Trauma Teror, Bek Jerman Larang Keluarga ke Prancis

Kamis, 09 Juni 2016 - 00:51 WIB
Trauma Teror, Bek Jerman...
Trauma Teror, Bek Jerman Larang Keluarga ke Prancis
A A A
EVIAN - Bek Jerman Jerome Boateng masih dihinggapi trauma teror bom bunuh diri di Prancis pada 13 November 2015 lalu. Boateng merupakan salah satu saksi aksi peledakan yang terjadi di luar stadion Stade de France, Saint-Denis, saat Prancis menjamu Jerman pada laga persahabatan.

Boateng tak ingin mengambil risiko terhadap keluarganya. Itu sebabnya, dia melarang keluarganya ke Prancis menghadiri Piala Eropa 2016, 10 Juni-10 Juli nanti.

"Keluarga saya dan anak-anak saya tidak akan datang ke stadion. Risikonya terlalu besar," kata Jerome Boateng kepada majalah Sport Bild seperti dilansir Reuters. "Sangat menyedihkan harus berurusan dengan isu-isu seperti itu, tapi banyak hal terjadi yang membuat Anda harus berpikir tentang hal itu."

Prancis dalam keadaan darurat setelah bom November dan serangan senjata yang menewaskan 130 orang di seluruh Paris. Prancis, AS, dan pemerintah negara lainnya telah memperingatkan bahwa militan mungkin menargetkan turnamen sepak bola sebagai sasaran teror. (Baca juga: Jelang Kick-off Piala Eropa 2016, Kondisi Prancis Kian Mencekam).

Boateng bermain di pertandingan persahabatan melawan Prancis pada malam itu ketika ledakan terjadi di luar stadion selama pertandingan. Jerman menghabiskan banyak malam yang bersembunyi di dalam Stade de France sebelum bergegas ke bandara.

"Bagi saya, saya ingin berkonsentrasi pada sepak bola dan saya merasa lebih baik jika keluarga saya tidak duduk di tribun," ujar Boateng.

Jerman terjebak di Grup C bersama Ukraina, Polandia, dan Irlandia Utara. Laga Grup C digelar di Nice, Lille, Paris, dan Marseille. Laga pembuka Jerman melawan Ukraina di Stade Pierre-Mauroy, Lille, 12 Juni.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman Reinhard Grindel menyerahkan kepada pemain untuk memutuskan yang terbaik untuk keluarga mereka. "Ini adalah situasi yang setiap orang harus memutuskan untuk keluarga mereka sendiri," kata Grindel wartawan.

Lebih dari 90.000 polisi, tentara dan agen keamanan swasta akan dikerahkan untuk menjamin keamanan Piala Eropa 2016. "Saya menghormati itu tetapi tidak akan mengomentari hal itu. Apa yang akan saya katakan adalah bahwa kami percayaan penuh pada otoritas Prancis."
(sha)
Berita Terkait
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Hasil UEFA Nations League...
Hasil UEFA Nations League 2022/2023: Memalukan, Jerman Dibungkam Hungaria di Kandang
Jerman Tekuk Prancis...
Jerman Tekuk Prancis 2-1, Rudi Voeller Pantik Kekuatan Tim Panser
Hasil Sepak Bola Dunia:...
Hasil Sepak Bola Dunia: Inggris Ditahan, Jerman Menang Dramatis, Indonesia ke Final
Hansi Flick Dipecat,...
Hansi Flick Dipecat, Rudi Voeller Pimpin Timnas Jerman Hadapi Prancis
Agen Tegaskan Juergen...
Agen Tegaskan Juergen Klopp Tetap di Liverpool: Dia Punya Kontrak Jangka Panjang
Berita Terkini
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
48 menit yang lalu
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
1 jam yang lalu
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
1 jam yang lalu
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
2 jam yang lalu
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
3 jam yang lalu
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Juara, Viktor Lai Taklukkan Istora di Final Indonesia Open 2026
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved