Pesta Gol, MU Kembali ke Puncak Klasemen
Jum'at, 04 November 2016 - 18:09 WIB
Pesta Gol, MU Kembali ke Puncak Klasemen
A
A
A
MADURA - Madura United (MU) FC kembali menjadi penguasa klasemen sementara ISC 2016. Tim kebanggaan publik Madura menambah tiga poin setelah pesta gol ke gawang Persegres Gresik United dengan skor 4-1 dalam laga di Gelora Bangkalan, Jumat (4/11/2016) petang.
Kemenangan tuan rumah ditentukan tandukan Slamet Nur Cahyo menit 17, sontekan Patrich Wanggai menit 49, sundulan Fabiano Beltrame menit 75 dan sepakan Elthon Maran menit 87. Gol penggembira Persegres diceploskan Hendri Satriadi menit 90.
Slamet Nur Cahyo layak menjadi penampil terbaik dalam pertandingan tersebut karena kontribusinya secara langsung pada gol kemenangan MU. Tak hanya menciptakan gol pertama, Slamet juga mengirim assist untuk gol kedua timnya yang diciptakan Patrich Wanggai.
Dia juga menjadi pemain paling berbahaya bagi pertahanan Persegres karena beberapa kali mengoyak pertahanan lawan dan mendapatkan beberapa kesempatan untuk mencetak gol. Patrich Wanggai juga bermain impresif di laga itu.
Dengan hasil pekan ke-27 ini, MU mengoleksi 52 angka dan sementara meninggalkan Arema Cronus dan Persipura Jayapura dengan tiga angka di belakangnya. Sedangkan Persegres masih berkutat di papan bawah, tepatnya peringkat 15 dengan 25 poin.
Tuan rumah menggebrak sejak kick-off babak pertama dan langsung mendapatkan kesempatan lewat Pateich Wanggai, Slamet Nur Cahyo serta Gilang Ginarsa. Di awal laga, MU lebih suka menebar umpan panjang ke lini depan dan bermain dengan tempo cepat.
Walau menguasai permainan dan penguasaan bola, tuan rumah masih kesulitan terutama karena kurang solidnya kerjasama pemain depan. Aksi individual masih sering terjadi sehingga membuat pemanfaatan peluang tidak efisien.
Pada menit 17' kebuntuan baru terpecahkan. Bola yang dikirim Patrich Wanggai dari sisi kiri pertahanan Persegres, disambut dengan tandukan Slamet Nur Cahyo yang menusuk pojok bawah gawang tanpa mampu dijangkau kiper M Irfan.
Unggul 1-0 membuat MU lebih rileks dan menurunkan tempo permainan. Masih menguasai jalannya laga, sejatinya ada peluany bagus melalui Rendy Siregar dan Elthon Maran di sisa babak pertama. Sayang tendangan keduanya tak sampai membahayakan gawang Persegres.
Sementara tim tamu sendiri tak memiliki satu pun syarat untuk bisa mencetak gol sepanjang 45 menit. Tak ada satu pun tendangan ke gawang, lini depan yang dikomando Gustavo Giron menghadapi problem serius dalam menembus pertahanan tuan rumah.
Babak kedua, Persegres dalam kondisi tertinggal berniat mengubah gaya permainan lebih ofensif. Tapi justru itu berbuah petaka. Menit 49' kesalahan pemain belakang dimanfaatkan Slamet Nur Cahyo untuk berakselerasi dan mengirim sepakan datar ke depan gawang.
Bola silang yang dibendung Sasa Zecevic malah mengarah ke depan gawang dan disambar Patrich Wanggai. Ini adalah gol ketiga Patrich dalam tiga pertandingan terakhirnya. Tak heran dia mulai mendapatkan tempat di tim utama.
Meski Persegres meningkatkan level permainan, nyatanya MU tetap menjadi penguasa pertandingan. Peluang demi peluang berhasil di catat di babak kedua via Rossy Noprihanis, Pablo Rodriguez dan Patrich Wanggai, namun belum menemui sasaran.
Game over bagi Persegres setelah Fabiano Beltrame memperbesar skor menjadi 3-0 pada menit 75' dengan tandukan kerasnya. Bukan itu saja, MU masih memberikan luka lebih dalam untuk tim tamu karena Elthon Maran mencetak gol keempat pada menit 87' dengan tendangan kerasnya.
