PSM Makassar Berat Terima Regulasi Pemain U-23 di Liga 1
Selasa, 28 Maret 2017 - 23:51 WIB
PSM Makassar Berat Terima Regulasi Pemain U-23 di Liga 1
A
A
A
MAKASSAR - Sejumlah peraturan baru mewarnai kompetisi Liga 1 yang akan dimulai pertengahan April mendatang. Dalam penyelenggaraannya nanti, seluruh kontestan wajib memasang tiga pemain U-23 dalam starting XI. Selain itu tiap tim diperbolehkan memiliki empat pemain asing dengan ketentuan, satu dari benua Asia, dua non-Asia dan satu lagi berstatus marquee player atau pemain bintang dunia.
Sejauh ini beberapa tim masih keberatan dengan keputusan itu. Untuk PSM Makassar, mereka protes dengan kebijakan pemain U-23. Sebab persaingan di Liga 1 akan lebih berat dan keberadaan pemain muda dianggap tak banyak membantu.
"Kalau pemain U-23 kurang, kita bisa saja mainkan pemain U-19. Tapi masalahnya, mereka siap atau tidak," ungkap pelatih PSM, Robert Rene Alberts.
"Kita harus pikirkan ini untuk melihat sepak bola tertinggi lebih bagus," tegasnya.
Komentar Robert mendapat dukungan dari Andi Darusallam Tabusalla. Mantan Direktur PT Liga Indonesia itu merasa aneh dengan adanya regulasi pemain U-23 dalam starting XI.
"Tidak usahlah ada aturan U-23 karena untuk Liga 1 bukan lagi pembinaan tapi untuk mengejar prestasi," sebutnya.
"Kalau ada pembatasan seperti itu, liga tidak terlalu maksimal. Seharusnya ini ada kompetisinya sendiri," tambahnya.
Meski demikian, PSM tetap menyiapkan tim yang dihuni pemain-pemain muda. Mereka tak mau ambil resiko sebab peraturan ini sudah disahkan oleh Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.
Sejauh ini beberapa tim masih keberatan dengan keputusan itu. Untuk PSM Makassar, mereka protes dengan kebijakan pemain U-23. Sebab persaingan di Liga 1 akan lebih berat dan keberadaan pemain muda dianggap tak banyak membantu.
"Kalau pemain U-23 kurang, kita bisa saja mainkan pemain U-19. Tapi masalahnya, mereka siap atau tidak," ungkap pelatih PSM, Robert Rene Alberts.
"Kita harus pikirkan ini untuk melihat sepak bola tertinggi lebih bagus," tegasnya.
Komentar Robert mendapat dukungan dari Andi Darusallam Tabusalla. Mantan Direktur PT Liga Indonesia itu merasa aneh dengan adanya regulasi pemain U-23 dalam starting XI.
"Tidak usahlah ada aturan U-23 karena untuk Liga 1 bukan lagi pembinaan tapi untuk mengejar prestasi," sebutnya.
"Kalau ada pembatasan seperti itu, liga tidak terlalu maksimal. Seharusnya ini ada kompetisinya sendiri," tambahnya.
Meski demikian, PSM tetap menyiapkan tim yang dihuni pemain-pemain muda. Mereka tak mau ambil resiko sebab peraturan ini sudah disahkan oleh Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.
(bep)