Jelang Debut Liga Champions, Leicester City Dapat Suntikan Motivasi
Selasa, 13 September 2016 - 21:48 WIB
Jelang Debut Liga Champions, Leicester City Dapat Suntikan Motivasi
A
A
A
LONDON - Leicester City akan memulai debutnya di Liga Champions Kamis, (15/9/2016). The Foxes berharap dapat mematahkan prediksi negatif dengan mengikuti sukses Nottingham Forest.
Kunjungan ke Jan Breydelstadion, markas Club Brugge, akan jadi momen bersejarah bagi Leicester. Sebab, itu laga perdananya di Liga Champions. Armada Claudio Ranieri bisa meramaikan kompetisi tertinggi Benua Biru itu setelah memenangi Liga Primer 2015/2016.
Mengacu statusnya sebagai debutan, Leicester diyakini hanya sekedar numpang lewat. Butuh jam terbang tinggi agar mereka bisa bicara banyak di Liga Champions. Apalagi, Jamie Vardy dkk tergabung di Grup G yang termasuk sulit karena ikut dihuni Porto dan Kobenhaven.
Tapi, Danny Drinkwater tidak sependapat dengan analisa itu. Gelandang berusia 26 tahun tersebut menilai Leicester punya kualitas untuk menjuarai Liga Champions. Terlebih, cukup banyak tim yang awalnya diremehkan malah mencatat sukses.
Leicester merupakan salah satu buktinya. Pasukan Rubah bisa mengalahkan tim besar macam Manchester United (MU), Manchester City (Man City), Chelsea, Arsenal dan Liverpool dalam perburuan trofi Liga Primer musim lalu.
Masih ada juga keberhasilan Nottingham Forest yang jadi suntikan motivasi bagi Leicester. Tricky Trees dua kali menjuarai Piala Champions (Liga Champions) 1978/1979 dan 1979/1980, serta Piala Super Eropa (1979).
“Saya tidak akan mengatakan kami tidak bisa menyamai Nottingham Forest. Saya akan dianggap bodoh jika mengatakan kami tidak punya peluang menjuarai Liga champions,” ucap Drinkwater, dilansir skysport.
Drinkwater mencoba mengingatkan publik kalau Leicester pernah berhasil mematahkan ramalan. Bukan tidak mungkin hal serupa terulang saat mengikuti Liga Champions untuk pertama kalinya.
“Jika kami dianggap bermain hanya untuk membuktikan prediksi orang salah, biarlah seperti itu. Bisa tampil di Liga Champions berarti klub itu telah melewati jalan yang cukup panjang. Yang pasti, kami tidak hanya ingin dianggap sebagai pelengkap,” pungkas Drinkwater.
Kunjungan ke Jan Breydelstadion, markas Club Brugge, akan jadi momen bersejarah bagi Leicester. Sebab, itu laga perdananya di Liga Champions. Armada Claudio Ranieri bisa meramaikan kompetisi tertinggi Benua Biru itu setelah memenangi Liga Primer 2015/2016.
Mengacu statusnya sebagai debutan, Leicester diyakini hanya sekedar numpang lewat. Butuh jam terbang tinggi agar mereka bisa bicara banyak di Liga Champions. Apalagi, Jamie Vardy dkk tergabung di Grup G yang termasuk sulit karena ikut dihuni Porto dan Kobenhaven.
Tapi, Danny Drinkwater tidak sependapat dengan analisa itu. Gelandang berusia 26 tahun tersebut menilai Leicester punya kualitas untuk menjuarai Liga Champions. Terlebih, cukup banyak tim yang awalnya diremehkan malah mencatat sukses.
Leicester merupakan salah satu buktinya. Pasukan Rubah bisa mengalahkan tim besar macam Manchester United (MU), Manchester City (Man City), Chelsea, Arsenal dan Liverpool dalam perburuan trofi Liga Primer musim lalu.
Masih ada juga keberhasilan Nottingham Forest yang jadi suntikan motivasi bagi Leicester. Tricky Trees dua kali menjuarai Piala Champions (Liga Champions) 1978/1979 dan 1979/1980, serta Piala Super Eropa (1979).
“Saya tidak akan mengatakan kami tidak bisa menyamai Nottingham Forest. Saya akan dianggap bodoh jika mengatakan kami tidak punya peluang menjuarai Liga champions,” ucap Drinkwater, dilansir skysport.
Drinkwater mencoba mengingatkan publik kalau Leicester pernah berhasil mematahkan ramalan. Bukan tidak mungkin hal serupa terulang saat mengikuti Liga Champions untuk pertama kalinya.
“Jika kami dianggap bermain hanya untuk membuktikan prediksi orang salah, biarlah seperti itu. Bisa tampil di Liga Champions berarti klub itu telah melewati jalan yang cukup panjang. Yang pasti, kami tidak hanya ingin dianggap sebagai pelengkap,” pungkas Drinkwater.
(mir)