Di menit akhir, Laskar Jaka Samudera akhirnya bisa memecah kebuntuan lewat sepakan keras Hendri Satriadi. Walau mampu memperkecil skor, namun itu tak mengubah fakta bahwa pertandingan sore itu adalah duel tak seimbang.
Kemenangan tuan rumah ditentukan tandukan Slamet Nur Cahyo menit 17, sontekan Patrich Wanggai menit 49, sundulan Fabiano Beltrame menit 75 dan sepakan Elthon Maran menit 87. Gol penggembira Persegres diceploskan Hendri Satriadi menit 90.
Slamet Nur Cahyo layak menjadi penampil terbaik dalam pertandingan tersebut karena kontribusinya secara langsung pada gol kemenangan MU. Tak hanya menciptakan gol pertama, Slamet juga mengirim assist untuk gol kedua timnya yang diciptakan Patrich Wanggai.
Dia juga menjadi pemain paling berbahaya bagi pertahanan Persegres karena beberapa kali mengoyak pertahanan lawan dan mendapatkan beberapa kesempatan untuk mencetak gol. Patrich Wanggai juga bermain impresif di laga itu.
Dengan hasil pekan ke-27 ini, MU mengoleksi 52 angka dan sementara meninggalkan Arema Cronus dan Persipura Jayapura dengan tiga angka di belakangnya. Sedangkan Persegres masih berkutat di papan bawah, tepatnya peringkat 15 dengan 25 poin.
Tuan rumah menggebrak sejak kick-off babak pertama dan langsung mendapatkan kesempatan lewat Pateich Wanggai, Slamet Nur Cahyo serta Gilang Ginarsa. Di awal laga, MU lebih suka menebar umpan panjang ke lini depan dan bermain dengan tempo cepat.
Walau menguasai permainan dan penguasaan bola, tuan rumah masih kesulitan terutama karena kurang solidnya kerjasama pemain depan. Aksi individual masih sering terjadi sehingga membuat pemanfaatan peluang tidak efisien.
Pada menit 17' kebuntuan baru terpecahkan. Bola yang dikirim Patrich Wanggai dari sisi kiri pertahanan Persegres, disambut dengan tandukan Slamet Nur Cahyo yang menusuk pojok bawah gawang tanpa mampu dijangkau kiper M Irfan.
Unggul 1-0 membuat MU lebih rileks dan menurunkan tempo permainan. Masih menguasai jalannya laga, sejatinya ada peluany bagus melalui Rendy Siregar dan Elthon Maran di sisa babak pertama. Sayang tendangan keduanya tak sampai membahayakan gawang Persegres.
Sementara tim tamu sendiri tak memiliki satu pun syarat untuk bisa mencetak gol sepanjang 45 menit. Tak ada satu pun tendangan ke gawang, lini depan yang dikomando Gustavo Giron menghadapi problem serius dalam menembus pertahanan tuan rumah.
Babak kedua, Persegres dalam kondisi tertinggal berniat mengubah gaya permainan lebih ofensif. Tapi justru itu berbuah petaka. Menit 49' kesalahan pemain belakang dimanfaatkan Slamet Nur Cahyo untuk berakselerasi dan mengirim sepakan datar ke depan gawang.
Bola silang yang dibendung Sasa Zecevic malah mengarah ke depan gawang dan disambar Patrich Wanggai. Ini adalah gol ketiga Patrich dalam tiga pertandingan terakhirnya. Tak heran dia mulai mendapatkan tempat di tim utama.
Meski Persegres meningkatkan level permainan, nyatanya MU tetap menjadi penguasa pertandingan. Peluang demi peluang berhasil di catat di babak kedua via Rossy Noprihanis, Pablo Rodriguez dan Patrich Wanggai, namun belum menemui sasaran.
Game over bagi Persegres setelah Fabiano Beltrame memperbesar skor menjadi 3-0 pada menit 75' dengan tandukan kerasnya. Bukan itu saja, MU masih memberikan luka lebih dalam untuk tim tamu karena Elthon Maran mencetak gol keempat pada menit 87' dengan tendangan kerasnya.
Di menit akhir, Laskar Jaka Samudera akhirnya bisa memecah kebuntuan lewat sepakan keras Hendri Satriadi. Walau mampu memperkecil skor, namun itu tak mengubah fakta bahwa pertandingan sore itu adalah duel tak seimbang.
(bbk)