MU Cemas, Target Juara Paruh Musim Diganggu Penurunan Performa
Senin, 15 Agustus 2016 - 19:39 WIB
MU Cemas, Target Juara Paruh Musim Diganggu Penurunan Performa
A
A
A
MADURA - Madura United (MU) FC masih cemas dengan performa tim kendati sukses mengembalikan kemenangan dan berada di puncak klasemen sementara Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Melihat penampilan di dua laga terakhir, atau saat dikalahkan Semen Padang dan menang atas Persela Lamongan, MU justru mengalami penurunan.
Pasukan Gomes De Oliviera tidak lagi menunjukkan permainan efektif dan kinerja sejumlah pemain cenderung menurun. Kondisi ini membuat manajemen meminta pelatih dan manager untuk fokus pada peningkatan kualitas. Bahkan CEO Madura United Achsanul Qosasi sempat menyindir manajer Haruna Soemitro agar membawa timnya piknik atau nonton film agar ada penyegaran.
Achsanul melihat ada perbedaan mencolok dalam penampilan Fabiano Beltrame dkk di dua laga terakhirnya. "Sangat jelas ada penurunan. Pelatih dan manager harus secepatnya menangani hal itu. Bagaimana pun caranya, tim harus kembali pada kualitas terbaiknya," sebut Achsanul Qosasi.
MU berupaya keras agar bisa menutup putaran pertama ISC 2016 sebagai juara paruh musim. Untuk mewujudkan itu, Sape Kerap wajib menambah enam angka dari dua laga ke depan, yakni mengunjungi markas Perseru Serui dan menjamu Barito Putera.
Walau keduanya bukan tim papan atas, namun MU tidak mau jemawa dan memprediksi pertarungan akan tetap sulit. "Saya meminta dua pertandingan sisa di putaran pertama bisa diselesaikan dengan kemenangan. Memang tidak mudah, tapi dengan peningkatan permainan saya yakin bisa," tambahnya.
Pelatih MU Gomes De Oliviera juga menyadari ada yang kurang gereget dalam penampilan skuatnya akhir-akhir ini. Namun dia beralasan absennya pemain serta ada yang baru pulih dari cedera menjadikan timnya sulit menjaga keseimbangan.
Saat bermain kontra Persela, tidak ada nama Dane Milovanovic dan Rendy Siregar. Eric Weeks juga masih belum bermain dalam kondisi puncak setelah kembali dari cedera. "Saya tahu tim ada sedikit penurunan. Saya tetap optimistis tim akan kembali menunjukkan permainan terbaiknya," yakin Gomes.
Laga kontra Perseru kembali menjadi ujian sulit bagi anak-anak Madura, karena kekuatan lawan sulit terdeteksi maupun diprediksi. Perseru bisa mengalahkan Persib Bandung di kandangnya, serta menang ketika menyatroni markas Persiba Balikpapan.
Pasukan Gomes De Oliviera tidak lagi menunjukkan permainan efektif dan kinerja sejumlah pemain cenderung menurun. Kondisi ini membuat manajemen meminta pelatih dan manager untuk fokus pada peningkatan kualitas. Bahkan CEO Madura United Achsanul Qosasi sempat menyindir manajer Haruna Soemitro agar membawa timnya piknik atau nonton film agar ada penyegaran.
Achsanul melihat ada perbedaan mencolok dalam penampilan Fabiano Beltrame dkk di dua laga terakhirnya. "Sangat jelas ada penurunan. Pelatih dan manager harus secepatnya menangani hal itu. Bagaimana pun caranya, tim harus kembali pada kualitas terbaiknya," sebut Achsanul Qosasi.
MU berupaya keras agar bisa menutup putaran pertama ISC 2016 sebagai juara paruh musim. Untuk mewujudkan itu, Sape Kerap wajib menambah enam angka dari dua laga ke depan, yakni mengunjungi markas Perseru Serui dan menjamu Barito Putera.
Walau keduanya bukan tim papan atas, namun MU tidak mau jemawa dan memprediksi pertarungan akan tetap sulit. "Saya meminta dua pertandingan sisa di putaran pertama bisa diselesaikan dengan kemenangan. Memang tidak mudah, tapi dengan peningkatan permainan saya yakin bisa," tambahnya.
Pelatih MU Gomes De Oliviera juga menyadari ada yang kurang gereget dalam penampilan skuatnya akhir-akhir ini. Namun dia beralasan absennya pemain serta ada yang baru pulih dari cedera menjadikan timnya sulit menjaga keseimbangan.
Saat bermain kontra Persela, tidak ada nama Dane Milovanovic dan Rendy Siregar. Eric Weeks juga masih belum bermain dalam kondisi puncak setelah kembali dari cedera. "Saya tahu tim ada sedikit penurunan. Saya tetap optimistis tim akan kembali menunjukkan permainan terbaiknya," yakin Gomes.
Laga kontra Perseru kembali menjadi ujian sulit bagi anak-anak Madura, karena kekuatan lawan sulit terdeteksi maupun diprediksi. Perseru bisa mengalahkan Persib Bandung di kandangnya, serta menang ketika menyatroni markas Persiba Balikpapan.
()