CLS Knights Telan Kekalahan Pertama di Kandang
Senin, 04 Desember 2017 - 00:20 WIB
CLS Knights Telan Kekalahan Pertama di Kandang
A
A
A
SURABAYA - Keangkeran GOR Kertajaya sudah tak dirasakan CLS Knights. Pada pertandingan lanjutan ASEAN Basketball League (ABL) musim 2017/2018, anak asuh Koko Heru Setyo Nugroho harus mengakui keunggulan Hong Kong Eastern setelah tim tamu menang lewat pertandingan 78-87 (OT).
Bermain di depan tiga ribu pendukung, CLS Knights Indonesia tampil dengan penuh semangat. Dua kekalahan yang membekas pada pertandingan sebelumnya melawan Singapura Slingers dan Mono Vampire Thailand, ibarat cambuk bagi skuad Koko Heru Setyo Nugroho untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing menghadapi kerasnya liga ABL musim ini.
Pada kuarter pertama CLS Knights mampu mengimbangi permainan tim tamu. Hanya saja CLS Knights beberapa kali tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada. Sebaliknya Hong Kong Eastern dengan baik dapat mengontrol irama permainannya, sehingga mereka mampu unggul 7-10.
Mesin permainan CLS Knights mulai panas pada kuarter kedua. Di mulai dengan aksi Saroni lewat usaha kerasnya dari bawah area pertahanan Eastern yang memaksa lawan melakukan pelanggaran. Dua angka yang ia kemas plus satu free throw yang berhasil dieksekusinya dengan baik menyamakan menjadi 10-10.
Situasi ini sekaligus mengangkat mental para pemain lainnya. Bahkan di saat papan waktu menunjukkan 6:20, CLS Knights Indonesia mampu menambah sembilan angka lagi. Lima poin di antaranya disumbangkan Katon Adjie Baskoro.
Di kuarter kedua ini juga Frederick Lee Jones menunjukkan kemampuannya sebagai salah satu pemain CLS Knights yang sangat konsisten dalam mencetak angka. Meski nihil angka di kuarter awal, Pemain gado-gado Amerika-Thailand tersebut akhirnya membuat sembilan angka, enam diantaranya ia cetak lewat tembakan tiga angka. CLS pun akhirnya berbalik unggul 33-26.
Tertinggal jauh memaksa Hong Kong Eastern mengubah strategi permainannya dengan terus menekan pertahanan CLS Knights. Usaha ini terbukti berjalan dengan baik. Meski Sandy Febiansyakh sempat memberikan asa lewat dua tembakan three poinnya, nyatanya klub asal Hong Kong ini selalu tampil Spartan untuk terus mengejar sekaligus berusaha berbalik unggul.
Tiga pemain Eastern Tyler Lamb, Marcus Ryan Elliot dan Ki Lee bergantian mencetak angka, bahkan pada akhir kuarter tiga ini, mereka mampu menipiskan margin kekalahan hanya menjadi dua poin saja (56-54). CLS pun membuang kesempatan untuk merebut kemenangan keduanya di markas mereka.
Padahal sebelumnya tembakan tiga angka Frederick Lee Jones di saat sisa waktu kurang dari tiga puluh detik, sempat memberikan angin segar untuk timnya. Nyatanya pil pahit pun harus ditelan tuan rumah pada pertandingan kali ini.
Kemenangan yang sudah didepan mata justru sirna saat tiga kali tembakan free throw Christian Standhardinger berhasil memaksa CLS Knights untuk memainkan babak overtime (75-75). Hal itu dikarenakan upaya tembakan tiga angka pemain berdarah Filipina tersebut di hadang Evan Brock dan memaksa wasit memberikan keputusan foul sekaligus tiga kali kesempatan free throw untuk Standhardinger yang berhasil dikemasnya dengan baik.
Memasuki babak tambahan waktu, Hong Kong Eastern berhasil keluar dari tekanan dan justru mengakhiri pertandingan malam ini dengan kemenangan.
