Arema Butuh Menang 1-0, Pemain Diminta Main Normal
Selasa, 12 Januari 2016 - 14:35 WIB
Arema Butuh Menang 1-0, Pemain Diminta Main Normal
A
A
A
MALANG - Arema Cronus hanya butuh kemenangan 1-0 saat menghadapi Mitra Kukar di leg kedua semifinal Piala Jenderal Sudirman (PJS) 2015. Kemenangan 1-0 cukup mengantarkan Singo Edan ke final.
Namun kemenangan sebiji gol bukan persoalan mudah di leg kedua kontra Mitra Kukar, 17 Januari mendatang, kendati Arema punya tradisi mewah di Stadion Kanjuruhan. Kemenangan satu gol sangat biasa terjadi di stadio berkapasitas 40.000 penonton tersebut.
Pada babak penyisihan lalu, Singo Edan selalu menang dalam empat pertandingan di Kanjuruhan. Kemenangan terkecil adalah 1-0 kontra Persija Jakarta.
Tapi situasi jelas akan berbeda antara babak penyisihan dengan semifinal. Tentunya beban akan lebih besar karena kemenangan sifatnya wajib bagi tim kesayangan Aremania. Pelatih pun meminta para pemain tak merasa terbebani dan melepaskan tekanan dengan kondisi tersebut.
"Kami harus tetap bersikap normal, tidak merasa terbebani dengan kekalahan di leg pertama. Justru idealnya tuntutan harus menang itu menjadi motivasi bagi tim. Kami sudah biasa menang di Kanjuruhan dan itu kembali harus diwujudkan," beber Joko Susilo, Pelatih Arema Cronus.
Dirinya meyakini Mitra Kukar akan berupaya mengamankan keunggulan di leg pertama. Sejauh timnya bisa enjoy dan fokus mencetak gol, Joko masih sangat yakin timnya bisa membalikkan situasi dan bermain di partai puncak PJS 2015. Dia tak memungkiri bahwa Arema dituntut bermain ofensif.
"Butuh gol pastinya akan membuat kami bermain seofensif mungkin. Jadi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, misalnya tidak terburu-buru, sabar dan tidak frustrasi. Mitra Kukar mungkin akan sedikit fokus di pertahahan dan kami harus siap dengan segala kondisi," tambah Joko.
Dia juga mengingatkan pentingnya rapi dan disiplin dalam bertahan, karena situasi bisa sangat sulit jika sampai Mitra Kukar berhasil mencetak gol. Walau butuh menang 1-0, namun situasi tidak akan sama lagi kalau Singo Edan sampai kecolongan dan tentunya akan memberatkan agregat gol.
"Mitra Kukar sudah terbukti memiliki serangan yang sangat cepat dan berbahaya. Serangan balik mereka harus diwaspadai, karena selain fokus memcetak gol kami juga mencegah agar tak sampai kebobolan. Akan lebih berat kalau kami sampai kebobolan," tandas Joko.
Syarat minimal menang 1-0 akan berbeda seandainya Arema kebobolan. Setiap gol yang dicetak Mitra Kukar bakal memperberat tugas Singo Edan yang otomatis harus mencetak lebih banyak gol untuk menjaga keunggulan agregat
Namun kemenangan sebiji gol bukan persoalan mudah di leg kedua kontra Mitra Kukar, 17 Januari mendatang, kendati Arema punya tradisi mewah di Stadion Kanjuruhan. Kemenangan satu gol sangat biasa terjadi di stadio berkapasitas 40.000 penonton tersebut.
Pada babak penyisihan lalu, Singo Edan selalu menang dalam empat pertandingan di Kanjuruhan. Kemenangan terkecil adalah 1-0 kontra Persija Jakarta.
Tapi situasi jelas akan berbeda antara babak penyisihan dengan semifinal. Tentunya beban akan lebih besar karena kemenangan sifatnya wajib bagi tim kesayangan Aremania. Pelatih pun meminta para pemain tak merasa terbebani dan melepaskan tekanan dengan kondisi tersebut.
"Kami harus tetap bersikap normal, tidak merasa terbebani dengan kekalahan di leg pertama. Justru idealnya tuntutan harus menang itu menjadi motivasi bagi tim. Kami sudah biasa menang di Kanjuruhan dan itu kembali harus diwujudkan," beber Joko Susilo, Pelatih Arema Cronus.
Dirinya meyakini Mitra Kukar akan berupaya mengamankan keunggulan di leg pertama. Sejauh timnya bisa enjoy dan fokus mencetak gol, Joko masih sangat yakin timnya bisa membalikkan situasi dan bermain di partai puncak PJS 2015. Dia tak memungkiri bahwa Arema dituntut bermain ofensif.
"Butuh gol pastinya akan membuat kami bermain seofensif mungkin. Jadi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, misalnya tidak terburu-buru, sabar dan tidak frustrasi. Mitra Kukar mungkin akan sedikit fokus di pertahahan dan kami harus siap dengan segala kondisi," tambah Joko.
Dia juga mengingatkan pentingnya rapi dan disiplin dalam bertahan, karena situasi bisa sangat sulit jika sampai Mitra Kukar berhasil mencetak gol. Walau butuh menang 1-0, namun situasi tidak akan sama lagi kalau Singo Edan sampai kecolongan dan tentunya akan memberatkan agregat gol.
"Mitra Kukar sudah terbukti memiliki serangan yang sangat cepat dan berbahaya. Serangan balik mereka harus diwaspadai, karena selain fokus memcetak gol kami juga mencegah agar tak sampai kebobolan. Akan lebih berat kalau kami sampai kebobolan," tandas Joko.
Syarat minimal menang 1-0 akan berbeda seandainya Arema kebobolan. Setiap gol yang dicetak Mitra Kukar bakal memperberat tugas Singo Edan yang otomatis harus mencetak lebih banyak gol untuk menjaga keunggulan agregat
(aww)