Angkat Studi Kasus Pengelolaan Sepak Bola Nasional, Menpora Lulus Sangat Memuaskan
Selasa, 01 Agustus 2017 - 16:35 WIB
Angkat Studi Kasus Pengelolaan Sepak Bola Nasional, Menpora Lulus Sangat Memuaskan
A
A
A
BANDUNG - Raut bangga dan bahagia terpancar dari wajah Menpora Imam Nahrawi saat mengikuti wisuda sarjana Universitas Padjadjaran (Unpad) di Grha Sanusi Hardjadinata, Bandung, Selasa (1/8/2017) pagi. Menpora yang didampingi istrinya, Shobibah Rohmah, menyampaikan rasa syukurnya bisa menyelesaikan studi S2 Program Studi Magister Kebijakan Publik, Fakultas ISIP Unpad.
Tesis berjudul "Evaluasi Kebijakan Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Studi Kasus Pengelolaan Sepak Bola Nasional oleh Kemenpora dan PSSI)" mengantar Menpora meraih gelar S2 dan lulus dengan predikat sangat memuaskan.
Menteri asal Bangkalan Madura itu mengikuti upacara wisuda yang dipimpin Rektor Unpad Prof Tri Hanggono Achmad, bersama 2370 lulusan lainnya yang terdiri dari lulusan Program Diploma III, Diploma IV, Program Sarjana, Pendidikan Spesialis, Profesi, Magister dan Dokter.
"Pada 19 tahun yang lalu saya diwisuda S1 dan saat ini S2 di Unpad. Tesis saya, menggambarkan bahwa saya harus mengevaluasi kebijakan pemerintah yang diambil ketika melakukan upaya-upaya terhadap olahraga khususnya di bidang sepak bola," ucap Menpora.
"Pada tesis tersebut banyak rekomendasi yang harus ditindak lanjuti Menpora, termasuk bagaimana Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) harus ada kebijakan turunannya."
Menurut Menpora, Kebijakan turunan harus betul-betul bersifat eksekusi. Jadi tidak cukup mengandalkan UU SKN tapi semua kebijakan yang kemudian pemerintah didalamnya sebagai pengambil keputusan harus ada turunannya, termasuk peraturan-peraturan yang lebih detail dan teknis yang bisa dipahami oleh Keolahragaan nasional.
"Saya merasa perubahan pada diri saya sekarang bahwa sesungguhnya kita tidak ada kata mundur dalam kondisi dan situasi apapun untuk terus menambah ilmu pengetahuan. Saya mengajak kepada adik-adik sekalian khususnya lulusan S1 untuk melanjutkan ke S2. Saya juga tidak patah arang untuk melanjutkan ke S3," tutupnya.
Sementar itu, dalam pidatonya Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad mendorong wisudawan agar tetap menjalin tali silaturahmi dengan almamater dan bahu-membahu mendarmabaktikan potensi masing-masing untuk ditransformasikan menjadi kemaslahatan untuk bangsa dan negara.
"Transformasi merupakan langkah Unpad pasca menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. Sebagai PTN Badan Hukum, Unpad harus mampu meningkatkan kualitas institusi dan pengabdian kepada masyarakat. Merespons perkembangan peran perguruan tinggi di tingkat global, aspek inovasi menjadi upaya yang terus didorong Unpad," kata Tri.
“Sebagai konsekuensi, Unpad berkeyakinan bahwa inovasi perlu dilandasi oleh nilai-nilai etik yang menjamin bahwa inovasi tidak akan disalahgunakan atau berdampak negatif bagi masyarakat. Sebaliknya, inovasi yang dikembangkan harus memberi masyarakat bagi masyarakat luas.”
Tesis berjudul "Evaluasi Kebijakan Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Studi Kasus Pengelolaan Sepak Bola Nasional oleh Kemenpora dan PSSI)" mengantar Menpora meraih gelar S2 dan lulus dengan predikat sangat memuaskan.
Menteri asal Bangkalan Madura itu mengikuti upacara wisuda yang dipimpin Rektor Unpad Prof Tri Hanggono Achmad, bersama 2370 lulusan lainnya yang terdiri dari lulusan Program Diploma III, Diploma IV, Program Sarjana, Pendidikan Spesialis, Profesi, Magister dan Dokter.
"Pada 19 tahun yang lalu saya diwisuda S1 dan saat ini S2 di Unpad. Tesis saya, menggambarkan bahwa saya harus mengevaluasi kebijakan pemerintah yang diambil ketika melakukan upaya-upaya terhadap olahraga khususnya di bidang sepak bola," ucap Menpora.
"Pada tesis tersebut banyak rekomendasi yang harus ditindak lanjuti Menpora, termasuk bagaimana Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) harus ada kebijakan turunannya."
Menurut Menpora, Kebijakan turunan harus betul-betul bersifat eksekusi. Jadi tidak cukup mengandalkan UU SKN tapi semua kebijakan yang kemudian pemerintah didalamnya sebagai pengambil keputusan harus ada turunannya, termasuk peraturan-peraturan yang lebih detail dan teknis yang bisa dipahami oleh Keolahragaan nasional.
"Saya merasa perubahan pada diri saya sekarang bahwa sesungguhnya kita tidak ada kata mundur dalam kondisi dan situasi apapun untuk terus menambah ilmu pengetahuan. Saya mengajak kepada adik-adik sekalian khususnya lulusan S1 untuk melanjutkan ke S2. Saya juga tidak patah arang untuk melanjutkan ke S3," tutupnya.
Sementar itu, dalam pidatonya Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad mendorong wisudawan agar tetap menjalin tali silaturahmi dengan almamater dan bahu-membahu mendarmabaktikan potensi masing-masing untuk ditransformasikan menjadi kemaslahatan untuk bangsa dan negara.
"Transformasi merupakan langkah Unpad pasca menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. Sebagai PTN Badan Hukum, Unpad harus mampu meningkatkan kualitas institusi dan pengabdian kepada masyarakat. Merespons perkembangan peran perguruan tinggi di tingkat global, aspek inovasi menjadi upaya yang terus didorong Unpad," kata Tri.
“Sebagai konsekuensi, Unpad berkeyakinan bahwa inovasi perlu dilandasi oleh nilai-nilai etik yang menjamin bahwa inovasi tidak akan disalahgunakan atau berdampak negatif bagi masyarakat. Sebaliknya, inovasi yang dikembangkan harus memberi masyarakat bagi masyarakat luas.”
(sha)