Mo Farah: Jatuh, Bangkit, dan Rebut Medali Emas

Minggu, 14 Agustus 2016 - 18:00 WIB
Mo Farah: Jatuh, Bangkit,...
Mo Farah: Jatuh, Bangkit, dan Rebut Medali Emas
A A A
RIO DE JANEIRO - Sebagai atlet, bangkit dari keterpurukan merupakan hal yang wajib dilakukan demi meraih prestasi. Mo Farah adalah contohnya, pelari asal Inggris sukses menyabet emas cabang lari jarak jauh 10 km Olimpiade Rio 2016 meski sempat terjatuh dalam pelombaan.

Farah yang berhasil merebut emas di lari jarak jauh 5 km dan 10 km Olimpiade London 2012, berhasil memenangi emas ketiganya di Rio. Pelari berusia 33 tahun kembali jadi yang tercepat di nomor 10 km yang berlangsung di Olympic Stadium, Minggu (14/8/2016).

Ia mencatat waktu terbaik 27:05.17 detik. Pelari kelahiran Somalia lebih cepat 47 detik dari Paul Kipngetich Tanui asal Kenya. Sementara tempat ketiga diisi Tamirat Tola dari Ethiopia.

Memang bukan hal baru Farah dinobatkan sebagai raja lari jarak jauh, namun di gelaran Rio kali ini, prestasinya bisa dibilang pantas masuk buku sejarah. Bagaimana tidak, kemenangannya meraih medali emas diwarnai insiden terjatuh.

Pada lap kesepuluh, Farah tak sengaja tersandung rekannya sendiri, Galen Rupp. Kejadian itu membuatnya jelas tertinggal dari pesaingnya.
Mo Farah: Jatuh, Bangkit, dan Rebut Medali Emas

Mo Farah: Jatuh, Bangkit, dan Rebut Medali Emas

Mo Farah: Jatuh, Bangkit, dan Rebut Medali Emas

Foto: Daily Mail/BBC

Farah tersandung, tapi kakinya seolah tak menunjukkan masalah. Dia memacu sekau tenaga, menyelesaikan putaran final dengan waktu 55 detik. Dia menjangkau final 100 meter dengan waktu 13,3 detik dan akhirnya menyentuh garis finis. Selebrasi khasnya, Mo-bot, yakni melipat tangan berbentuk hati di atas kepalanya langsung diperagakan sebelum bersujud di trek Olympic Stadium merayakan kemenangannya.
Mo Farah: Jatuh, Bangkit, dan Rebut Medali Emas

Mo Farah: Jatuh, Bangkit, dan Rebut Medali Emas

Mo Farah: Jatuh, Bangkit, dan Rebut Medali Emas

Foto: REUTERS/Alessandro Bianchi/Kai Pfaffenbach

"Ketika saya jatuh, saya cuma pikir cobalah bangkit dan bangun. Jangan panik, jangan panik, jangan panik. Lalu saya bangun dan coba melewatinya," ujar Farah seperti dilansir New York Times.

"Segera setelah saya bangun, saya harap orang-orang tidak melihat saya jatuh. Mereka memang membuat sedikit lonjakan. Saya pikir oke, saya masih punya cukup jarak untuk mengejar. Jika itu terjadi sekitar lima atau enam lap lagi, saya kira balapan sudah berakhir," tandasnya.

Farah yang pindah ke Inggris dari Somalia sejak usia 8 tahun, memang pantas disejajarkan dengan legenda trek seperti Emil Zatopek Cekoslowakia dan Kenenisa Bekele dari Ethiopia sebagai atlet yang bisa menangi dua nomor di satu Olimpiade. Lalu, Farah juga mengulang cerita Lasse Viren asal Finlandia, yang juga sempat jatuh di nomor 10 km, di Olimpiade Muenchen 1972, namun bisa bangkit dan memenangkan perlombaan.

Kini, Farah tinggal menuntaskan perlombaan 5km yang akan berlangsung Sabtu depan. Jika menang, artinya Farah akan mengulang suksesnya empat tahun lalu.
(sha)
Berita Terkait
Malaysia Open 2023:...
Malaysia Open 2023: Rehan/Lisa Ungkap Kunci Sukses Singkirkan Peraih Perak Olimpiade Rio 2016
Koleksi UT Terbaru Sematkan...
Koleksi UT Terbaru Sematkan Karya dari Mendiang Seniman Amerika
9 Atlet dengan Bayaran...
9 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di Olimpiade Tokyo 2020
Kursi Kosong dan Tak...
Kursi Kosong dan Tak Ada Kemeriahan di Opening Ceremony Olimpiade Tokyo 2020
Situs Porno Tawari Pertunjukan...
Situs Porno Tawari Pertunjukan Seks Digital untuk Peraih Emas Olimpiade Tokyo 2020
RESMI: Guinea Kirim...
RESMI: Guinea Kirim 5 Atlet ke Olimpiade Tokyo 2020
Berita Terkini
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia Vs Mozambik, Beckham Putra Tulis Pesan Motivasi
19 menit yang lalu
Jonatan Christie Tak...
Jonatan Christie Tak Mau Terbebani Ekspektasi di Final Indonesia Open 2026
3 jam yang lalu
Iran Tuduh AS Bermain...
Iran Tuduh AS Bermain Politik Jelang Piala Dunia 2026, Sejumlah Pejabat Tim Belum Kantongi Visa
3 jam yang lalu
Lolos Final Indonesia...
Lolos Final Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin Apresiasi Dukungan Badminton Lovers
3 jam yang lalu
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
8 jam yang lalu
Shin Tae-yong Jadi Pelatih...
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija?
8 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved