Gagal Beri Poin, Sutan Harhara Optimistis Persela Bangkit
Senin, 13 Juni 2016 - 17:44 WIB
Gagal Beri Poin, Sutan Harhara Optimistis Persela Bangkit
A
A
A
LAMONGAN - Sutan Harhara gagal memberikan poin ketika menjalani debut sebagai pelatih Persela Lamongan. Tim kebanggaan Kota Soto harus kembali pulang dengan tangan hampa setelah dikalahkan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (11/6).
Gagal menyulap Persela dalam waktu singkat, Sutan tidak patah arang. Dia optimistis masih ada kesempatan besar bagi dirinya untuk memberikan perubahan positif pada tim. Dia pun membidik laga berikutnya sebagai momentum raup poin perdana.
"Saya tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena kalah di Bali. Karena bagaimana pun juga ada sisi positif yang ditunjukkan tim, yakni mereka bermain dengan baik. Itu yang membuat saya optimistis Persela tak lama lagi mendapat hasil bagus," tutur Sutan.
Sekilas pelatih berusia 63 tahun ini memang telah memberikan sentuhan perubahan pada skema tim. Dia mengembalikan formasi klasik 4-4-2 ketika bermain di Bali dan ternyata itu lebih mudah dicerna pemain dibanding strategi ala Stefan Hansson.
Persela juga tidak hanya menunggu bola dan terkungkung di pertahanan sendiri, tapi bisa memberikan beberapa kali ancaman sekaligus mencetak gol. Inilah yang disebut Sutan ada pertanda baik dari performa tim di Pulau Dewata.
"Memang kalau mengulas soal kekurangan, banyak sekali kekurangan dalam tim baik secara kemampuan individu maupun kerjasama pemain. Secara bertahap pasti saya akan mencari jalan untuk menyelesaikannya. Target saya di laga berikutnya sudah ada hasil positif," demikian Sutan.
Di lain kesempatan, kapten Persela Khoirul Huda juga mengakui ada perubahan yang diberikan Sutan Harhara semenjak ditunjuk sebagai pelatih. Huda mengamini bahwa perubahan dari sosok pelatih baru masih tetap membutuhkan waktu.
"Secara teknis ada perubahan yang diberikan pelatih baru. Tapi tentu saja butuh proses untuk bisa melihat hasilnya, karena pelatih Sutan Harhara baru beberapa hari menangani Persela. Saya lihat ada perkembangan dan tim akan berusaha lebih baik lagi," kata Huda.
Gagal menyulap Persela dalam waktu singkat, Sutan tidak patah arang. Dia optimistis masih ada kesempatan besar bagi dirinya untuk memberikan perubahan positif pada tim. Dia pun membidik laga berikutnya sebagai momentum raup poin perdana.
"Saya tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena kalah di Bali. Karena bagaimana pun juga ada sisi positif yang ditunjukkan tim, yakni mereka bermain dengan baik. Itu yang membuat saya optimistis Persela tak lama lagi mendapat hasil bagus," tutur Sutan.
Sekilas pelatih berusia 63 tahun ini memang telah memberikan sentuhan perubahan pada skema tim. Dia mengembalikan formasi klasik 4-4-2 ketika bermain di Bali dan ternyata itu lebih mudah dicerna pemain dibanding strategi ala Stefan Hansson.
Persela juga tidak hanya menunggu bola dan terkungkung di pertahanan sendiri, tapi bisa memberikan beberapa kali ancaman sekaligus mencetak gol. Inilah yang disebut Sutan ada pertanda baik dari performa tim di Pulau Dewata.
"Memang kalau mengulas soal kekurangan, banyak sekali kekurangan dalam tim baik secara kemampuan individu maupun kerjasama pemain. Secara bertahap pasti saya akan mencari jalan untuk menyelesaikannya. Target saya di laga berikutnya sudah ada hasil positif," demikian Sutan.
Di lain kesempatan, kapten Persela Khoirul Huda juga mengakui ada perubahan yang diberikan Sutan Harhara semenjak ditunjuk sebagai pelatih. Huda mengamini bahwa perubahan dari sosok pelatih baru masih tetap membutuhkan waktu.
"Secara teknis ada perubahan yang diberikan pelatih baru. Tapi tentu saja butuh proses untuk bisa melihat hasilnya, karena pelatih Sutan Harhara baru beberapa hari menangani Persela. Saya lihat ada perkembangan dan tim akan berusaha lebih baik lagi," kata Huda.
(aww)