Menpora Ingin Suporter Punya Saham di Klub
Kamis, 03 Agustus 2017 - 19:00 WIB
Menpora Ingin Suporter Punya Saham di Klub
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berharap suporter di Indonesia bisa memiliki saham di klub. Dengan begitu, kata Imam, suporter akan lebih punya rasa kepemilikian atas klub kesayangan mereka.
Hal itu disampaikan Menpora Imam Nahrawi di sela-sela kegiatan jumpa suporter se-Indonesia di Wisma Menpora, Kamis (3/8/2017) siang. Kegiatan jumpa suporter sendiri merupakan inisiasi Kemenpora menyusul meninggalnya Ricko Andrean usai dikeroyok oknum suporter Persib Bandung.
"Semoga kedepan ada Kongres Suporter Sepakbola Indonesia, dan saya berharap diera Pak Eddy Rahmayadi (Ketum PSSI) dan Bu Sekjen (PSSI, Ratu Tisha Destria) dapat dimulai suporter diberikan saham oleh klub, sehingga ada rasa memiliki dan semua akan bertanggung jawab menjaga," kata Imam Nahrawi.
Wacana agar suporter di Indonesia memiliki saham di klub kesayangan mereka sebetulnya bukan kali pertama diutarakan Imam Nahrawi. Pada Oktober 2016 lalu, Imam mengatakan bahwa pihaknya ingin mendorong agar suporter memiliki saham di klub.
Suporter sepak bola, kata Imam, selama ini tidak diatur secara ketat dalam regulasi. Termasuk suporter yang berpotensi menimbulkan kerusuhan saat mendukung klub kesayangannya. (Baca juga: Suporter Ikrarkan Komitmen Perdamaian )
Hal itu disampaikan Menpora Imam Nahrawi di sela-sela kegiatan jumpa suporter se-Indonesia di Wisma Menpora, Kamis (3/8/2017) siang. Kegiatan jumpa suporter sendiri merupakan inisiasi Kemenpora menyusul meninggalnya Ricko Andrean usai dikeroyok oknum suporter Persib Bandung.
"Semoga kedepan ada Kongres Suporter Sepakbola Indonesia, dan saya berharap diera Pak Eddy Rahmayadi (Ketum PSSI) dan Bu Sekjen (PSSI, Ratu Tisha Destria) dapat dimulai suporter diberikan saham oleh klub, sehingga ada rasa memiliki dan semua akan bertanggung jawab menjaga," kata Imam Nahrawi.
Wacana agar suporter di Indonesia memiliki saham di klub kesayangan mereka sebetulnya bukan kali pertama diutarakan Imam Nahrawi. Pada Oktober 2016 lalu, Imam mengatakan bahwa pihaknya ingin mendorong agar suporter memiliki saham di klub.
Suporter sepak bola, kata Imam, selama ini tidak diatur secara ketat dalam regulasi. Termasuk suporter yang berpotensi menimbulkan kerusuhan saat mendukung klub kesayangannya. (Baca juga: Suporter Ikrarkan Komitmen Perdamaian )
(sha)