Nasib Mantan Atlet Nasional, Dulu Dipuja Kini Merana

Jum'at, 08 Januari 2016 - 12:45 WIB
Nasib Mantan Atlet Nasional, Dulu Dipuja Kini Merana
Nasib Mantan Atlet Nasional, Dulu Dipuja Kini Merana
A A A
MANTAN ATLET,ATLET PENSIUN - SEJATINYA olah ragawan tak ada bedanya dengan seorang pahlawan. Dengan kegigihan dan semangatnya ia bisa membawa nama bangsa serta negara ke pentas dunia. Tapi nyatanya, kini mereka merana setelah dulu dipuja. Itulah nasib mantan atlet nasional setelah tak lagi berlaga dan berikut hasil penelurusan Koran SINDO:

Amin Ikhsan (Senam)
Mantan pesenam nasional Amin Ikhsan, 42, harus hidup memprihatinkan setelah rumahnya di kawasan Kiaracondong, Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung digusur oleh Pemkot Bandung pada Agustus 2015. Untuk hidup, mantan pesenam yang pernah berada di urutan ke-7 kejuaran Dunia tahun 2003 di Tokyo, Jepang ini harus menjual barang-barang rongsokan dari sisa bangunan yang telah dirobohkan.

Anang Ma'ruf (Sepak Bola)

Karena alasan ekonomi, mantan bek kanan Persebaya dan Timnas Indonesia di dekade 1990-an, Anang Ma'ruf menjadi pengendara ojek online. Saat bergabung dengan timnas, Anang Maruf tercatat pernah mempersembahkan medali perak di ASEAN Games 1997 dan medali perunggu pada ASEAN Games 1999.

Marina Segedi (Pencak Silat)
Mantan atlet pencak silat Marina Segedi mempersembahkan medali emas saat SEA Games di Filipina, 1981. Selepas pensiun menjadi atlet Marina harus berjuang keras membanting tulang dengan berprofesi menjadi sopir taksi. Akhirnya ia menerima penghargaan dari pemerintah tahun 2013.

Suharto (Balap Sepeda)
Suharto adalah atlet balap sepeda nasional asal Surabaya yang kini justru berprofesi sebagai tukang becak. Ia pernah merebut medali emas pada SEA Games 1979 di Malaysia untuk nomor “Team Time Trial” jarak 100 kilometer, bersama tiga rekannya. Suharto juga sempat mewakili Indonesia di ajang Tour d'Thailand pada 1977 silam.

Hasan Lobubun (Tinju)
Hasan Lobubun adalah mantan petinju juara nasional kelas Bantam Junior di tahun 1987. Kini ia harus menjalani hidup yang sangat tragis, mencari rezeki dengan mengais-ngais di tempat sampah dan tumpukan barang-barang bekas di Jakarta.

Lenni Haeni (Dayung)
Lenni bekerja sebagai buruh cuci dan serabutan usai pensiun. Sebagai atlet Lenni dulu pernah menyabet 20 medali untuk Indonesia. Di antaranya di SEA Games Jakarta 1997, ia menyabet 3 medali emas dan 1 medali perak. Sejak menjadi atlet, pendidikan Leni terbengkalai, meski dulunya sempat dijanjikan kehidupannya dijamin oleh KONI. Setelah lama hidupnya mengalami kesulitan, Lenni pernah menerima penghargaan dari pemerintah tahun 2013.



Ellias Pical (Tinju)
Mengharumkan nama Indonesia di ajang tinju sejak kemenangannya di Kejuaraan OPBF pada 19 Mei 1984, Pical berhasil menjadi petinju profesional pertama Indonesia yang berhasil meraih gelar Internasional di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, petinju yang gantung sarung pada 1989 ini mulai dilupakan. Bahkan pada 2005 ia sempat tersandung kasus kriminal ketika menjadi satpam sebuah tempat hiburan. Di kemudian hari Pical direkrut sebagai staf di KONI.

Tati Sumirah (Bulu tangkis)

Tati Sumirah pada tahun 1975 telah mengarumkan nama bangsa dengan mengantarkan tim bulutangkis single putri meraih Piala Uber Indnesia untuk kali pertama. Bahkan ia juga sering menyabet emas di arena PON. Setelah gantung raket pada tahun 1981 berpuluh-puluh tahun Tati bekerja sebagai seorang kasir di sebuah apotek. Karena kebaikan Rudi Hartono (pengusaha yang juga juara All England delapan kali), kini Tati Sumirah bekerja di perusahaan oli milik Rudy Hartono.

Jatmiko (Angkat Besi)
Mantan juara lifter nasional yang kini jadi buruh pabrik. Selepas pensiun dari atlet, Djatmiko bekerja sebagai kuli di pabrik bambu, berjarak sekitar 50 meter dari Terminal Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Denny Thios (Angkat Besi)
Denny adalah Juara Dunia Angkat Besi Era 90-an asal Sulsel. Beragam prestasi diukirnya, antara lain tahun 1990 meraih medali emas kejuaraan angkat berat Asia di Taiwan, meraih perunggu kejuaraan dunia di Belanda dan Australia tahun 1990, serta tahun 1993 meraih emas kejuaraan angkat berat dunia di Swedia. Setelah pensiun namanya seolah kian hari kian tenggelam dan kini hanya dikenal sebagai pemilik bengkel las
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1360 seconds (10.101#12.26)