APPI Boikot Turnamen, Ini Sikap PSMS Medan

Jum'at, 15 Januari 2016 - 17:44 WIB
APPI Boikot Turnamen,...
APPI Boikot Turnamen, Ini Sikap PSMS Medan
A A A
MEDAN - Keputusan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) yang memboikot turnamen sebagai penganti kompetisi resmi menimbukkan pro dan kontra. Pelatih PSMS Medan, Suharto A.D. menghormati keputusan APPI tersebut, sebagai langkah tegas demi melindungi dan menjaga kepastian pemain.

Namun, diperlukan sikap dan keputusan yang bijak dalam menyikapi kondisi sepak bola Nasional saat ini. ''Harus disikapi secara bijak. Memajukan sepak bola itu memang ada keinginan kompetisi. Tapi kalau menunggu akan ada kesusahan dalam prestasi pemain,” tutur Suharto.
Kondisi pesepakbolaan nasional yang hampir satu tahun tak mengelar kompetisi resmi dan tak ada kepastian berakhirnya keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang membekukan PSSI. Hal ini jelas berdampak dengan iklim pesepakbolaan nasional yang menetapkan force majeuer.

Dengan adanya sejumlah turnamen yang digelar tentu menjadi angin segar pemain dan klub untuk membentuk tim. ''Dalam hal ini serbasulit untuk memutuskan itu. Karena satu sisi ada kepentingan yang selama ini ada, tidak mendapatkan penambahan kebutuhan kehidupan pemain. Sisi lain juga ada perlu kompetisi untuk pemain berprestasi,”jelasnya.

Diakuinya, dampak keputusan Kemenpora terhadap PSSI tersebut menjadikan sikap pro dan kontra. Dengan wacana Kemenpora Imam Nahrawiyangakan mencabut sanksi terhadap PSSI andai organisasi sepak bola nasional itu mampu memenuhi syarat yang diajukan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Imam Nahrawi bermaksud memberikan garansi terkait pencabutan SK Pembekuan PSSI, menurut pelatih yang identik dengan kepala plontos itu menjadi angin segar. ''Di sini kami berharap, pemerintah mencari solusi untuk kehidupan pesepakbola nasional agar hidup lagi,”pungkasnya.

Berbeda dengan Suharto, pesepakbola profesional, Rahmat Hidayat setuju dengan APPI. Menurutnya, sikap APPI tersebut beralasan untuk melindungi pesepakbola sendiri. Menurutnya, mesku turnamen digelar berkesinambungan, tak memberi jaminan terhadap pemain.

"Saya setuju dengan keputusan APPI itu. Karena turnamen saja pemain tidak ada kontrak hanya dibayar berdasarkan match fee yang didapat," ungkapnya.

Menurut mantan pemain Pro Duta FC dan Persipasi Bandung Raya (PBR) itu langkah terbaik yang dilakukan pesepakbola adalah menunggu bergulirnya kompetisi resmi. Sebab, dengan kompetisi digulir pemain harus terikat kontrak dengan klub.

"Lebih baik tunggu yang jelas kompetisi resmi. Dari pada ikut turnamen terus, tidak ada kejelasan kontrak pemain," akunya.
(aww)
Berita Terkait
Manajemen PSM Makassar...
Manajemen PSM Makassar Respons Kabar Ferdinand Sinaga Bela PSMS
Penampilan Ferdinand...
Penampilan Ferdinand Sinaga Saat Latihan Bareng Skuad PSMS Medan
Babak 8 Besar Liga 2:...
Babak 8 Besar Liga 2: PSIM Siap Redam Agresivitas PSMS
PSSI Hentikan Liga 2,...
PSSI Hentikan Liga 2, PSMS Medan Kecewa Berat
Manajemen PSMS Geruduk...
Manajemen PSMS Geruduk Kantor PSSI dan Berikan Ultimatum
PSMS Kesulitan Kumpulkan...
PSMS Kesulitan Kumpulkan Pemain Jelang Kick-off Liga 2 2023/2024
Berita Terkini
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
1 jam yang lalu
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
2 jam yang lalu
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
4 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 Ternoda,...
Piala Dunia 2026 Ternoda, Tim Mesir Keluhkan Aksi Polisi Dallas
5 jam yang lalu
4 Suporter Tewas, Meksiko...
4 Suporter Tewas, Meksiko Perketat Pengamanan Jelang Lawan Inggris
6 jam yang lalu
Deretan Rekor Bersejarah...
Deretan Rekor Bersejarah Lionel Messi di Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved