Berusaha Mempertahankan Gelar, Juventus Menentang Aturan Baru Serie A
Rabu, 24 Agustus 2016 - 18:55 WIB
Berusaha Mempertahankan Gelar, Juventus Menentang Aturan Baru Serie A
A
A
A
TURIN - Direktur olah raga Juventus, Giuseppe 'Beppe' Marotta, berbicara kalau mereka menentang penerapan aturan baru soal jumlah minimal pemain Italia di Serie A.
Sebagaimana musim 2016/17 baru memulai giornata pertama, seluruh klub peserta di Serie A diharuskan mendaftarkan 25 pemain. Yang mana memasukkan setidaknya empat pemain domestik dari akademi mereka dan empat pemain domestik lagi yang telah bermain di kasta teratas dengan minimal pengalaman setahun (total 8 pemain lokal).
Dengan aturan teknis ini, diharapkan bakal menolong munculnya bakat-bakat dari pemain lokal, sekaligus mencegah invasi dari pemain asing di Italia. Dan Juventus via direktur olah raga mereka ternyata tidak suka dengan aturan baru ini.
“Aturan ini malah justru berlawanan dengan tontonan,” sembur Marotta seperti dilaporkan Tuttosport, Rabu (24/8/2016).
“Kami sedang dalam usaha mempertahankan gelar juara, tapi kemudian aturan seperti ini diterapkan. Sungguh ini tidak masuk akal. Aturan ini, dalam momen historis dan istimewa dari gerakan Italia, malah justru membawa dampak negatif yang besar karena malah justru akan membatasi tontonan sepak bola,” imbuhnya.
Nah atas aturan ini, mungkin bakal membuat I Bianconeri mengorbankan Hernanes dari skuat Liga Champions mereka. Karena aturan tersebut sama persis dengan yang diberlakukan UEFA di kompetisi antar klub Eropa. Oleh sebab itu, Juve dan klub-klub lainnya dituntut untuk segera menemukan solusi yang tepat.
Idealnya menurut klub-klub besar di Italia, mereka harusnya bisa mempromosikan tim kedua atau tim cadangan yang juga dimiliki oleh klub, tapi bermain di Lega Pro (dulunya Serie C, kasta ketiga di kompetisi sepak bola profesional Italia setelah Serie A dan Serie B).
Dengan ini, akan membuat setiap klub membudidayakan sendiri para pemain mereka, khususnya generasi muda, tanpa harus meminjamkannya kepada klub-klub lain untuk mematangkan kemampuannya.
Sebagaimana musim 2016/17 baru memulai giornata pertama, seluruh klub peserta di Serie A diharuskan mendaftarkan 25 pemain. Yang mana memasukkan setidaknya empat pemain domestik dari akademi mereka dan empat pemain domestik lagi yang telah bermain di kasta teratas dengan minimal pengalaman setahun (total 8 pemain lokal).
Dengan aturan teknis ini, diharapkan bakal menolong munculnya bakat-bakat dari pemain lokal, sekaligus mencegah invasi dari pemain asing di Italia. Dan Juventus via direktur olah raga mereka ternyata tidak suka dengan aturan baru ini.
“Aturan ini malah justru berlawanan dengan tontonan,” sembur Marotta seperti dilaporkan Tuttosport, Rabu (24/8/2016).
“Kami sedang dalam usaha mempertahankan gelar juara, tapi kemudian aturan seperti ini diterapkan. Sungguh ini tidak masuk akal. Aturan ini, dalam momen historis dan istimewa dari gerakan Italia, malah justru membawa dampak negatif yang besar karena malah justru akan membatasi tontonan sepak bola,” imbuhnya.
Nah atas aturan ini, mungkin bakal membuat I Bianconeri mengorbankan Hernanes dari skuat Liga Champions mereka. Karena aturan tersebut sama persis dengan yang diberlakukan UEFA di kompetisi antar klub Eropa. Oleh sebab itu, Juve dan klub-klub lainnya dituntut untuk segera menemukan solusi yang tepat.
Idealnya menurut klub-klub besar di Italia, mereka harusnya bisa mempromosikan tim kedua atau tim cadangan yang juga dimiliki oleh klub, tapi bermain di Lega Pro (dulunya Serie C, kasta ketiga di kompetisi sepak bola profesional Italia setelah Serie A dan Serie B).
Dengan ini, akan membuat setiap klub membudidayakan sendiri para pemain mereka, khususnya generasi muda, tanpa harus meminjamkannya kepada klub-klub lain untuk mematangkan kemampuannya.
(sbn)