Leicester City dan Cerita Manis Tim Debutan di Liga Champions
Kamis, 25 Agustus 2016 - 15:42 WIB
Leicester City dan Cerita Manis Tim Debutan di Liga Champions
A
A
A
MONACO - Leicester City siap menatap Liga Champions pertamanya sepanjang sejarah saat tampil di edisi 2016/2017. Tanpa membawa modal apapun di kompetisi Eropa, bisakah wakil Britania Raya itu berbicara banyak dalam debutnya?
Leicester sukses menggoreskan tinta emas sebagai salah satu klub medioker yang jadi juara Liga Inggris. The Foxes merebut gelar juara dari tangan raksasa London, Chelsea, sekaligus memenangi persaingan dengan tim kuat lainnya seperti Tottenham Hotspur, Arsenal, dan Manchester City.
Kesuksesan itu membawa tim besutan Claudio Ranieri langsung lolos ke putaran final Liga Champions 2016/2017. Hebatnya, mereka ditempatkan di Pot 1 atau unggulan bersama para juara liga populer di Eropa jelang pengundian yang berlangsung Kamis (25/8/2016) pukul 23.00 WIB. (Baca Juga: Arsenal Hindari Barca: Ini Skenario Undian Grup Liga Champions 2016/2017 Nanti Malam)
Ujian yang lebih berat jelas akan dihadapi Leicester. Tanpa membawa modal apapun ke di Liga Champions, banyak pertanyaan muncul: mampukah Jamie Vardy dkk kali ini membuat dongeng di kompetisi antar-klub paling prestisius tersebut?
Beruntung, Leicester punya banyak referensi untuk bisa tampil apik dalam debutnya di Liga Champions. Seperti dilansir Sky Sports, Kamis (25/8/2016), ada beberapa klub yang bisa tampil impresif sejak fase kualifikasi, hingga lolos sampai fase knock-out.
1. Bayern Leverkusen
![Leicester City dan Cerita Manis Tim Debutan di Liga Champions]()
Tim yang berdiri pada 1904 ini mirip dengan Leicester, butuh waktu lama untuk bisa mengejutkan Bundesliga. Meski bisa jadi juara Liga Europa pada musim 1987/1988, mereka bisa berbicara banyak di Liga Jerman pada tahun 1990-an.
Puncaknya terjadi ketika Leverkusen jadi runner up Bundesliga musim 1996/1997 di bawah Bayern Muenchen. Keberhasilan itu membuatnya bisa tampil di Liga Champions musim depan lewat jalur kualifikasi.
Kesempatan itu tak mereka sia-siakan. Leverkusen masuk ke putaran final dan tergabung di Grup F dengan Monaco, Sporting Lisbon, dan Lierse. Karena pada waktu itu masih diberlakukan ranking runner up (mencari dua runner up grup terbaik untuk lolos ke perempat final), Leverkusen pun lolos. Sayang, kiprah mereka terhenti di tangan Real Madrid yang ketika itu akhirnya keluar sebagai juara.
2. Lazio
![Leicester City dan Cerita Manis Tim Debutan di Liga Champions]()
Lazio bisa dibilang salah satu kuda hitam terbaik di kancah sepak bola dunia. Memasuki tahun 2000-an, tim berlogo elang itu sempat merajai kompetisi Italia dan Eropa.
Pada musim 1998/1999, Lazio keluar sebagai runner up yang mengantar mereka lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya, mereka langsung menembus babak perempat final.
Lazio yang keluar sebagai juara grup A, lolos ke fase grup selanjutnya dan kembali jadi juara grup D mengalahkan Chelsea, Feyenoord, dan Marseille. Namun kiprah mereka terhenti dari Valencia di perempat final.
Lazio yang tersingkir akhirnya turun ke Liga Europa setelah dapat jatah sebagai wakil dari Liga Champions. Hebatnya, mereka malah keluar sebagai juara, menggenapi trofi Piala Super Italia yang sudah mereka raih.
