Musim 2017, Ketajaman Ferdinand Masih Jadi Tumpuan PSM
Minggu, 15 Januari 2017 - 18:48 WIB
Musim 2017, Ketajaman Ferdinand Masih Jadi Tumpuan PSM
A
A
A
MAKASSAR - PSM Makassar punya banyak talenta hebat di lini depan, termasuk Ferdinand Sinaga. Mantan penyerang Persib Bandung itu sukses menjadi top skor Juku Eja di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.
Ferdinand seperti terlahir kembali saat membela PSM. Pasalnya, pemain bernomor punggung 3 ini langsung klop dengan pakem permainan yang diterapkan juru taktik tim yakni Robert Alberts, sehingga berhasil memperbanyak pundi-pundi golnya.
Juku Eja resmi menggunakan jasa Ferdinand musim lalu, setelah sebelumnya membela Sriwijaya FC. Namun, manajemen kepincut saat pemain ini memperkuat PSM di Piala Presiden 2015. Perfomanya saat itu begitu apik meski tidak bisa membawa PSM lolos ke semifinal setelah kalah gol tandang (agregat 2-2) dari Mitra Kukar walau mereka menang 2-1 di stadion Andi Mattalatta.
Karena kinerjanya tersebut, manajemen kembali memanggil pemain berdarah Medan tersebut untuk memperkuat PSM. Apalagi pengalamannya di pentas sepak bola nasional sangat dibutuhkan. Karena 2014 lalu, dia tercatat sebagai pemain terbaik di Indonesia Super League (ISL) saat membawa Persib juara liga.
Kini, sosok Ferdinand semakin matang diusianya yang menginjak 28 tahun. Dia berhasil mencetak 10 gol untuk tim Juku Eja hingga menjadi pemain lokal tersubur di musim lalu. Karena kontribusinya di tim, membuat timnas Garuda membutuhkan tenaganya di Piala AFF 2016. Sayang, dia gagal membawa timnas juara diajang tersebut setelah takluk dari Thailand dengan skor 3-0.
Musim depan, pemain ini dipastikan bakal tetap memperkuat tim Juku Eja. Setelah manajemen langsung memagari pemain andalan mereka usai ISC A 2016. Termasuk Ferdinand yang merupakan striker serba bisa PSM. Karena, sebelumnya dia merupakan penyerang sayap, namun di era Robert pemain ini disulap kembali menjadi goal getter di area pertahanan lawan.
Bahkan, saat masih putaran pertama ISC, juru taktik asal Belanda tersebut berhasil menciptakan trisula menakutkan, yakni Ferdinand sebagai penyerang tunggal disokong Rahmat dan Ridwan Tawainella di sektor kiri dan kanan penyerangan PSM.
Asisten Pelatih PSM Imran Amirullah mengatakan, untuk musim depan, lini depan tim akan sangat bervariasi. "Karena tiga striker semuanya serba bisa, ada Titus Bonai, Rahmat, dan Ferdinand," katanya.
Dia mengungkapkan, ketiga pemain depan tersebut bisa dipasang sebagai sayap dan goal getter jika dibutuhkan. "Termasuk Ferdinand pemain ini punya kecepatan dan bermain ngotot," ujarnya.
Ferdinand seperti terlahir kembali saat membela PSM. Pasalnya, pemain bernomor punggung 3 ini langsung klop dengan pakem permainan yang diterapkan juru taktik tim yakni Robert Alberts, sehingga berhasil memperbanyak pundi-pundi golnya.
Juku Eja resmi menggunakan jasa Ferdinand musim lalu, setelah sebelumnya membela Sriwijaya FC. Namun, manajemen kepincut saat pemain ini memperkuat PSM di Piala Presiden 2015. Perfomanya saat itu begitu apik meski tidak bisa membawa PSM lolos ke semifinal setelah kalah gol tandang (agregat 2-2) dari Mitra Kukar walau mereka menang 2-1 di stadion Andi Mattalatta.
Karena kinerjanya tersebut, manajemen kembali memanggil pemain berdarah Medan tersebut untuk memperkuat PSM. Apalagi pengalamannya di pentas sepak bola nasional sangat dibutuhkan. Karena 2014 lalu, dia tercatat sebagai pemain terbaik di Indonesia Super League (ISL) saat membawa Persib juara liga.
Kini, sosok Ferdinand semakin matang diusianya yang menginjak 28 tahun. Dia berhasil mencetak 10 gol untuk tim Juku Eja hingga menjadi pemain lokal tersubur di musim lalu. Karena kontribusinya di tim, membuat timnas Garuda membutuhkan tenaganya di Piala AFF 2016. Sayang, dia gagal membawa timnas juara diajang tersebut setelah takluk dari Thailand dengan skor 3-0.
Musim depan, pemain ini dipastikan bakal tetap memperkuat tim Juku Eja. Setelah manajemen langsung memagari pemain andalan mereka usai ISC A 2016. Termasuk Ferdinand yang merupakan striker serba bisa PSM. Karena, sebelumnya dia merupakan penyerang sayap, namun di era Robert pemain ini disulap kembali menjadi goal getter di area pertahanan lawan.
Bahkan, saat masih putaran pertama ISC, juru taktik asal Belanda tersebut berhasil menciptakan trisula menakutkan, yakni Ferdinand sebagai penyerang tunggal disokong Rahmat dan Ridwan Tawainella di sektor kiri dan kanan penyerangan PSM.
Asisten Pelatih PSM Imran Amirullah mengatakan, untuk musim depan, lini depan tim akan sangat bervariasi. "Karena tiga striker semuanya serba bisa, ada Titus Bonai, Rahmat, dan Ferdinand," katanya.
Dia mengungkapkan, ketiga pemain depan tersebut bisa dipasang sebagai sayap dan goal getter jika dibutuhkan. "Termasuk Ferdinand pemain ini punya kecepatan dan bermain ngotot," ujarnya.
(sha)