada talenta muda yang lahir dari kawah candradimuka Persib Bandung. (Baca juga: Legenda Apresiasi Positif Regenerasi Persib Bandung).
"Mudah-mudahan kompetisi kembali berjalan dan bisa lebih baik lagi. Sebab, saya ingin ada talenta muda dari Bandung atau Jawa Barat yang bergabung dengan Persib tahun depan," ungkap Djadjang.
Djadjang berharap tahun depan yang sudah dalam hitungan hari, prestasi Maung Bandung harus jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Selain itu, Atep dkk dilarang puas diri atas apa yang mereka raih di tahun 2015, yakni juara Indonesia Super League (ISL) 2014/2015 dan Piala Presiden 2015.
"Kami tidak boleh puas diri atas apa yang sudah diraih 2015. Pada tahun 2016 Persib harus bangkit, karena kami gagal total pada satu turnamen terakhir (Piala Jenderal Sudirman)," kata Djadjang dilansir laman resmi klub (persib.co.id).
Di Piala Jenderal Sudirman Persib mencatat sejarah terburuk klub. Ajang itu menjadi titik balik negatif prestasi Persib setelah sukses mengangkat trofi ISL 2014/2015 dan Piala Presiden 2015. Sejumlah catatan buruk ditorehkan skuat Djadjang Nurdjaman. "Tiga kekalahan beruntun di fase grup Piala Jenderal Sudirman dan lima kebobolan tanpa mencetak gol balasan menjadi grafik terburuk Persib era kepelatihan Djadjang Nurdjaman," demikian laman resmi Persib menulis. (Baca juga: Catat Sejarah Terburuk, Ini Evaluasi Persib di Piala Jenderal Sudirman).
Djadjang juga berharap situasi sepak bola nasional kembali kondusif pada 2016. Perseteruan PSSI dan Kemenpora pun dapat selesai sehingga sanksi FIFA untuk Indonesia dapat segera dicabut. Selain itu, PSSI kembali menggelar kompetisi reguler.
Kompetisi reguler menjadi perhatian besar Persib, karena kompetisi merupakan jantung dari pembinaan. Jika kompetisi padam, maka talenta-talenta muda akan sulit muncul. Padahal Persib berharap akan ada talenta muda yang lahir dari kawah candradimuka Persib Bandung. (Baca juga: Legenda Apresiasi Positif Regenerasi Persib Bandung).
"Mudah-mudahan kompetisi kembali berjalan dan bisa lebih baik lagi. Sebab, saya ingin ada talenta muda dari Bandung atau Jawa Barat yang bergabung dengan Persib tahun depan," ungkap Djadjang.
(sha)