Dua pemain heritage berdarah Thailand dari kedua tim berhasil menjadi pencetak angka terbanyak untuk timnya. Dari tim Hongkong Eastern, Tyler Lamb menorehan 25 poin dan 12 rebound. Sementara dari kubu CLS Knights Indonesia, Frederick Lee Jones mencetak poin tertinggi yakni sebanyak 22 angka.
Bermain di depan tiga ribu pendukung, CLS Knights Indonesia tampil dengan penuh semangat. Dua kekalahan yang membekas pada pertandingan sebelumnya melawan Singapura Slingers dan Mono Vampire Thailand, ibarat cambuk bagi skuad Koko Heru Setyo Nugroho untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing menghadapi kerasnya liga ABL musim ini.
Pada kuarter pertama CLS Knights mampu mengimbangi permainan tim tamu. Hanya saja CLS Knights beberapa kali tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada. Sebaliknya Hong Kong Eastern dengan baik dapat mengontrol irama permainannya, sehingga mereka mampu unggul 7-10.
Mesin permainan CLS Knights mulai panas pada kuarter kedua. Di mulai dengan aksi Saroni lewat usaha kerasnya dari bawah area pertahanan Eastern yang memaksa lawan melakukan pelanggaran. Dua angka yang ia kemas plus satu free throw yang berhasil dieksekusinya dengan baik menyamakan menjadi 10-10.
Situasi ini sekaligus mengangkat mental para pemain lainnya. Bahkan di saat papan waktu menunjukkan 6:20, CLS Knights Indonesia mampu menambah sembilan angka lagi. Lima poin di antaranya disumbangkan Katon Adjie Baskoro.
Di kuarter kedua ini juga Frederick Lee Jones menunjukkan kemampuannya sebagai salah satu pemain CLS Knights yang sangat konsisten dalam mencetak angka. Meski nihil angka di kuarter awal, Pemain gado-gado Amerika-Thailand tersebut akhirnya membuat sembilan angka, enam diantaranya ia cetak lewat tembakan tiga angka. CLS pun akhirnya berbalik unggul 33-26.
Tertinggal jauh memaksa Hong Kong Eastern mengubah strategi permainannya dengan terus menekan pertahanan CLS Knights. Usaha ini terbukti berjalan dengan baik. Meski Sandy Febiansyakh sempat memberikan asa lewat dua tembakan three poinnya, nyatanya klub asal Hong Kong ini selalu tampil Spartan untuk terus mengejar sekaligus berusaha berbalik unggul.
Tiga pemain Eastern Tyler Lamb, Marcus Ryan Elliot dan Ki Lee bergantian mencetak angka, bahkan pada akhir kuarter tiga ini, mereka mampu menipiskan margin kekalahan hanya menjadi dua poin saja (56-54). CLS pun membuang kesempatan untuk merebut kemenangan keduanya di markas mereka.
Padahal sebelumnya tembakan tiga angka Frederick Lee Jones di saat sisa waktu kurang dari tiga puluh detik, sempat memberikan angin segar untuk timnya. Nyatanya pil pahit pun harus ditelan tuan rumah pada pertandingan kali ini.
Kemenangan yang sudah didepan mata justru sirna saat tiga kali tembakan free throw Christian Standhardinger berhasil memaksa CLS Knights untuk memainkan babak overtime (75-75). Hal itu dikarenakan upaya tembakan tiga angka pemain berdarah Filipina tersebut di hadang Evan Brock dan memaksa wasit memberikan keputusan foul sekaligus tiga kali kesempatan free throw untuk Standhardinger yang berhasil dikemasnya dengan baik.
Memasuki babak tambahan waktu, Hong Kong Eastern berhasil keluar dari tekanan dan justru mengakhiri pertandingan malam ini dengan kemenangan.
Dua pemain heritage berdarah Thailand dari kedua tim berhasil menjadi pencetak angka terbanyak untuk timnya. Dari tim Hongkong Eastern, Tyler Lamb menorehan 25 poin dan 12 rebound. Sementara dari kubu CLS Knights Indonesia, Frederick Lee Jones mencetak poin tertinggi yakni sebanyak 22 angka.
(sha)