Tinton : Satu Tahun Tidak Cukup untuk Bangun Sirkuit

Kamis, 28 Januari 2016 - 08:00 WIB
Tinton : Satu Tahun...
Tinton : Satu Tahun Tidak Cukup untuk Bangun Sirkuit
A A A
JAKARTA - Keputusan pemerintah untuk membatalkan Sirkuit Sentul sebagai tuan rumah MotoGP 2017 membuat pengelola sirkuit, Tinton Soeprapto, megerutkan dahi. Lebih-lebih, pemerintah berencana membangun sirkuit baru untuk menggelar balapan.

Balapan roda dua paling bergengsi itu sedianya digelar di Sirkuit Sentul yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Namun, sirkuit tersebut belum memenuhi kriteria yang ditetapkan Federasi Balap Internasional (FIM) dan Dorna Sport selaku operator.

Untuk memenuhi kriteria FIM dan Dorna, Sentul membutuhkan peremajaan yang diperkirakan menelan biaya Rp200 miliar. Atas kondisi tersebut, pemerintah batal menunjuk Sentul sebagai lintasan balap di 2017. (Baca juga : Sentul Batal Gelar MotoGP, Pemerintah Akan Bangun Sirkuit Baru)

Lebih jauh, pemerintah juga membuka wacana untuk membangun sirkuit anyar guna menjaga peluang Indonesia menyelenggarakan balapan MotoGP. Pilihan jatuh pada Jakarta, Palembang dan Jawa Barat untuk membangun lintasan berstandar internasional.

Rencana tersebut membuat Tinton selaku Direktur Sirkuit Sentul, geram. Menurutnya, pemerintah tidak akan mampu membangun lintasan dan fasilitas balap lain, yang berstandar FIM, dalam waktu mepet.

"Mereka (pemerintah) mau bangun sirkuit baru itu tidak bisa dalam waktu satu tahun. Lagi pula mereka mau gandeng arsitek siapa?" kata Tinton saat dihubungi Sindonews, Kamis (28/1/2016).

"Kalau kami (Sentul) sudah bekerja sama dengan desainer ternama (Hermann Tilke -red) yang sudah bertahun-tahun merancang sirkuit MotoGP, terus kami juga sudah terbukti sukses menggelar balapan MotoGP (pada musim 1996 dan 1997 -red)" lanjutnya.

Kendati demikian, pemerintah tidak pesimis pada kesiapan Sentul menggelar balapan. Juru Bicara Kementrian Pemuda dan Olah raga, Gatot Dewa Broto mengungkapkan, faktor lain yang menyulitkan Sentul sebagai calon tuan rumah balapan.

"Dalam beberapa kesempatan Pak Tinton juga menyinggung akses keluar tol yang hanya ada dua pintu. Kami tidak bisa mendorong agar akses pintu keluar tol menuju ke sana diperbanyak," kata Gatot kepada wartawan.

Hingga saat ini, nasib Indonesia sebagai calon tuan rumah kejuaraan dunia MotoGP 2017 masih abu-abu. Dorna meminta Indonesia menyerahkan master plan sirkuit dan kontrak selambat-lambatnya 30 Januari 2016. Jika persyaratan tersebut tidak dipenuhi, bukan tidak mungkin Indonesia batal menggelar balapan karena Finlandia, Thailand dan Kazakhstan disebut-sebut juga berambisi menggelar lomba.
(sha)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Morbidelli Punya Jurus...
Morbidelli Punya Jurus Rahasia Kuasai GP Indonesia di Sirkuit Mandalika
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika Akhir Pekan Ini
Jadwal Tes Resmi MotoGP...
Jadwal Tes Resmi MotoGP 2026 Dirilis: Motor Prototipe 850cc Bakal Ikut Mengaspal 
Rekor Jumlah Penonton...
Rekor Jumlah Penonton MotoGP Indonesia dari Tahun ke Tahun
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Berita Terkini
Jelang Lawan Arab Saudi,...
Jelang Lawan Arab Saudi, Yamal Belum Siap Main 90 Menit
32 menit yang lalu
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
1 jam yang lalu
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
2 jam yang lalu
Gebuk Skotlandia, Gol...
Gebuk Skotlandia, Gol 71 Detik Ismael Saibari Antar Maroko ke Puncak Grup C
3 jam yang lalu
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
7 jam yang lalu
Infografis
Anggaran Militer Israel...
Anggaran Militer Israel Tahun 2024, Mayoritas untuk Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved