Boaz Solossa Diyakini Punya Kapabilitas Pimpin Merah Putih Lawan Malaysia
Selasa, 06 September 2016 - 14:49 WIB
Boaz Solossa Diyakini Punya Kapabilitas Pimpin Merah Putih Lawan Malaysia
A
A
A
SOLO - Tim pelatih tim nasional Indonesia memercayakan ban kapten kepada pemain sayap Persipura Jayapura Boaz Solossa. Pemai kelahiran Sorong, Papua Barat, 16 Maret 1986, itu diyakini bisa menjadi pemimpin di lapangan saat Indonesia menjamu Malaysia dalam laga persahabatan di Stadion Manahan, Solo, Selasa (5/9/2016) malam.
Selain merupakan pemain senior di timnas Merah Putih, alasan pelatih memilih pemain yang pernah memperkuat klub Timor Leste Carsae FC itu sebagai kapten juga punya kualitas dan kapabilitas sebagai leader.
"Kapten timnas kami memilih Boaz Solossa. Alasannya, dia pemain senior di tim nasional. Kami percaya, dia mampu menjadi leader. Tim pelatih percaya dengan kualitas dan kapasitas Boaz untuk memimpin tim ini," ungkap Asisten Pelatih Timnas senior Indonesia Hans Peter Schaller dalam laman resmi PSSI.
Boaz Solossa sebelumnya memang sempat menyandang ban kapten Merah Putih pada 2103, menggantikan kapten sebelumnya Bambang Pamungkas. Di Persipura Boaz juga dipercaya menjadi pemimpin di lapangan dan disebut-sebut sebagai salah satu kapten yang disegani.
Sementara mengenai taktik Indonesia melawan Malaysia pada laga yang disiarkan langsung RCTI, Selasa (6/9/2016) mulai pukul 20.30 WIB itu, itu Hans Peter Schaller menjelaskan tim pelatih tidak mematok satu formasi. Menurutnya, formasi merupakan sistem, namun kuncinya terletak pada pemain. Tim pelatih, kata Hans Peter Schaller, lebih memilih menggunakan formasi 4-4-2 ketimbang 4-3-2-1. (Baca juga: Preview Indonesia vs Malaysia: Merah Putih Menggapai Asa Baru dari Musuh Lama).
"Formasi hanya bisa Anda lihat pada awal pertandingan. Setelah itu pemain bergerak, kemungkinan besar kami akan menggunakan formasi 4-4-2, karena tim mencoba tidak bergantung pada satu orang pemain. Fokus kami menyiapkan tim tangguh bukan memunculkan satu nama pemain," jelasnya. "Kami tak hanya sekadar menyerang, tapi juga menemukan keseimbangan. Tantangan ini bukan hanya untuk pelatih, tetapi juga para pemain.
Selain merupakan pemain senior di timnas Merah Putih, alasan pelatih memilih pemain yang pernah memperkuat klub Timor Leste Carsae FC itu sebagai kapten juga punya kualitas dan kapabilitas sebagai leader.
"Kapten timnas kami memilih Boaz Solossa. Alasannya, dia pemain senior di tim nasional. Kami percaya, dia mampu menjadi leader. Tim pelatih percaya dengan kualitas dan kapasitas Boaz untuk memimpin tim ini," ungkap Asisten Pelatih Timnas senior Indonesia Hans Peter Schaller dalam laman resmi PSSI.
Boaz Solossa sebelumnya memang sempat menyandang ban kapten Merah Putih pada 2103, menggantikan kapten sebelumnya Bambang Pamungkas. Di Persipura Boaz juga dipercaya menjadi pemimpin di lapangan dan disebut-sebut sebagai salah satu kapten yang disegani.
Sementara mengenai taktik Indonesia melawan Malaysia pada laga yang disiarkan langsung RCTI, Selasa (6/9/2016) mulai pukul 20.30 WIB itu, itu Hans Peter Schaller menjelaskan tim pelatih tidak mematok satu formasi. Menurutnya, formasi merupakan sistem, namun kuncinya terletak pada pemain. Tim pelatih, kata Hans Peter Schaller, lebih memilih menggunakan formasi 4-4-2 ketimbang 4-3-2-1. (Baca juga: Preview Indonesia vs Malaysia: Merah Putih Menggapai Asa Baru dari Musuh Lama).
"Formasi hanya bisa Anda lihat pada awal pertandingan. Setelah itu pemain bergerak, kemungkinan besar kami akan menggunakan formasi 4-4-2, karena tim mencoba tidak bergantung pada satu orang pemain. Fokus kami menyiapkan tim tangguh bukan memunculkan satu nama pemain," jelasnya. "Kami tak hanya sekadar menyerang, tapi juga menemukan keseimbangan. Tantangan ini bukan hanya untuk pelatih, tetapi juga para pemain.
(sha)