5 Kekalahan Beruntun Hancurkan Mental Skuat Persela

Senin, 30 Mei 2016 - 16:44 WIB
5 Kekalahan Beruntun...
5 Kekalahan Beruntun Hancurkan Mental Skuat Persela
A A A
LAMONGAN - Lima kekalahan beruntun di Indonesia Soccer Championship (ISC) A membuat mental dan kepercayaan diri skuat Persela Lamongan berada di titik nadir. Itu adalah catatan terburuk Persela sejak berjibaku di liga level teratas.

Kondisi semakin memburuk ketika dihantam Semen Padang dengan skor 4-0 seusai melepas pelatih asal Swedia Stefan Hansson. Didik Ludiyanto, Asisten Pelatih Persela, mengakui tim tengah krisis kepercayaan diri karena tidak pernah mendapatkan angka.

"Jelas rentetan kekalahan membawa dampak negatif pada kepercayaan diri pemain. Kepercayaan diri hanya bisa meningkat ketika kami sudah bisa memenangkan pertandingan. Itu akan sedikit memulihkan mental pemain," ujar Didik Ludiyanto yang meneruskan tugas Stefan Hansson.

Diakuinya situasi seperti sekarang menjadi pekerjaan terberat baginya selama dipercaya menangani tim utama Laskar Joko Tingkir. Walau begitu, dia masih menyimpan optimisme Persela bisa kembali ke trek yang benar walah sulit untuk berharap prestasi.

"Sekarang ini ambisi Persela tidak muluk-muluk. Kami sudah senang jika tim bisa mulai mendapatkan poin atau memetik kemenangan. Semua berjalan tidak seusai keinginan dan kami semua harus berupaya memperbaikinya," terang Didik yang juga pernah meneruskan tugas pelatih asing Gomes de Oliviera.

Saat ini Persela Lamongan terbenam di dasar klasemen ISC 2016 tanpa secuil poin pun dari lima laga. Penderitaan serasa makin kompleks ketika melihat catatan gol, yakni hanya memasukkan dua kali dan sudah kebobolan 10 kali atau dengan rataan kecolongan dua gol di tiap laga.

Padahal dari sisi materi pemain tidak terlalu buruk dan masih ada beberapa pemain dari musim-musim sebelumnya. "Kami punya materi pemain sesuai standar Persela seperti musim-musim sebelumnya. Jadi memang faktor mental menjadi penyebabnya karena di awal kompetisi tidak bagus," tandas Didik.

Kendati dalam kondisi kritis, manajemen masih belum melakukan perubahan strategis terutama posisi pelatih. Didik masih dipercaya sebagai pengendali tim kendati situasi ini sejatinya masih terlalu berat bagi dia yang masih minim pengalaman sebagai pelatih kepala.
(aww)
Berita Terkait
Dapat Banyak Kesempatan,...
Dapat Banyak Kesempatan, Pemain Muda Persela Sanjung Nil Maizar
Kiper Plontos Persela...
Kiper Plontos Persela Pensiun Dini
Agar Cepat Bugar, Bek...
Agar Cepat Bugar, Bek Persela Rela Tambah Porsi Latihan
Persela Lamongan Akhiri...
Persela Lamongan Akhiri Kontrak Fakhri Husaini
Persita Menang Tipis...
Persita Menang Tipis Atas Persela Lamongan
Liga 1 Indonesia : Arema...
Liga 1 Indonesia : Arema FC Bungkam Persela Lamongan 1-0
Berita Terkini
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
3 jam yang lalu
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
5 jam yang lalu
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
5 jam yang lalu
Formula 1 Lanjut ke...
Formula 1 Lanjut ke Barcelona, Antonelli Perlebar Dominasi di Klasemen? Nonton Streaming di VISION+
9 jam yang lalu
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna...
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna Tayang Live di VISION+
10 jam yang lalu
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
13 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved