Saya Ingin Duel Satu Lawan Satu dengan Vettel di Lintasan
Jum'at, 07 April 2017 - 03:00 WIB
Saya Ingin Duel Satu Lawan Satu dengan Vettel di Lintasan
A
A
A
SHANGHAI - Lewis Hamilton harus puas kalah dari Sebastian Vettel dan Ferrari di seri pembuka musim ini, F1 GP Australia 2017. Vettel keluar sebagai juara setelah berhasil mengeksekusi strategi overcut di mana pembalap melakukan pit stop lebih telat dari rival terdekatnya. Meski Hamilton mengaku menikmati pertarungannya di Melbourne. Pembalap tim Mercedes itu tetap ingin hasil balapan ditentukan dari duel di atas trek.
"Ketika dia (Vettel) keluar dari pit, itu momen yang seru buat saya. Saya terhalang satu mobil, tapi bisa dibilang cukup keren karena balapan kami berlangsung ketat. Saya berharap duel itu terus terjadi di trek, tapi sayangnya tidak. Mudah-mudahan beberapa balapan tahun ini bisa menyajikan aksi-aksi seperti itu," tutur Hamilton seperti dilaporkan Motorsport jelang akhir pekan seri kedua musim ini, F1 GP China 2017 di Sirkuit Shanghai, Jumat-Minggu (7-9 April).
Rupanya Hamilton mengaku haus akan duel seperti yang pernah ia alami saat melawan mantan rekan setimnya, Nico Rosberg, di F1 GP Bahrain 2014. Keduanya saat itu terlibat duel impresif hingga akhir balapan.
"Jujur saja kategori balap terfavorit saya adalah go-kart, hingga sekarang. Saya menyukai balapan go-kart karena duel di atas trek terus terjadi dari start hingga finis. Saya besar dari sana, dan saya selalu berharap dapat merasakannya kembali,” kata Hamilton bercerita.
"Saya dan Nico terlibat dalam pertarungan yang luar biasa di Bahrain 2014, saya benar-benar haus akan duel seperti itu. Mudah-mudahan itu bisa terjadi dengan saya dan Sebastian,” kata Hamilton berkoar.
Lebih lanjut Hamilton menerangkan harapannya di F1 2017: "Ia (Vettel) peraih juara dunia empat kali, salah satu pembalap terbaik di generasi ini. Saya pikir fans akan terpukau dengan pertarungan seperti itu. Saya berharap hasil balapan musim ini tidak selalu didominasi strategi. Saya ingin melakukan sesuatu di trek. Itulah alasan saya membalap, itulah yang selalu mendorong saya."
Walau Hamilton tidak ingin membuat prediksi awal soal peta persaingan musim ini, ia optimistis hasil balapan Melbourne memberikan indikasi pertarungan yang sengit.
"Saya pikir persaingannya cukup ketat. Dari waktu kualifikasi hasilnya juga sangat ketat. Saat balapan, dia (Vettel) bisa menempel saya. Akan ada suatu saat di mana posisi seperti itu berfluktuasi. Terkadang mereka bisa di depan sementara kami di belakang, lalu di balapan berikutnya kami jadi yang di depan, sementara mereka yang di belakang. Positifnya, jika jaraknya seperti itu, maka persaingannya akan berjalan ketat. Balapannya pun menjadi menarik," tukasnya.
"Ketika dia (Vettel) keluar dari pit, itu momen yang seru buat saya. Saya terhalang satu mobil, tapi bisa dibilang cukup keren karena balapan kami berlangsung ketat. Saya berharap duel itu terus terjadi di trek, tapi sayangnya tidak. Mudah-mudahan beberapa balapan tahun ini bisa menyajikan aksi-aksi seperti itu," tutur Hamilton seperti dilaporkan Motorsport jelang akhir pekan seri kedua musim ini, F1 GP China 2017 di Sirkuit Shanghai, Jumat-Minggu (7-9 April).
Rupanya Hamilton mengaku haus akan duel seperti yang pernah ia alami saat melawan mantan rekan setimnya, Nico Rosberg, di F1 GP Bahrain 2014. Keduanya saat itu terlibat duel impresif hingga akhir balapan.
"Jujur saja kategori balap terfavorit saya adalah go-kart, hingga sekarang. Saya menyukai balapan go-kart karena duel di atas trek terus terjadi dari start hingga finis. Saya besar dari sana, dan saya selalu berharap dapat merasakannya kembali,” kata Hamilton bercerita.
"Saya dan Nico terlibat dalam pertarungan yang luar biasa di Bahrain 2014, saya benar-benar haus akan duel seperti itu. Mudah-mudahan itu bisa terjadi dengan saya dan Sebastian,” kata Hamilton berkoar.
Lebih lanjut Hamilton menerangkan harapannya di F1 2017: "Ia (Vettel) peraih juara dunia empat kali, salah satu pembalap terbaik di generasi ini. Saya pikir fans akan terpukau dengan pertarungan seperti itu. Saya berharap hasil balapan musim ini tidak selalu didominasi strategi. Saya ingin melakukan sesuatu di trek. Itulah alasan saya membalap, itulah yang selalu mendorong saya."
Walau Hamilton tidak ingin membuat prediksi awal soal peta persaingan musim ini, ia optimistis hasil balapan Melbourne memberikan indikasi pertarungan yang sengit.
"Saya pikir persaingannya cukup ketat. Dari waktu kualifikasi hasilnya juga sangat ketat. Saat balapan, dia (Vettel) bisa menempel saya. Akan ada suatu saat di mana posisi seperti itu berfluktuasi. Terkadang mereka bisa di depan sementara kami di belakang, lalu di balapan berikutnya kami jadi yang di depan, sementara mereka yang di belakang. Positifnya, jika jaraknya seperti itu, maka persaingannya akan berjalan ketat. Balapannya pun menjadi menarik," tukasnya.
(sbn)