Yogya Gagal Loloskan Wakil di Liga Futsal Profesional
Jum'at, 15 Januari 2016 - 22:28 WIB
Yogya Gagal Loloskan Wakil di Liga Futsal Profesional
A
A
A
YOGYAKARTA - Yogyakarta gagal mengirimkan wakil ke babak semifinal Liga Futsal Nusantara. Itu setelah satu-satunya wakil Yogya, Planet Futsal tersingkir di babak 8 Besar. Tim Planet Futsal dipecundangi WPK MBU dari Sulawesi Selatan,1-4, di GOR Amongrogo, Yogya, Jumat (15/1).
Permainan kedua tim sejak menit pertama terlihat kurang gereget. Tuan rumah Planet Futsal cenderung memilih bertahan. Sementara WPK MBU cenderung lebih bermain terbuka dan menyerang. Bermain lebih terbuka, WPK MBU membuka kemenangan di menit ke-14 melalui kaki Tazwin Mansil.
Tertinggal 1-0, pemain Planet Futsal mencoba untuk bermain lebih menyerang. Usaha untuk memperkecil kekalahan berhasil diperoleh dari kaki Jupri Edho. Setelah kedudukan 1-1, tensi permainan kembali menurun dan kedudukan 1-1 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, tensi permainan cenderung tidak berubah. Anak-anak Planet masih memilih untuk melakukan serangan balik dibandingkan menerapkan strategi permainan terbuka. "Memang kita menerapkan strategi bertahan dan melakukan serangan balik. Ini untuk mengantisipasi permainan lawan yang cepat," tandas pelatih Planet Futsal Guntur.
Meski strategi yang diterapkan bisa berjalan, namun Planet tidak bisa menambah pundi-pundi golnya. WPK MBU justru menambah tiga gol di babak kedua. Gol kedua dicetak Ariansyah di menit 25 dan 30'. Gol keempat dicetak oleh Hasir di menit 39 melalui tendangan penalti.
Menanggapi hal tersebut Guntur menyebut anak asuhnya hanya kurang beruntung. Strategi yang diterapkan sudah bisa berjalan sesuai rencana. Namun demikian upaya finishing yang dilakukan pemain tidak bisa berjalan maksimal. "Evaluasi menyeluruh, finishing masih butuh pembenahan," tambah Guntur.
Pelatih WPK MBU Azar Rahman menyebut, kemenangan yan diperoleh tidak terlepas dari keberanian pemain untuk bermain lebih terbuka namun dengan sabar. Permainan sabar dan tenang yang diterapkan mampu menjadikan anak asuhnya lebih menguasai pertandingan sejak menit pertama.
"Main lebih sabar dan tenang. Kita berhasil membaca permainan lawan, dan hasilnya kita menang,''tandasnya.
Dengan keberhasilan tersebut Azar menyebut, timnya tetap akan memasang target menjadi juara Liga Futsal Nusantara. Kepastian menggenggam tiket promosi ke liga profesional tidak menyurutkan target dan langkah yang akan dijalankan selanjutnya.
Permainan kedua tim sejak menit pertama terlihat kurang gereget. Tuan rumah Planet Futsal cenderung memilih bertahan. Sementara WPK MBU cenderung lebih bermain terbuka dan menyerang. Bermain lebih terbuka, WPK MBU membuka kemenangan di menit ke-14 melalui kaki Tazwin Mansil.
Tertinggal 1-0, pemain Planet Futsal mencoba untuk bermain lebih menyerang. Usaha untuk memperkecil kekalahan berhasil diperoleh dari kaki Jupri Edho. Setelah kedudukan 1-1, tensi permainan kembali menurun dan kedudukan 1-1 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, tensi permainan cenderung tidak berubah. Anak-anak Planet masih memilih untuk melakukan serangan balik dibandingkan menerapkan strategi permainan terbuka. "Memang kita menerapkan strategi bertahan dan melakukan serangan balik. Ini untuk mengantisipasi permainan lawan yang cepat," tandas pelatih Planet Futsal Guntur.
Meski strategi yang diterapkan bisa berjalan, namun Planet tidak bisa menambah pundi-pundi golnya. WPK MBU justru menambah tiga gol di babak kedua. Gol kedua dicetak Ariansyah di menit 25 dan 30'. Gol keempat dicetak oleh Hasir di menit 39 melalui tendangan penalti.
Menanggapi hal tersebut Guntur menyebut anak asuhnya hanya kurang beruntung. Strategi yang diterapkan sudah bisa berjalan sesuai rencana. Namun demikian upaya finishing yang dilakukan pemain tidak bisa berjalan maksimal. "Evaluasi menyeluruh, finishing masih butuh pembenahan," tambah Guntur.
Pelatih WPK MBU Azar Rahman menyebut, kemenangan yan diperoleh tidak terlepas dari keberanian pemain untuk bermain lebih terbuka namun dengan sabar. Permainan sabar dan tenang yang diterapkan mampu menjadikan anak asuhnya lebih menguasai pertandingan sejak menit pertama.
"Main lebih sabar dan tenang. Kita berhasil membaca permainan lawan, dan hasilnya kita menang,''tandasnya.
Dengan keberhasilan tersebut Azar menyebut, timnya tetap akan memasang target menjadi juara Liga Futsal Nusantara. Kepastian menggenggam tiket promosi ke liga profesional tidak menyurutkan target dan langkah yang akan dijalankan selanjutnya.
(aww)