Dua Klub Inggris Bakal Susul Madrid Jadi Korban Embargo FIFA, Siapa Saja?
Minggu, 17 Januari 2016 - 15:24 WIB
Dua Klub Inggris Bakal Susul Madrid Jadi Korban Embargo FIFA, Siapa Saja?
A
A
A
LONDON - Aturan embargo transfer FIFA kini sedang menghantui klub raksasa Eropa. Setelah duo Madrid, Real dan Atletico yang kena getahnya, giliran klub Inggris disebut jadi target pemeriksaan berikutnya.
Chelsea dan Arsenal adalah dua klub Inggris yang dikabarkan diselidiki FIFA terkait perekrutan pemain di bawah umur. Hal itu diungkapkan petinggi Madrid Jose Angel Sanchez yang diwawancara stasiun radio Spanyol sebagaimana diberitakan Telegraph, Minggu (17/1/2016).
"Saya punya hubungan bagus dengan klub Inggris. Saya tahu pasti dalam banyak kasus penyelidikan disipliner yang dimulai beberapa waktu lalu, saya membayangkan sumber FIFA untuk investigasi kasus ini secara terbatas dan FIFA tidak bisa melakukan semuanya pada saat yang sama. Tapi saya punya kesan ini sedang dilakukan di tingkat Eropa dan lebih banyak kasus bakal terungkap, satu demi satu," ungkapnya.
Sebelumnya, Madrid juga dihukum FIFA terkait perekrutan pemain di bawah umur. Bersama Atletico, Los Blancos dilarang berkecimpung di bursa transfer selama dua kali yang terhitung sejak musim panas nanti.
Barcelona juga sempat menelan sanksi serupa pada musim lalu. Alhasil, dua pemain anyarnya yang dibeli awal musim baru bisa dimainkan pada Januari ini yaitu Arda Turan dan Aleix Vidal.
Khusus untuk Chelsea, The Blues pernah menghadapi FIFA terkait pelanggaran transfer pemain. Pada 2009, pembelian pemain muda Gael Kakuta dua musim sebelumnya disebut melanggar ketentuan.
Namun Chelsea yang membawa kasus itu ke Pengadilan Arbitrase Olahraga memenangkan gugatannya berdasarkan Pasal 19 Regulasi Transfer FIFA yang menyebutkan pemain di bawah 18 tahun mesti bertatap muka untuk pindah ke klub di luar negaranya.
Mengomentari larangan transfer, juru bicara FIFA mengatakan aturan tersebut sejatinya bisa dihindari. "Meskipun dalam kasus individu pendekatan FIFA mungkin terlalu keras, hanya dengan menegakkan aturan yang sangat konsisten dan ketat maka pelanggaran sebelumnya bisa dihindari. Ada ukuran yang realistis selain larangan dengan hukum secara tegas dan pengecualian tertentu yang bisa menjamin perlindungan yang sedang dicari," jelasnya.
Chelsea dan Arsenal adalah dua klub Inggris yang dikabarkan diselidiki FIFA terkait perekrutan pemain di bawah umur. Hal itu diungkapkan petinggi Madrid Jose Angel Sanchez yang diwawancara stasiun radio Spanyol sebagaimana diberitakan Telegraph, Minggu (17/1/2016).
"Saya punya hubungan bagus dengan klub Inggris. Saya tahu pasti dalam banyak kasus penyelidikan disipliner yang dimulai beberapa waktu lalu, saya membayangkan sumber FIFA untuk investigasi kasus ini secara terbatas dan FIFA tidak bisa melakukan semuanya pada saat yang sama. Tapi saya punya kesan ini sedang dilakukan di tingkat Eropa dan lebih banyak kasus bakal terungkap, satu demi satu," ungkapnya.
Sebelumnya, Madrid juga dihukum FIFA terkait perekrutan pemain di bawah umur. Bersama Atletico, Los Blancos dilarang berkecimpung di bursa transfer selama dua kali yang terhitung sejak musim panas nanti.
Barcelona juga sempat menelan sanksi serupa pada musim lalu. Alhasil, dua pemain anyarnya yang dibeli awal musim baru bisa dimainkan pada Januari ini yaitu Arda Turan dan Aleix Vidal.
Khusus untuk Chelsea, The Blues pernah menghadapi FIFA terkait pelanggaran transfer pemain. Pada 2009, pembelian pemain muda Gael Kakuta dua musim sebelumnya disebut melanggar ketentuan.
Namun Chelsea yang membawa kasus itu ke Pengadilan Arbitrase Olahraga memenangkan gugatannya berdasarkan Pasal 19 Regulasi Transfer FIFA yang menyebutkan pemain di bawah 18 tahun mesti bertatap muka untuk pindah ke klub di luar negaranya.
Mengomentari larangan transfer, juru bicara FIFA mengatakan aturan tersebut sejatinya bisa dihindari. "Meskipun dalam kasus individu pendekatan FIFA mungkin terlalu keras, hanya dengan menegakkan aturan yang sangat konsisten dan ketat maka pelanggaran sebelumnya bisa dihindari. Ada ukuran yang realistis selain larangan dengan hukum secara tegas dan pengecualian tertentu yang bisa menjamin perlindungan yang sedang dicari," jelasnya.
(sha)