Koreo Bendera Gagal Ditampilkan, Bobotoh Bentrok dengan Polisi
Minggu, 28 Agustus 2016 - 16:47 WIB
Koreo Bendera Gagal Ditampilkan, Bobotoh Bentrok dengan Polisi
A
A
A
BANDUNG - Laga Persib Bandung versus Arema Cronus di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (27/8/2016) rupanya menghadirkan cerita buruk. Sebelum pertandingan, terjadi keributan antara anggota polisi dengan kelompok suporter Persib atau Bobotoh.
Kejadian bermula saat Bobotoh ingin memasang sekitar 5 ribu bendera di tribun timur stadion. Namun sayangnya, kegiatan itu dilarang oleh pihak keamanan. Mereka beralasan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebab bendera bakal dikaitkan ke sebilah bambu kecil dengan panjang puluhan centimeter.
Tribun timur akhirnya disterilkan dari bendera. Alhasil, koreografi bendera yang sudah dipersiapkan gagal tercipta. Namun Bobotoh ingin mengambil bendera itu saat pertandingan memasuki jeda. Sayangnya hal tersebut tidak terkoordinasi dengan baik sehingga terjadi kericuhan. Salah seorang Bobotoh bernama Riki Iswanto (25) bahkan menjadi korban. Matanya lebam terkena pukulan dan ia harus mendapat perawatan di RSUD Soreang.
"Saya waktu itu mencoba untuk melerai. Tapi dari arah samping (kiri) saya ada yang memukul," ucapnya.
Kejadian ini tentu disesali oleh banyak pihak. Agus Rahmat sebagai salah seorang petinggi Viking Persib Club mengkritik kegaduhan ini. Ia juga mempertanyakan tindakan pihak keamanan yang membatasi kreativitas suporter.
"Kami menyayangkan kreativitas kami sebagai suporter dibatasi seperti ini. Aparat harusnya melindungi dan mengamankan, bukan membuat ada korban," tegasnya.
Pertandingan itu sendiri berjalan cukup lancar. Di akhir laga, kedua tim harus puas menelan hasil imbang 0-0. (Baca juga: Arema Bendung Serangan Persib di Stadion Si Jalak Harupat)
Kejadian bermula saat Bobotoh ingin memasang sekitar 5 ribu bendera di tribun timur stadion. Namun sayangnya, kegiatan itu dilarang oleh pihak keamanan. Mereka beralasan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebab bendera bakal dikaitkan ke sebilah bambu kecil dengan panjang puluhan centimeter.
Tribun timur akhirnya disterilkan dari bendera. Alhasil, koreografi bendera yang sudah dipersiapkan gagal tercipta. Namun Bobotoh ingin mengambil bendera itu saat pertandingan memasuki jeda. Sayangnya hal tersebut tidak terkoordinasi dengan baik sehingga terjadi kericuhan. Salah seorang Bobotoh bernama Riki Iswanto (25) bahkan menjadi korban. Matanya lebam terkena pukulan dan ia harus mendapat perawatan di RSUD Soreang.
"Saya waktu itu mencoba untuk melerai. Tapi dari arah samping (kiri) saya ada yang memukul," ucapnya.
Kejadian ini tentu disesali oleh banyak pihak. Agus Rahmat sebagai salah seorang petinggi Viking Persib Club mengkritik kegaduhan ini. Ia juga mempertanyakan tindakan pihak keamanan yang membatasi kreativitas suporter.
"Kami menyayangkan kreativitas kami sebagai suporter dibatasi seperti ini. Aparat harusnya melindungi dan mengamankan, bukan membuat ada korban," tegasnya.
Pertandingan itu sendiri berjalan cukup lancar. Di akhir laga, kedua tim harus puas menelan hasil imbang 0-0. (Baca juga: Arema Bendung Serangan Persib di Stadion Si Jalak Harupat)
(bep)