Mitra Kukar Matangkan Strategi Dalam Uji Coba 2x50 Menit
Kamis, 28 April 2016 - 11:02 WIB
Mitra Kukar Matangkan Strategi Dalam Uji Coba 2x50 Menit
A
A
A
TENGGARONG - Mitra Kukar baru saja menggelar persiapan terakhir sebelum tempur di laga pertama Indonesia Soccer Championship (ISC). Bertempat di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Rabu (27/4/2016) lalu, tim Naga Mekes menggelar uji coba dengan format 2x50 menit.
Lawan yang dihadapi adalah tim amatir yakni Porseta Tenggarong dan Harbi Putra Samarinda. Dalam dua pertandingan, Mitra Kukar menang dengan skor 3-0 dan 2-1.
Menurut Subangkit, hasil tidak jadi prioritas dalam uji coba tersebut. Pelatih asal Pasuruan itu lebih menekankan agar anak didiknya mampu menerjemahkan instruksi serta taktik dalam suatu pertandingan. Hal ini akan dibawanya saat Mitra Kukar menghadapi laga pertama ISC di markas Perseru Serui, Senin (2/5/2016).
"Jadi seperti itulah cara kita bermain di luar nanti saat menghadapi Perseru Serui. Kita melakukan compact defense kalau kehilangan bola, dan kita segera turun 3/4 lapangan. Kemudian kalau bisa counter maka segera lakukan counter (serangan balik-red). Kalau ada kesempatan, langsung ke target man. Tapi kalau tidak, anak-anak akan lakukan ball possesion," jelas Subangkit yang dilansir situs klub.
"Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan dan waktu yang semakin sempit, kita mainkan 2x50 menit saja. Ini juga untuk mengurangi resiko terjadinya cedera pada pemain kita," pungkasnya.
Lawan yang dihadapi adalah tim amatir yakni Porseta Tenggarong dan Harbi Putra Samarinda. Dalam dua pertandingan, Mitra Kukar menang dengan skor 3-0 dan 2-1.
Menurut Subangkit, hasil tidak jadi prioritas dalam uji coba tersebut. Pelatih asal Pasuruan itu lebih menekankan agar anak didiknya mampu menerjemahkan instruksi serta taktik dalam suatu pertandingan. Hal ini akan dibawanya saat Mitra Kukar menghadapi laga pertama ISC di markas Perseru Serui, Senin (2/5/2016).
"Jadi seperti itulah cara kita bermain di luar nanti saat menghadapi Perseru Serui. Kita melakukan compact defense kalau kehilangan bola, dan kita segera turun 3/4 lapangan. Kemudian kalau bisa counter maka segera lakukan counter (serangan balik-red). Kalau ada kesempatan, langsung ke target man. Tapi kalau tidak, anak-anak akan lakukan ball possesion," jelas Subangkit yang dilansir situs klub.
"Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan dan waktu yang semakin sempit, kita mainkan 2x50 menit saja. Ini juga untuk mengurangi resiko terjadinya cedera pada pemain kita," pungkasnya.
(bep)