Wakil kapten Persib Menyesal Absen di El Clasico
Selasa, 01 November 2016 - 15:53 WIB
Wakil kapten Persib Menyesal Absen di El Clasico
A
A
A
BANDUNG - Gelandang bertahan Persib Bandung Hariono menyesal melewatkan laga 'El Clasico' kontra Persija Jakarta pada pekan ke-27 Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (5/11/2016). Wakil Kapten Maung Bandung itu menjalani sanksi larangan tampil akibat akumulasi kartu kuning.
Hariono mendapatkan kartu kuning saat Persib menahan PSM Makassar 2-2 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (29/10/2016). Itu kartu kuning kelima yang diterima Hariono sepanjang pagelaran ISC A 2016. Penyesalan pun keluar dari mulut Hariono. Sebab, El Clasico ala sepak bola Indonesia itu merupakan pertandingan yang ditunggunya musim ini.
"Menyesal juga dapat kartu kuning. Padahal, saya menunggu pertandingan melawan Persija," ujar Hariono, Selasa (1/11/2016).
Hariono penasaran dengan duel melawan Persija. Selain karena selalu menjadi pertandingan seru, laga kali ini akan menjadi ajang pembalasan. Sebab di putaran pertama lalu, Persib hanya mampu bermain 0-0 melawan Persija saat bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Hariono pun pasrah harus absen dalam laga tersebut. Dia hanya bisa memberikan dorongan semangat dan doa bagi pemain lain yang akan tampil. Pemain kelahiran Sidoarjo, 2 Oktober 1985, itu yakin semua pemain Persib akan mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk bisa menjungkalkan Persija. "Saya mohon maaf tidak bisa main. Saya hanya bisa bantu lewat doa. Tapi, saya yakin teman-teman akan berjuang maksimal dalam pertandingan nanti," pungkas Hariono.
Hariono merupakan satu-satunya pemain Persib Bandung yang nyaris tak pernah mendapat kritikan dari Bobotoh (fans Persib). Itu karena Hariono selalu tampil penuh totalitas sejak awal bergabung dengan Persib pada 2008.
Di lapangan, dia seakan siap mempertaruhkan nyawanya demi membawa kemenangan bagi Persib. Tak segan berduel, menjegal, hingga membela rekan-rekannya dari keributan dengan pemain lawan.
Hal itu membuat Hariono menjadi pemain kesayangan Bobotoh. Apalagi di luar lapangan, Hariono menjadi pemain yang tidak pernah bertingkah. Tak ada cerita miring dalam perjalanan hidupnya selama di Bandung.
Hariono mendapatkan kartu kuning saat Persib menahan PSM Makassar 2-2 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (29/10/2016). Itu kartu kuning kelima yang diterima Hariono sepanjang pagelaran ISC A 2016. Penyesalan pun keluar dari mulut Hariono. Sebab, El Clasico ala sepak bola Indonesia itu merupakan pertandingan yang ditunggunya musim ini.
"Menyesal juga dapat kartu kuning. Padahal, saya menunggu pertandingan melawan Persija," ujar Hariono, Selasa (1/11/2016).
Hariono penasaran dengan duel melawan Persija. Selain karena selalu menjadi pertandingan seru, laga kali ini akan menjadi ajang pembalasan. Sebab di putaran pertama lalu, Persib hanya mampu bermain 0-0 melawan Persija saat bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Hariono pun pasrah harus absen dalam laga tersebut. Dia hanya bisa memberikan dorongan semangat dan doa bagi pemain lain yang akan tampil. Pemain kelahiran Sidoarjo, 2 Oktober 1985, itu yakin semua pemain Persib akan mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk bisa menjungkalkan Persija. "Saya mohon maaf tidak bisa main. Saya hanya bisa bantu lewat doa. Tapi, saya yakin teman-teman akan berjuang maksimal dalam pertandingan nanti," pungkas Hariono.
Hariono merupakan satu-satunya pemain Persib Bandung yang nyaris tak pernah mendapat kritikan dari Bobotoh (fans Persib). Itu karena Hariono selalu tampil penuh totalitas sejak awal bergabung dengan Persib pada 2008.
Di lapangan, dia seakan siap mempertaruhkan nyawanya demi membawa kemenangan bagi Persib. Tak segan berduel, menjegal, hingga membela rekan-rekannya dari keributan dengan pemain lawan.
Hal itu membuat Hariono menjadi pemain kesayangan Bobotoh. Apalagi di luar lapangan, Hariono menjadi pemain yang tidak pernah bertingkah. Tak ada cerita miring dalam perjalanan hidupnya selama di Bandung.
(sha)