Waduh, MU Terusir dari Markas Sendiri
Kamis, 16 Juni 2016 - 18:06 WIB
Waduh, MU Terusir dari Markas Sendiri
A
A
A
MADURA - Komisi Disiplin (Komdis) PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator Indonesia Soccer Championship (ISC) menjatuhkan hukuman berat untuk Madura United FC (MU). Dalam tiga laga ke depan MU tak bisa tampil di markasnya, Stadion Gelora Bangkalan.
Hukuman itu diberikan akibat penggunaan flare atau kembang api dalam pertandingan. Saat MU menjamu Persiba Balikpapan 13 Juni 2016 lalu, para suoprter tuan rumah kedapatan menyalakan flare hingga mengganggu jalannya laga.
"Merajuk pada Pasal 20 dan Pasal 64 Ayat 1 (a) dan (b) Kode Disiplin ISC, Madura United FC diberikan sanksi bertanding di tempat netral selama tiga pertandingan kandang, pekan 7, pekan 9 dan pekan 11," bunyi pernyataan Komdis.
Melihat hukuman tersebut, MU tentunya harus mencari stadion lain untuk dijadikan 'rumah' sementara. Namun sebelum memutuskan itu, manajemen MU ingin mengajukan banding agar hukuman yang mereka terima dapat dikurangi.
"Ini menjadi jeweran bagi Madura United dan kami merasakan sangat berat. Manajemen masih berupaya melakukan banding, saya mengirim Manager Haruna Soemitro untuk datang ke PT GTS. Semoga sanksi untuk Madura United bisa minimal diperingan," ujar CEO MU, Achsanul Qosasi.
"Panpel sebelum pertandingan sudah melakukan koordinasi dan melarang suporter membawa flare masuk stadion. Kami juga sudah memberikan pengarahan pada suporter soal kerugian memakai flare. Tampaknya ada sisi yang diabaikan oleh Komdis dan saya akan menjelaskannya," ucap Haruna menambahkan.
Sanksi laga usiran dianggap menjadi penghambat tekad MU yang ingin menyapu bersih poin selama Ramadhan. Padahal mereka sudah mengawali misi tersebut dengan sangat bagus, yakni mengalahkan Persiba Balikpapan 3-1.
Hukuman itu diberikan akibat penggunaan flare atau kembang api dalam pertandingan. Saat MU menjamu Persiba Balikpapan 13 Juni 2016 lalu, para suoprter tuan rumah kedapatan menyalakan flare hingga mengganggu jalannya laga.
"Merajuk pada Pasal 20 dan Pasal 64 Ayat 1 (a) dan (b) Kode Disiplin ISC, Madura United FC diberikan sanksi bertanding di tempat netral selama tiga pertandingan kandang, pekan 7, pekan 9 dan pekan 11," bunyi pernyataan Komdis.
Melihat hukuman tersebut, MU tentunya harus mencari stadion lain untuk dijadikan 'rumah' sementara. Namun sebelum memutuskan itu, manajemen MU ingin mengajukan banding agar hukuman yang mereka terima dapat dikurangi.
"Ini menjadi jeweran bagi Madura United dan kami merasakan sangat berat. Manajemen masih berupaya melakukan banding, saya mengirim Manager Haruna Soemitro untuk datang ke PT GTS. Semoga sanksi untuk Madura United bisa minimal diperingan," ujar CEO MU, Achsanul Qosasi.
"Panpel sebelum pertandingan sudah melakukan koordinasi dan melarang suporter membawa flare masuk stadion. Kami juga sudah memberikan pengarahan pada suporter soal kerugian memakai flare. Tampaknya ada sisi yang diabaikan oleh Komdis dan saya akan menjelaskannya," ucap Haruna menambahkan.
Sanksi laga usiran dianggap menjadi penghambat tekad MU yang ingin menyapu bersih poin selama Ramadhan. Padahal mereka sudah mengawali misi tersebut dengan sangat bagus, yakni mengalahkan Persiba Balikpapan 3-1.
(bep)