3. Deportivo La Coruna
![Leicester City dan Cerita Manis Tim Debutan di Liga Champions]()
Sama seperti Leicester, Deportivo melenggang ke Liga Champions pertama kalinya setelah dengan gemilang merengkuh gelar La Liga Spanyol musim 2000. Tampil sebagai debutan, Super Depor sukses membuat kejutan.
Tim asal Galicia itu memuncaki dua kali fase grup. Perjalanan mereka pun terhenti di tangan Leeds United setelah kalah 2-3 dalam pertandingan dua leg. Sempat digebuk 0-3 di Inggris, Deportivo cuma bisa menang 2-0 di Estadio Riazor. Tiga tahun berselang, Deportivo kembali tampil impresif hingga bisa menembus babak semifinal. Perjalanan mereka dihentikan FC Porto yang ketika itu keluar sebagai juara di tangan Jose Mourinho.
4. Villareal
![Leicester City dan Cerita Manis Tim Debutan di Liga Champions]()
Setelah Deportivo, Villareal meneruskan wakil Negeri Matador yang bisa langsung tampil impresif di Liga Champions. Pada edisi 2005/2006, si Kapal Selam Kuning bisa melaju hingga babak semifinal.
Setelah jadi juara Grup D, Villareal menyingkirkan Glasgow Rangers dan Inter Milan di fase knock out. Perjalanan tim yang ketika itu dibesut Manuel Pellegrini berakhir di tangan Arsenal, yang pada akhirnya juga kalah di final dari Barcelona.
5. Tottenham Hotspur
![Leicester City dan Cerita Manis Tim Debutan di Liga Champions]()
Debut Tottenham di Liga Champions pada musim 2010/2011 jelas bakal dikenang sepanjang masa. Selain itu, aksi gemilang Gareth Bale yang membantu timnya melenggang ke perempat final juga jadi awal mula pemain asal Wales dilirik klub besar.
Tottenham dibawa Bale jadi juara Grup A dengan poin 11. Salah satu aksinya yang paling diingat adalah ketika ia mencetak hat-trick ke gawang Inter Milan di San Siro di penyisihan grup.
Selanjutnya, Tottenham kembali bermain gemilang di babak 16 besar dengan menyingkirkan AC Milan. Sayang, kiprah mereka di Liga Champions berakhir dengan kekalahan agregat 0-5 dari Real Madrid.
Leicester sukses menggoreskan tinta emas sebagai salah satu klub medioker yang jadi juara Liga Inggris. The Foxes merebut gelar juara dari tangan raksasa London, Chelsea, sekaligus memenangi persaingan dengan tim kuat lainnya seperti Tottenham Hotspur, Arsenal, dan Manchester City.
Kesuksesan itu membawa tim besutan Claudio Ranieri langsung lolos ke putaran final Liga Champions 2016/2017. Hebatnya, mereka ditempatkan di Pot 1 atau unggulan bersama para juara liga populer di Eropa jelang pengundian yang berlangsung Kamis (25/8/2016) pukul 23.00 WIB. (Baca Juga: Arsenal Hindari Barca: Ini Skenario Undian Grup Liga Champions 2016/2017 Nanti Malam)
Ujian yang lebih berat jelas akan dihadapi Leicester. Tanpa membawa modal apapun ke di Liga Champions, banyak pertanyaan muncul: mampukah Jamie Vardy dkk kali ini membuat dongeng di kompetisi antar-klub paling prestisius tersebut?
Beruntung, Leicester punya banyak referensi untuk bisa tampil apik dalam debutnya di Liga Champions. Seperti dilansir Sky Sports, Kamis (25/8/2016), ada beberapa klub yang bisa tampil impresif sejak fase kualifikasi, hingga lolos sampai fase knock-out.
1. Bayern Leverkusen

Tim yang berdiri pada 1904 ini mirip dengan Leicester, butuh waktu lama untuk bisa mengejutkan Bundesliga. Meski bisa jadi juara Liga Europa pada musim 1987/1988, mereka bisa berbicara banyak di Liga Jerman pada tahun 1990-an.
Puncaknya terjadi ketika Leverkusen jadi runner up Bundesliga musim 1996/1997 di bawah Bayern Muenchen. Keberhasilan itu membuatnya bisa tampil di Liga Champions musim depan lewat jalur kualifikasi.
Kesempatan itu tak mereka sia-siakan. Leverkusen masuk ke putaran final dan tergabung di Grup F dengan Monaco, Sporting Lisbon, dan Lierse. Karena pada waktu itu masih diberlakukan ranking runner up (mencari dua runner up grup terbaik untuk lolos ke perempat final), Leverkusen pun lolos. Sayang, kiprah mereka terhenti di tangan Real Madrid yang ketika itu akhirnya keluar sebagai juara.
2. Lazio

Lazio bisa dibilang salah satu kuda hitam terbaik di kancah sepak bola dunia. Memasuki tahun 2000-an, tim berlogo elang itu sempat merajai kompetisi Italia dan Eropa.
Pada musim 1998/1999, Lazio keluar sebagai runner up yang mengantar mereka lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya, mereka langsung menembus babak perempat final.
Lazio yang keluar sebagai juara grup A, lolos ke fase grup selanjutnya dan kembali jadi juara grup D mengalahkan Chelsea, Feyenoord, dan Marseille. Namun kiprah mereka terhenti dari Valencia di perempat final.
Lazio yang tersingkir akhirnya turun ke Liga Europa setelah dapat jatah sebagai wakil dari Liga Champions. Hebatnya, mereka malah keluar sebagai juara, menggenapi trofi Piala Super Italia yang sudah mereka raih.
3. Deportivo La Coruna

Sama seperti Leicester, Deportivo melenggang ke Liga Champions pertama kalinya setelah dengan gemilang merengkuh gelar La Liga Spanyol musim 2000. Tampil sebagai debutan, Super Depor sukses membuat kejutan.
Tim asal Galicia itu memuncaki dua kali fase grup. Perjalanan mereka pun terhenti di tangan Leeds United setelah kalah 2-3 dalam pertandingan dua leg. Sempat digebuk 0-3 di Inggris, Deportivo cuma bisa menang 2-0 di Estadio Riazor. Tiga tahun berselang, Deportivo kembali tampil impresif hingga bisa menembus babak semifinal. Perjalanan mereka dihentikan FC Porto yang ketika itu keluar sebagai juara di tangan Jose Mourinho.
4. Villareal

Setelah Deportivo, Villareal meneruskan wakil Negeri Matador yang bisa langsung tampil impresif di Liga Champions. Pada edisi 2005/2006, si Kapal Selam Kuning bisa melaju hingga babak semifinal.
Setelah jadi juara Grup D, Villareal menyingkirkan Glasgow Rangers dan Inter Milan di fase knock out. Perjalanan tim yang ketika itu dibesut Manuel Pellegrini berakhir di tangan Arsenal, yang pada akhirnya juga kalah di final dari Barcelona.
5. Tottenham Hotspur

Debut Tottenham di Liga Champions pada musim 2010/2011 jelas bakal dikenang sepanjang masa. Selain itu, aksi gemilang Gareth Bale yang membantu timnya melenggang ke perempat final juga jadi awal mula pemain asal Wales dilirik klub besar.
Tottenham dibawa Bale jadi juara Grup A dengan poin 11. Salah satu aksinya yang paling diingat adalah ketika ia mencetak hat-trick ke gawang Inter Milan di San Siro di penyisihan grup.
Selanjutnya, Tottenham kembali bermain gemilang di babak 16 besar dengan menyingkirkan AC Milan. Sayang, kiprah mereka di Liga Champions berakhir dengan kekalahan agregat 0-5 dari Real Madrid.
(bbk)