Kurang Liburan, Faktor di Balik Rekor Buruk Klub Inggris di Liga Champions

Selasa, 12 September 2017 - 01:10 WIB
Kurang Liburan, Faktor...
Kurang Liburan, Faktor di Balik Rekor Buruk Klub Inggris di Liga Champions
A A A
MANCHESTER - Jadwal padat Liga Inggris dan kurangnya liburan menjadi faktor di balik rekor buruk klub Inggris di Liga Champions. Hal ini sebagaimana disampaikan Jose Mourinho jelang laga pembuka babak penyisihan Grup A melawan Basel di Old Trafford, Rabu (13/9/2017) dini hari WIB.

Saat ini ada lima klub Liga Inggris yang memiliki misi untuk merebut juara di Liga Champions musim 2017/2018. Adalah Chelsea, Tottenham Hotspur, Manchester City, Liverpool, dan Manchester United.

Meskipun ada lima klub papan atas yang tampil di kompetisi antarklub Eropa musim ini, namun bukan berarti langkah mereka bakal mulus atau sesuai dengan skenario. Sejarah menyebut jika klub Liga Inggris hanya mampu bertahan di babak perempat final.

Sementara merebut gelar juara Liga Champions sudah lama tak dirasakan sejak 2012 atau sewaktu Chelsea mengangkat gelar. Jadwal padat yang diberlakukan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menjadi alasan mengapa klub Liga Inggris selalu gagal. Dikatakan Mourinho, hal inilah yang menjadi pembeda dengan klub yang bermain di liga lain.

"Satu-satunya yang bisa saya katakan adalah bahwa Real Madrid tahun lalu, bermain di La Liga dengan tim kedua. Mereka bisa melakukannya dan mereka tampil di final Liga Champions dengan tim baru. Juventus menjadi juara di Italia tiga bulan sebelumnya, dan bisa memainkan pemain dengan kebugaran yang bagus di perempat final, semifinal, dan final," tutur Mourinho seperti dikutip dari Soccerway, Selasa (12/9/2017).

"Bagi tim Inggris, biasanya, itu tidak mungkin. Tidak ada liburan musim dingin, seperti di negara lain. Walaupun saya harus mengakui bahwa saya menyukai masa natal di sepak bola Inggris. Negara-negara lain melindungi klub mereka. Benfica misalnya, yang bermain hari Jumat, kami selalu melakukannya di Portugal dan Italia. Paris Saint-Germain bermain hari Jumat. Itu terjadi setiap saat. Tapi tidak ada yang mengeluh, kami punya skuat, jika melihat pemain sudah capek maka Anda harus bermain dengan yang lain."
(sha)
Berita Terkait
Manchester United Terpuruk...
Manchester United Terpuruk di Dasar Klasemen usai Dipermalukan Copenhagen
Diimbangi Southampton,...
Diimbangi Southampton, Solskjaer Optimis Raih Tiket Liga Champions
Duel Megabintang Dunia...
Duel Megabintang Dunia CR7 dan Messi di Fase Group Liga Champions
Preview Manchester United...
Preview Manchester United vs Atletico Madrid: Laga Penentu ke Perempat Final
Manchester United Terancam...
Manchester United Terancam Tak Bisa Tampil di Liga Champions
Manchester United Ulangi...
Manchester United Ulangi Catatan Buruk 50 Tahun Lalu usai Dipermalukan Copenhagen
Berita Terkini
Kartu Merah Kontroversial...
Kartu Merah Kontroversial Warnai Langkah Amerika Serikat ke 16 Besar Piala Dunia 2026
28 menit yang lalu
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Amerika Serikat Lolos...
Amerika Serikat Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Tantang Belgia Usai Tekuk Bosnia
2 jam yang lalu
Inggris vs Meksiko di...
Inggris vs Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Tuchel Waspadai Tipisnya Oksigen Azteca
2 jam yang lalu
Indonesian Padel League...
Indonesian Padel League 2026 Dimulai Agustus, Kompetisi Padel Masuk Era Profesional
4 jam yang lalu
Penalti Menit Akhir...
Penalti Menit Akhir Belgia Paksa Senegal Angkat Koper
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pelatih dengan...
Daftar Pelatih dengan Trofi Terbanyak di Liga Champions
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved