Ini Hasil Evaluasi INASGOC di Akhir 2017
Jum'at, 29 Desember 2017 - 15:58 WIB
Ini Hasil Evaluasi INASGOC di Akhir 2017
A
A
A
JAKARTA - Panita penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) telah menggelar rapat akhir tahun di Wisma Serba Guna, Senayan, Jakarta, Rabu (27/12/2017) lalu. Dalam rapat tersebut, lahir sejumlah poin penting yang akan menjadi bekal positif jelang penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang tahun depan.
Rapat ini dipimpin oleh Sjafrie Sjamsoeddin selaku Wakil Ketua INASGOC. Hadir dalam acara tersebut Sekjen INASGOC Eris Herryanto, Wakil Asisten Keungan Suwartomo, Koordinator Perencanaan dan Anggaran Tjuk Agus Minahasa, Koordinator Pengadaan Listyanto, Deputi I Harry Warganegara, serta beberapa panitia yang mewakili deputi-deputi dan para koordinator dari sejumlah departemen.
"Dalam tahun 2017 banyak kegiatan penting dijalankan INASGOC sebagai penyelenggara mulai dari countdown di dua kota, pelaksanaan test event lebih dari 30 cabang olahraga yang berjalan lancar, bahkan test event di Palembang mayoritas digelar di competition venue sehingga bukan hanya panpel, tapi juga kelayakan venue yang diuji coba. Keberhasilan dalam kerja sama sponsor dengan BUMN dan beberapa perusahaan swasta juga menjadi momen penting karena INASGOC mampu meraih pemasukan dari sumber lain," jelas Sjamsoeddin.
Di awal 2018 nanti, INASGOC akan fokus menggelar coordination commitee meeting serta test event invitation tournamen. Dari anggaran yang tersedia, INASGOC mengalokasikan Rp77 miliar untuk mengadakan kegiatan tersebut.
"Untuk menggelar test event sudah dialokasikan dana Rp77 miliar dan sejauh ini sudah 31 negara yang mengonfirmasi akan ikut serta. Kami masih menunggu tambahan peserta untuk tiga cabang yakni sepak bola, basket 5x5 dan bola voli indoor," ungkap Deputi I Games Operation, Harry Warganegara.
Persiapan untuk test event invitation tournamen sudah disusun INASGOC secara matang mulai dari perlatan tanding, hingga peralatan volunter yang memulai tugas perdana di test event tersebut.
"Khusus test event itu, volunter sudah dipersiapkan untuk Protocol Assistant (PA) dan National Olympic Commitee (NOC) Assistant. Mereka akan melayani tamu VVIP dari Dewan Olimpiade Asia (OCA), NOC dari negara-negara peserta Asian Games, perwakilan International Spotrs Federation, delegasi peninjau, serta tamu-tamu terundah oleh OCA dan Inasgoc," jelas Sekjen INASGOC, Eris Herryanto.
"Meski padat dengan program kerja level tinggi di 2018, INASGOC tetap membuka kritik dan masukan dengan berencana membuka layanan aduan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan segala hal demi mendukung sukses penyelenggaraan Asian Games. Terlebih tahun depan INASGOC akan memusatkan kegiatan operational games times dengan melakukan beragam simulasi competition management sekaligus mengecek kesiapan venue pertandingan dan wisma atlet yang menyebar di Jakarta dan Palembang," tutup Sjafrie Sjamsoeddin.
Rapat ini dipimpin oleh Sjafrie Sjamsoeddin selaku Wakil Ketua INASGOC. Hadir dalam acara tersebut Sekjen INASGOC Eris Herryanto, Wakil Asisten Keungan Suwartomo, Koordinator Perencanaan dan Anggaran Tjuk Agus Minahasa, Koordinator Pengadaan Listyanto, Deputi I Harry Warganegara, serta beberapa panitia yang mewakili deputi-deputi dan para koordinator dari sejumlah departemen.
"Dalam tahun 2017 banyak kegiatan penting dijalankan INASGOC sebagai penyelenggara mulai dari countdown di dua kota, pelaksanaan test event lebih dari 30 cabang olahraga yang berjalan lancar, bahkan test event di Palembang mayoritas digelar di competition venue sehingga bukan hanya panpel, tapi juga kelayakan venue yang diuji coba. Keberhasilan dalam kerja sama sponsor dengan BUMN dan beberapa perusahaan swasta juga menjadi momen penting karena INASGOC mampu meraih pemasukan dari sumber lain," jelas Sjamsoeddin.
Di awal 2018 nanti, INASGOC akan fokus menggelar coordination commitee meeting serta test event invitation tournamen. Dari anggaran yang tersedia, INASGOC mengalokasikan Rp77 miliar untuk mengadakan kegiatan tersebut.
"Untuk menggelar test event sudah dialokasikan dana Rp77 miliar dan sejauh ini sudah 31 negara yang mengonfirmasi akan ikut serta. Kami masih menunggu tambahan peserta untuk tiga cabang yakni sepak bola, basket 5x5 dan bola voli indoor," ungkap Deputi I Games Operation, Harry Warganegara.
Persiapan untuk test event invitation tournamen sudah disusun INASGOC secara matang mulai dari perlatan tanding, hingga peralatan volunter yang memulai tugas perdana di test event tersebut.
"Khusus test event itu, volunter sudah dipersiapkan untuk Protocol Assistant (PA) dan National Olympic Commitee (NOC) Assistant. Mereka akan melayani tamu VVIP dari Dewan Olimpiade Asia (OCA), NOC dari negara-negara peserta Asian Games, perwakilan International Spotrs Federation, delegasi peninjau, serta tamu-tamu terundah oleh OCA dan Inasgoc," jelas Sekjen INASGOC, Eris Herryanto.
"Meski padat dengan program kerja level tinggi di 2018, INASGOC tetap membuka kritik dan masukan dengan berencana membuka layanan aduan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan segala hal demi mendukung sukses penyelenggaraan Asian Games. Terlebih tahun depan INASGOC akan memusatkan kegiatan operational games times dengan melakukan beragam simulasi competition management sekaligus mengecek kesiapan venue pertandingan dan wisma atlet yang menyebar di Jakarta dan Palembang," tutup Sjafrie Sjamsoeddin.
(bep)