Punya Catatan Impresif, Apakah Ini Pertanda Marquez Juara?
Selasa, 14 Juni 2016 - 03:42 WIB
Punya Catatan Impresif, Apakah Ini Pertanda Marquez Juara?
A
A
A
CERVERA - Belajar dari kesalahan telah menjadikan Marc Marquez menjelma bak pembalap yang sulit dikalahkan. Dalam sebuah wawancara dengan salah satu media, dia berkata hasil minor yang terjadi pada tahun lalu bisa dikatakan sebagai kunci keberhasilannya di musim ini.
Sejak Marquez memulai debut bersama Repsol Honda pada 2013 lalu, tidak ada yang pernah menyangka jika pemilik nomor 93 itu bakal memberikan kado istimewa di tahun pertama dan kedua. Seiring prestasi yang ditorehkannya itu nama pembalap kelahiran Cervera, 17 Februari 1993 itu mulai akrab di telinga penikmat balap kuda besi.
Sayangnya, ketika Marquez berusaha mempertahankan mahkota juara MotoGP ketiga kalinya secara beruntun dia malah kewalahan menghadapi persaingan sengit Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo di paruh pertama. Dari tujuh balapan awal, pembalap berusia 23 tahun itu tercatat hanya mencetak 69 poin, dengan rincian hanya dua kali naik podium. Dan gagal mencetak poin di tiga balapan.
Ini jauh berbanding terbalik dengan pencapaian di musim ini dimana Marquez mampu mengumpulkan 125 poin atau unggul 56 poin dari tahun lalu. Dia menjelaskan sebenarnya tidak ada trik khusus, hanya saja ia mengambil pengalaman berharga yang terjadi pada 2015.
"Saya mungkin belajar banyak dari tahun 2015, ketimbang debut saya di MotoGP (2013). Tahun lalu saya harus menghadapi tekanan yang Anda tidak pernah merasa ketika Anda menang. Jika Anda membuat satu kali kesalahan mungkin semua orang akan menganggap normal, tapi bagaiman jika itu terus berulang-ulang," jelas Marquez seperti dikutip Motorsport, Rabu (14/6/2016).
Lebih jauh Marquez berkata: "Saya membuat kesalahan di paruh pertama terutama di Mugello dan Barcelona (tahun lalu). Pada balapan itu saya tidak siap untuk menerapkan serangan, dan itu jelas sangat sulit untuk tidak memenangkan balapan setelah sukses di musim sebelumnya."
Marquez pun berharap pengalaman itu bisa mengantarkannya lebih dewasa dan mengambil setiap keputusan. Sehingga itu akan bermanfaat pada karier ke depannya.
"Saya yakin bahwa setelah melewati masa sulit ini, saya bisa merasakan manfaatnya," tutup Marquez.
Sejak Marquez memulai debut bersama Repsol Honda pada 2013 lalu, tidak ada yang pernah menyangka jika pemilik nomor 93 itu bakal memberikan kado istimewa di tahun pertama dan kedua. Seiring prestasi yang ditorehkannya itu nama pembalap kelahiran Cervera, 17 Februari 1993 itu mulai akrab di telinga penikmat balap kuda besi.
Sayangnya, ketika Marquez berusaha mempertahankan mahkota juara MotoGP ketiga kalinya secara beruntun dia malah kewalahan menghadapi persaingan sengit Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo di paruh pertama. Dari tujuh balapan awal, pembalap berusia 23 tahun itu tercatat hanya mencetak 69 poin, dengan rincian hanya dua kali naik podium. Dan gagal mencetak poin di tiga balapan.
Ini jauh berbanding terbalik dengan pencapaian di musim ini dimana Marquez mampu mengumpulkan 125 poin atau unggul 56 poin dari tahun lalu. Dia menjelaskan sebenarnya tidak ada trik khusus, hanya saja ia mengambil pengalaman berharga yang terjadi pada 2015.
"Saya mungkin belajar banyak dari tahun 2015, ketimbang debut saya di MotoGP (2013). Tahun lalu saya harus menghadapi tekanan yang Anda tidak pernah merasa ketika Anda menang. Jika Anda membuat satu kali kesalahan mungkin semua orang akan menganggap normal, tapi bagaiman jika itu terus berulang-ulang," jelas Marquez seperti dikutip Motorsport, Rabu (14/6/2016).
Lebih jauh Marquez berkata: "Saya membuat kesalahan di paruh pertama terutama di Mugello dan Barcelona (tahun lalu). Pada balapan itu saya tidak siap untuk menerapkan serangan, dan itu jelas sangat sulit untuk tidak memenangkan balapan setelah sukses di musim sebelumnya."
Marquez pun berharap pengalaman itu bisa mengantarkannya lebih dewasa dan mengambil setiap keputusan. Sehingga itu akan bermanfaat pada karier ke depannya.
"Saya yakin bahwa setelah melewati masa sulit ini, saya bisa merasakan manfaatnya," tutup Marquez.
(bbk)