Aturan Baru Superbike 2017 Tingkatkan Kecelakaan dan Membosankan (II)

Selasa, 03 Januari 2017 - 18:10 WIB
Aturan Baru Superbike...
Aturan Baru Superbike 2017 Tingkatkan Kecelakaan dan Membosankan (II)
A A A
BOLOGNA - Berikut petikan wawancara dengan Marco Melandri dengan GPOne bagian II, khususnya soal aturan start baru di Superbike 2017, jelang memulainya di ronde pertama, Sirkuit Phillip Island, Australia, 25-26 Februari mendatang.

Benarkah ini kesempatan terakhir Anda buat jadi juara dunia di Superbike?
“Itu akan selalu jadi kesempatan terakhir. Tapi ini adalah kesempatan nyata. Setelah beberapa periode waktu, saya akhirnya menemukan tim dan motor yang ingin saya tunggangi. Sayangnya, pada beberapa tahun terakhir situasinya terlalu rumit.”

Davies, Lorenzo, Dovizioso, dan Melandri. Apakah Anda saling bertaruh prestasi terbaik buat Ducati di 2017?
“Hanya waktu yang akan memberitahu, kita lihat saja nanti.”

Kejuaraan Dunia Superbike sedang mengalami krisis dalam hal jumlah penonton. Mampukah seorang Melandri memperbaiki itu?
“Saya tidak bisa mengatakannya, karena sebuah kejuaraan akan menarik dengan adanya banyak pembalap dan tim yang kompetitif.”

Di Natal 2016, apakah Anda meminta hadiah dari Santa?
“Anda tidak harus selalu mengungkapkan keinginan Anda ke hadapan publik.”

Pernahkah Anda mempertimbangkan pensiun?
“Tidak, saya selalu percaya bahwa saya masih seorang pembalap. Saya tahu bakal ada kesulitan, tapi saya juga tahu saya tidak sedang berada dalam sebuah bayang ilusi. Saya tahu tentang kemampuan motor Ducati, saya telah menunggu momen bergabung dengan mereka.”

Apa yang tidak bekerja dengan baik di Aprilia (MotoGP 2015)?
“Kami tidak setuju pada banyak hal. Rahasianya adalah percaya pada apa yang Anda miliki. Ketika sesuatu dipaksakan pada Anda dan Anda tidak mempercayainya, itu akan berakhir sebelum dimulai.”

Kegiatan apa saja yang Anda lakukan selama 2016 (vakum dari dunia balap internasional)?
“Ini merupakan satu tahun yang kompleks. Saat saya tidak berpikir tentang balapan, saya mulai bekerja, membuka toko online dengan adik saya. Kami ingin menciptakan cara baru dalam memandang sebuah motor.”

Pendapat Anda tentang peraturan start baru di Race 2 Superbike mulai 2017?
“Saya memilih 9 pembalap finis teratas di Race 1 dibalik posisinya pada Race 2. Namun saat ini, dengan hanya memindahkan para pembalap peraih podium ke belakang, ada risiko balapan jadi lebih membosankan. Karena jika pembalap urutan keempat (di Race 1) memiliki kecepatan yang sama dengan pembalap posisi pertama, dia bisa melaju jauh di depan yang lain (pada Race 2). Sedang para pembalap peraih podium dari belakang (di Race 2), juga akan terburu-buru mengejar ketinggalan posisinya, dan itu dapat menyebabkan timbulnya insiden kecelakaan di lintasan.”
(sbn)
Berita Terkait
Pembalap Superbike:...
Pembalap Superbike: Mengapa Pensiun Rossi?
5 Superbike Termurah...
5 Superbike Termurah di Indonesia, Setara Xpander Cross Hingga Fortuner
Logistik World Superbike...
Logistik World Superbike Sudah Tiba di Lombok
Sukseskan World Superbike...
Sukseskan World Superbike Mandalika, Pemerintah Geber Vaksinasi Covid-19
Vinales Ditantang Ayahnya...
Vinales Ditantang Ayahnya Balapan di Superbike
CFMoto Siap Pasarkan...
CFMoto Siap Pasarkan Motor Bermesin Superbike
Berita Terkini
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
8 jam yang lalu
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
8 jam yang lalu
Momen Menarik Presiden...
Momen Menarik Presiden FIFA Masuk Kamar Ganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
10 Pemain Tersubur dalam...
10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia: Lionel Messi Naik Takhta!
9 jam yang lalu
Austria Taklukkan Yordania...
Austria Taklukkan Yordania 3-1, Debut Manis di Piala Dunia 2026
10 jam yang lalu
5 Fakta Menarik Lionel...
5 Fakta Menarik Lionel Messi Meledak di Laga Pembuka Argentina di Piala Dunia 2026
11 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved