Tim Divisi Utama Tolak Turnamen Bentukan Tim Transisi

Minggu, 13 Maret 2016 - 00:32 WIB
Tim Divisi Utama Tolak...
Tim Divisi Utama Tolak Turnamen Bentukan Tim Transisi
A A A
SEMARANG - Klub-klub Divisi Utama di Jawa Tengah tidak memedulikan rencana Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang akan menggulirkan turnamen. Belum tentu, turnamen tersebut akan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. ''Opo yo tenan? Kita sudah males mikir,” ungkap CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi.


Mahesa Jenar sudah mengirimkan salah satu utusan untuk menghadiri pertemuan di Kemenpora. Namun, PSIS belum bisa memberikan kepastian apakah akan ikut atau tidak. Yoyok mengatakan, tim hanya fokus pada Indonesia Soccer Championsip (ISC) 2016 yang akan diputar pada 23 April mendatang.



Setelah mendapat penjelasan hal itu, manajemen mengebut pembentukan tim. Sayangnya, kabar yang beredar turnamen tersebut ditunda.''Informasinya dipending. Ini jadi tambah runyam lagi, kasihan pemain yang setiap hari butuh makan,” katanya.

Pemilik nama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukwijaya ini mengaku heran, setelah Tim Transisi berinisiatif menggelar turnamen. Padahal operator ISC 2016 mengklaim bahwa turnamen yang tidak melibatkan PSSI itu sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo, Kemenpora, dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). ''Klub jadi seperti diombang-ambingkan. Gimana ini, ada ISC, Tim Transisi dan kompetisi Divisi Utama,” ujar dia.

Sejumlah klub dari provinsi ini yang diundang selain PSIS di antaranya PSCS Cilacap, Persis Solo, Persipur Purwodadi, Persibas Banyumas, Persibangga Purbalingga, Persibat Batang dan Persipur Purwodadi.
Hanya, yang memutuskan berangkat hanya PSIS, Persibas, Persibangga dan Persibat Batang. Persipur kabarnya juga absen. PSCS memilih absen, karena pertemuan itu kurang mendapat dukungan dari klub-klub di Tanah Air.

''Saya sudah kontak manajemen klub-klub Indonesia Super League (ISL), dan diminta untuk menolak datang. Ya, saya tidak berangkat,” kata Sekretaris PSCS Basuki Priyo Nugroho.

Kendati memilih absen, pihaknya sudah menghubungi sejumlah pengurus klub lainnya yang ikut hadir.
Mereka yang datang pun juga tidak bisa banyak bicara. ''Ibaratnya mereka ini datang untuk sekadar meraba-raba atau coba-coba. Saat saya tanya banyak yang bungkam dan tidak tahu,” ujarnya.

Basuki tidak ingin pengalaman buruk saat turun dalam Indonesia Premiere League (IPL) kembali terulang. Bertanding dalam kompetisi atau turnamen di luar PSSI, tidak menguntungkan bagi klub.
“Klub waktu itu banyak dirugikan,” ujar dia.
(aww)
Berita Terkait
Tokoh Sepak Bola Nasional,...
Tokoh Sepak Bola Nasional, Andi Darussalam Tabusalla Meninggal Dunia
Nostalgia Sepak Bola...
Nostalgia Sepak Bola 'Kampung' di atas Gedung Pasar Utara Jakarta
Tim Ismed Sofyan Mengaum,...
Tim Ismed Sofyan Mengaum, Raih Gelar Bintang Muda 2025 dan Bawa Hadiah Rp100 Juta
Profil Alistair Smith,...
Profil Alistair Smith, Rekrutan Anyar PSSI Pengembang Kurikulum Sepak Bola
5 Wasit Sepak Bola dengan...
5 Wasit Sepak Bola dengan Bayaran Tertinggi, Nomor 1 Digaji Rp9,6 Miliar
Football Institute Beber...
Football Institute Beber Data Perwasitan di Indonesia
Berita Terkini
Comeback Dramatis, Argentina...
Comeback Dramatis, Argentina Lolos ke Final Piala Dunia 2026
16 menit yang lalu
Rodri Semprot FIFA:...
Rodri Semprot FIFA: Wasit Abai Lindungi Yamal
2 jam yang lalu
90 Menit yang Bisa Mengubah...
90 Menit yang Bisa Mengubah Takdir Lamine Yamal Jadi Legenda
8 jam yang lalu
Spanyol 2010 vs 2026:...
Spanyol 2010 vs 2026: Dari Tiki-Taka Menuju Era Baru La Furia Roja
10 jam yang lalu
Statistik Ungkap Rahasia...
Statistik Ungkap Rahasia Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
11 jam yang lalu
Harry Kane Bantah Rumor...
Harry Kane Bantah Rumor Konflik Jude Bellingham dan Thomas Tuchel
13 jam yang lalu
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved