Kisah Bus Bandros Pengangkut Pahlawan Olah Raga

Sabtu, 27 Agustus 2016 - 02:00 WIB
Kisah Bus Bandros Pengangkut...
Kisah Bus Bandros Pengangkut Pahlawan Olah Raga
A A A
JAKARTA - Buat sebagian masyarakat kota Bandung, bus Bandros rasanya bukan barang asing. Tapi, buat sebagian masyarakat kehadiran bus bertingkat tidak beratap itu pastinya sesuatu hal baru dan menarik. Apalagi bus tersebut mengangkut para pahlawan olah raga, peraih medali di Olimpiade 2016 lalu, seperti Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan.

Sambutan hangat diberikan masyarakat. Tak hanya para pengendara atau masyarakat yang membanjiri jalanan, saat arak-arakan yang dilakukan selama dua hari itu. Anak-anak sekolah berbaris di sisi jalan hanya untuk melihat dan melambaikan tangan kepada duta bangsa di pentas dunia.

Namun, mungkin tidak ada yang menyangka kalau bus tersebut digagas oleh PT Bintang Toedjoe selaku produsen Extra Joss. Bus ini juga ikut mengarak Persib Bandung saat ISL musim 2014 silam.

Presiden Direktur Bintang Toedjoe Simon Jonatan mengaku hingga kini tidak menyangka jika ide spontannya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Hanya dalam waktu kurang dari 12 jam, bus yang tidak terpakai di Bandung itu harus dilarikan ke Jakarta untuk diperbaiki sekaligus dihias.

"Saya sodorkan kepada menteri, agar dilakukan arak-arakan dan konvoi. Menteri pun setuju dan meminta bus terbuka dan kita pilih bus Bandros. Tapi yang buat tegang, persiapan itu kurang dari 12 jam. Karena bus harus diperbaiki dan dihias, posisinya juga ada di Bandung," kenang Simon.

Lewat dukungan Kemenpora, Kepolisian serta Pemerintah Kota Bandung, bus yang semula berwarna biru muda itu pun sukses terparkir di halaman Kantor Kemenpora dan disulap dengan kombinasi warna merah putih. Selain itu, semua simbol negara juga disematkan dalam setiap sisi bus.

"Kemenpora minta bus itu diubah, didandanin nuansa 17-an. Kombinasi merah putih dan harus bisa dipakai dalam 12 jam ke depan. Jadi mirip cerita Roro Jonggrang dan Bandung Banduwoso, waktunya sedikit dan tidak ada kata tidak bisa buat para atlet kita," lanjutnya.

Walau ide berhasil dituangkan, Simon mengaku tidak lantas jemawa. Pihaknya justru berharap dapat terus membantu para atlet Indonesia untuk menorehkan prestasi, baik ditingkat nasional dan internasional.

"Kita hanya ingin agar semua atlet di semua cabang olah raga bisa berprestasi. Seperti bus ini, kami jelas bangga, walaupun kami tidak ikut di atas ataupun jadi supirnya," pungkas Simon.
(bbk)
Berita Terkait
Malaysia Open 2023:...
Malaysia Open 2023: Rehan/Lisa Ungkap Kunci Sukses Singkirkan Peraih Perak Olimpiade Rio 2016
Koleksi UT Terbaru Sematkan...
Koleksi UT Terbaru Sematkan Karya dari Mendiang Seniman Amerika
9 Atlet dengan Bayaran...
9 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di Olimpiade Tokyo 2020
Kursi Kosong dan Tak...
Kursi Kosong dan Tak Ada Kemeriahan di Opening Ceremony Olimpiade Tokyo 2020
Situs Porno Tawari Pertunjukan...
Situs Porno Tawari Pertunjukan Seks Digital untuk Peraih Emas Olimpiade Tokyo 2020
RESMI: Guinea Kirim...
RESMI: Guinea Kirim 5 Atlet ke Olimpiade Tokyo 2020
Berita Terkini
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
41 menit yang lalu
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
50 menit yang lalu
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
1 jam yang lalu
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
2 jam yang lalu
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
7 jam yang lalu
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
8 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved