Fokus Jaga Pamor Persib, Dejan Cuek PBR Jadi Madura United
Minggu, 24 Januari 2016 - 01:40 WIB
Fokus Jaga Pamor Persib, Dejan Cuek PBR Jadi Madura United
A
A
A
BANDUNG - Pergantian nama Persipasi Bandung Raya menjadi Madura United FC tidak direspons Dejan Antonic. Dejan memilih fokus melatih Persib Bandung daripada mengomentari perubahan nama mantan timnya, PBR.
Meski tak dimungkiri, selama membesut PBR banyak kenangan manis yang tidak bisa dilupakan oleh Dejan. Wajar, hampir dua musim lamanya, pelatih berusia 47 tahun ini berjibaku untuk mengembalikan kejayaan tim yang sebelumnya juga sempat bernama Pelita Bandung Raya itu. (Baca juga: PBR Jadi Madura United, Janji Lebih Profesional)
Bahkan bersama Pelita Bandung Raya, Dejan berhasil mengangkat namanya setelah menjadi semifinalis di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 lalu.
Selain itu, Dejan pun masih bertahan saat penamaan Pelita Bandung Raya berubah menjadi Persipasi Bandung Raya lantaran bergabung dengan tim asal Bekasi, Persipasi Bekasi Raya.
Sehingga, setelah mendapatkan kabar jika eks timnya kembali melakukan perubahan nama menjadi Madura United FC menyusul adanya kesepakatan dengan tim divisi utama Persepam Madura United, Dejan mengaku kaget.
"Kaget sudah pasti. Tapi terserah mereka. Karena saya sudah fokus disini (Persib). Dan saya sedang berpikir ke depan untuk menjadikan tim ini (Persib) menjadi bagus," tegas Dejan saat ditemui seusai memimpin sesi latihan di Lapangan sintetis Progresif, Soekarno Hatta, Kota Bandung, Sabtu (23/1).
Perubahan nama itu sendiri memang kerap dilakukan tim berjuluk The Boys Are Back. Dari semula bernama Pelita Jaya Purwakarta, berubah menjadi Pelita Bandung Raya, lalu Persipasi Bandung Raya, kini menjadi Madura United FC setelah merger dengan tim Divisi Utama Persepam Madura United.
Pengalihan kepemiilikan dari PBR menjadi Madura United FC itu sendiri sudah disepakati dan ditandatangani pada 10 Januari 2016 lalu. Kesepakatan melibatkan pemilik lama, Arie Sutedy, dengan Achsanul dan disaksikan oleh pendiri Pelita Jaya, Nirwan Bakrie.
Achsanul sempat jadi pembina Persepam Madura United (PMU) pada 2012 lalu. Selama dua musim, Persepam tampil di kompetisi kasta tertinggi di tanah air sebelum turun kasta pada 2014. Selepas terdegradasi dan ditinggal Achsanul, sepak bola Madura sempat mati suri.
Untuk itu Achsanul pun menggandeng tim PBR ini agar Madura memiliki klub yang berada di klub kasta tertinggi sepak bola nasional.
Meski tak dimungkiri, selama membesut PBR banyak kenangan manis yang tidak bisa dilupakan oleh Dejan. Wajar, hampir dua musim lamanya, pelatih berusia 47 tahun ini berjibaku untuk mengembalikan kejayaan tim yang sebelumnya juga sempat bernama Pelita Bandung Raya itu. (Baca juga: PBR Jadi Madura United, Janji Lebih Profesional)
Bahkan bersama Pelita Bandung Raya, Dejan berhasil mengangkat namanya setelah menjadi semifinalis di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 lalu.
Selain itu, Dejan pun masih bertahan saat penamaan Pelita Bandung Raya berubah menjadi Persipasi Bandung Raya lantaran bergabung dengan tim asal Bekasi, Persipasi Bekasi Raya.
Sehingga, setelah mendapatkan kabar jika eks timnya kembali melakukan perubahan nama menjadi Madura United FC menyusul adanya kesepakatan dengan tim divisi utama Persepam Madura United, Dejan mengaku kaget.
"Kaget sudah pasti. Tapi terserah mereka. Karena saya sudah fokus disini (Persib). Dan saya sedang berpikir ke depan untuk menjadikan tim ini (Persib) menjadi bagus," tegas Dejan saat ditemui seusai memimpin sesi latihan di Lapangan sintetis Progresif, Soekarno Hatta, Kota Bandung, Sabtu (23/1).
Perubahan nama itu sendiri memang kerap dilakukan tim berjuluk The Boys Are Back. Dari semula bernama Pelita Jaya Purwakarta, berubah menjadi Pelita Bandung Raya, lalu Persipasi Bandung Raya, kini menjadi Madura United FC setelah merger dengan tim Divisi Utama Persepam Madura United.
Pengalihan kepemiilikan dari PBR menjadi Madura United FC itu sendiri sudah disepakati dan ditandatangani pada 10 Januari 2016 lalu. Kesepakatan melibatkan pemilik lama, Arie Sutedy, dengan Achsanul dan disaksikan oleh pendiri Pelita Jaya, Nirwan Bakrie.
Achsanul sempat jadi pembina Persepam Madura United (PMU) pada 2012 lalu. Selama dua musim, Persepam tampil di kompetisi kasta tertinggi di tanah air sebelum turun kasta pada 2014. Selepas terdegradasi dan ditinggal Achsanul, sepak bola Madura sempat mati suri.
Untuk itu Achsanul pun menggandeng tim PBR ini agar Madura memiliki klub yang berada di klub kasta tertinggi sepak bola nasional.
(aww)