Ternyata Panpel Olimpiade 2016 Belum Bayar Perusahaan Mitra dan Pekerja
Rabu, 26 Oktober 2016 - 18:37 WIB
Ternyata Panpel Olimpiade 2016 Belum Bayar Perusahaan Mitra dan Pekerja
A
A
A
RIO DE JANEIRO - Perhelatan Olimpiade 2016 memang sudah berakhir pada Agustus lalu. Namun ajang empat tahunan itu masih menyisakan masalah di mana pekerja dan beberapa perusahaan yang jadi mitra panitia pelaksana belum menerima bayaran.
Isu ini menjadi hal menarik mengingat saat ini pemerintah Brasil mengaku sedang mengalami kesulitan keuangan. Pemerintah sendiri masih menunggu cairnya pembayaran dari pihak sponsor dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang diperkirakan baru akan turun pada November dan Desember mendatang.
Bukan hanya pekerja dari dalam negeri, sebagian pekerja dari luar negeri pun masih belum menerima haknya. Menurut Insidethegames, Rabu (26/10/2016), tertundanya pembayaran salah satu disebabkan adanya pemogokan pekerja di bank Brasil selama sebulan dan baru berakhir 7 Oktober lalu.
"Tidak ada pertanyaan lagi, semua orang memang belum menerima bayaran. Ini berlaku untuk semua pekerja," papar Direktur Komunikasi Olimpiade 2016 Mario Andrada.
Informasi lebih buruk diperoleh, jika panpel hanya akan menerima 50 persen karena mereka mengalami kebangkrutan. Namun hal ini buru-buru dibantah Andrada. Menurutnya, apa yang terjadi di Rio tak berbeda dengan tuan rumah olimpiade lainnya.
Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi ini membuat dirinya dan rekan harus berutang ratusan dolar AS. Mereka harus memodali pekerjaan selama Agustus dan September selama pelaksanaan olimpiade.
"Kami belum pernah merasakan seperti ini sebelumnya. Padahal hasil kerja kami dipuji selama olimpiade," keluh pekerja tersebut.
Isu ini menjadi hal menarik mengingat saat ini pemerintah Brasil mengaku sedang mengalami kesulitan keuangan. Pemerintah sendiri masih menunggu cairnya pembayaran dari pihak sponsor dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang diperkirakan baru akan turun pada November dan Desember mendatang.
Bukan hanya pekerja dari dalam negeri, sebagian pekerja dari luar negeri pun masih belum menerima haknya. Menurut Insidethegames, Rabu (26/10/2016), tertundanya pembayaran salah satu disebabkan adanya pemogokan pekerja di bank Brasil selama sebulan dan baru berakhir 7 Oktober lalu.
"Tidak ada pertanyaan lagi, semua orang memang belum menerima bayaran. Ini berlaku untuk semua pekerja," papar Direktur Komunikasi Olimpiade 2016 Mario Andrada.
Informasi lebih buruk diperoleh, jika panpel hanya akan menerima 50 persen karena mereka mengalami kebangkrutan. Namun hal ini buru-buru dibantah Andrada. Menurutnya, apa yang terjadi di Rio tak berbeda dengan tuan rumah olimpiade lainnya.
Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi ini membuat dirinya dan rekan harus berutang ratusan dolar AS. Mereka harus memodali pekerjaan selama Agustus dan September selama pelaksanaan olimpiade.
"Kami belum pernah merasakan seperti ini sebelumnya. Padahal hasil kerja kami dipuji selama olimpiade," keluh pekerja tersebut.
(bbk)