Rahasia Zidane

Kamis, 24 Mei 2018 - 14:45 WIB
Rahasia Zidane
Rahasia Zidane
A A A
Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane sudah masuk buku sejarah ketika memberikan dua gelar Liga Champions. Dua hari ke depan dia bisa membuat sejarah baru sebagai pelatih yang tiga kali mendapatkan gelar dengan satu tim.

Mungkin dia bukan pelatih pertama yang bisa mendapatkan trofi Eropa tiga kali bersama satu tim. Sebelumnya ada Bob Paisley yang sudah memberikan Liverpool tiga gelar Eropa di musim 1977, 1978 dan 1981. Ada juga Carlo Ancelotti yang mendapatkan tiga trofi Liga Champions bersama AC Milan (2003, 2007) dan Real Madrid (2014).

Tapi, jika bisa mengangkat trofi di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Minggu (27/5/2018), membuat Zidane menjadi pelatih pertama yang mendapatkan tiga trofi kuping besar di era Liga Champions. Dia juga berhak masuk buku sejarah karena membukukan hattrick trofi dalam tiga musim berturut-turut. Lalu apa rahasia Zidane tiga musim berturut-turut membawa Madrid ke final?

"Saya menghabiskan 17 sampai 18 tahun sebagai pemain, bekerja dengan banyak pelatih dan beberapa pemain berbakat dengan ego yang harus disatukan. Saya tahu betul bagaimana cara pemain berpikir dan itu penting bagi pelatih," kata Zidane, dikutip situs resmi Real Madrid.
Rahasia Zidane

Namun, mengetahui dan menguasai ruang ganti bukan satu-satunya penentu kemenangan. Pelatih tetap harus memiliki keberanian dan filosofi untuk bisa menghadirkan kemenangan. "Secara taktik, saya bukan pelatih terbaik, pers mengatakannya sendiri, tetapi saya memiliki dorongan dan semangat, dan itu jauh lebih penting," ungkapnya.Zidane menambahkan, lebih mudah menjadi pemain dibanding pelatih karena dia harus memilih siapa yang tampil starter atau tidak. Menurut dia, semua pemain sangat penting, termasuk yang berada di bangku cadangan. Hanya, kadang mereka yang berada di bangku cadangan merasa tidak akan pernah tampil sama sekali. Padahal, mereka yang berada di bangku cadangan bisa membuat perbedaan signifikan saat diturunkan.

"Itulah mengapa saya tidak mengatakan siapa yang bermain karena dapat merusak mental. Saya ingin semua orang aktif," tandasnya.

Mantan pemain Juventus dan Real Madrid itu mengatakan, timnya juga tetap memiliki ambisi besar mendapatkan gelar. Tak ada alasan untuk menurunkan intensitas meski sudah mendapatkan 12 gelar dua gelar di antaranya terjadi dalam dua musim. Apalagi, Liverpool adalah lawan istimewa. Wakil Inggris dan masuk dalam daftar kolektor trofi Liga Champions terbanyak. Mereka sedang menjalani musim bagus dengan sepak bola menyerang baik di kandang atau tandang.

"Kami harus mempersiapkan pertandingan dengan baik. Melihat kekurangan dan mencoba mengalahkan mereka," ujarnya.
Rahasia Zidane

Full back Madrid Marcelo menambahkan, tidak ada treatment khusus pada Mohamed Salah meski dia sedang dalam performa terbaik. Menurut dia, Liverpool punya banyak pemain berbahaya, seperti Sadio Mane dan Roberto Firmino. "Mereka adalah pemain-pemain yang yang bisa menen tu - kan dan mengubah hasil akhir pertandingan,” tandas Marcelo.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp tak menampik Real Madrid menjadi unggulan dalam pertemuan nanti. Pengalaman menjadi alasan kenapa Los Blancos lebih diunggulkan dibanding The Reds. Namun, pengalaman bukan satu-satunya penyebab sebuah tim bisa menjadi juara. "Tidak ada yang pasti dalam sepak bola. Selalu ada peluang dan kami mempersiapkan diri untuk mengambil peluang tersebut," tandas Klopp.

Sementara penyerang sayap Liverpool Mohamed Salah optimistis timnya bisa mendapat hasil terbaik pada Liga Champions. Apalagi, The Reds hanya kalah sekali dalam 14 pertandingan pada kompetisi musim ini, mencetak 46 gol. "Sejujurnya saya percaya 100%. Dari hari pertama datang ke sini, saya percaya kami akan bermain pada Liga Champions dan percaya akan melangkah sejauh mungkin, jadi sekarang kami berada pada final," tandas Salah di situs resmi klub.

Menurut dia, penampilan Liverpool terus memperlihatkan tren positif dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Salah juga menorehkan rekor positif karena dari 44 golnya musim ini, 11 di antaranya lahir pada Liga Champions. “Bagi saya, setiap pertandingan hanyalah permainan. Saya selalu ingin memenangkannya, tetapi tak mau berada dalam tekanan,” pungkasnya.
(amm)
Berita Terkait
Perpanjang Derita Liverpool,...
Perpanjang Derita Liverpool, Real Madrid Juara Liga Champions 2021/2022
Real Madrid Buyarkan...
Real Madrid Buyarkan Ambisi Liverpool
Kembalinya Sang Raja...
Kembalinya Sang Raja Liga Champions
Preview Liverpool vs...
Preview Liverpool vs Real Madrid: Keuntungan Los Blancos!
Bagaimana Liverpool...
Bagaimana Liverpool Kalahkan Real Madrid di Final Liga Champions
Kemenangan Bersejarah...
Kemenangan Bersejarah Liverpool dan Arne Slot di Liga Champions
Berita Terkini
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
48 menit yang lalu
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
1 jam yang lalu
Lamine Yamal Ungkap...
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
14 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
14 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
16 jam yang lalu
Infografis
Israel Panggil Batalion...
Israel Panggil Batalion Perempuan untuk Tugas Rahasia di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved