Pelatih Iran Geram, Nike Cabut Dukungan Perlengkapan di Piala Dunia 2018

Selasa, 12 Juni 2018 - 18:01 WIB
Pelatih Iran Geram,...
Pelatih Iran Geram, Nike Cabut Dukungan Perlengkapan di Piala Dunia 2018
A A A
MOSCOW - Keputusan Nike menghentikan pasokan sepatu untuk tim sepak bola Iran di Piala Dunia 2018 menuai kemarahan pelatih kepala tim nasional Iran, Carlos Queiroz. Pelatih berpaspor Portugal tersebut juga meminta FIFA dan asosiasi internasional yang bertanggung jawab untuk segera mengatasi masalah ini.

"Pemain terbiasa dengan peralatan olahraga mereka, dan tidak tepat untuk mengubahnya seminggu sebelum pertandingan penting seperti itu," kata Queiroz kepada wartawan di luar sesi latihan tim di Moskow . Para pemain biasanya berlatih dengan sepatu yang sama saat mereka melakukan pertandingan resmi.

Nike menyatakan dilarang memasok kit (perlengkapan olahraga) ke tim Iran sebagai buntut dari sanksi pemerintah AS terhadap Iran. Sedianya Nike akan menyuplai sepatu untuk 60% pemain Iran di Piala Dunia 2018, termasuk saat acara pembukaan berlangsung pada 14 Juni di St. Petersburg, Rusia. (Baca juga: Trump Jatuhkan Sanksi, Nike Stop Suplai Sepatu ke Timnas Iran ).

Iran yang jebak di Grup B bersama Maroko, Portugal, dan Spanyol akan melakoni pertandingan pembuka Piala Dunia melawan Maroko di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, 15 Juni 2018.

Di sisi lain Richard Nephew, mantan direktur di Dewan Keamanan Nasional, mengatakan alasan Nike tidak akan menyediakan sepatu itu adalah bahwa 'tidak ada lisensi umum' yang mengizinkan pemindahan pakaian asal AS ke Iran.

"Kami memiliki lisensi untuk barang-barang kemanusiaan dan sepatu biasanya tidak dihitung. Departemen Keuangan mengeluarkan beberapa lisensi untuk memberi izin aktivitas yang seharusnya tidak dilarang berkaitan dengan Iran. Tetapi saya berpikir dan mengatakan bahwa sepatu Nike kemungkinan tidak dilindungi oleh lisensi ini," pungkasnya

Sejak Piala Dunia 1994, Nike juga telah mewakili pemain khusus dan menyediakan sepatu pertandingan resmi untuk lebih dari separuh pemain di Piala Dunia.

Keputusan Nike juga akan memengaruhi salah satu pemain Iran, Saman Ghoddos. Pemain tersebut saat ini disponsori oleh Nike. Ada dugaan dia akan dipakas untuk memakai mereka lain selama kompetisi Piala Dunia.

Washington Post melaporkan bahwa sponsor lain untuk individu dan tim tidak akan terpengaruh oleh keputusan tersebut. Ini memungkinkan bahwa pemain berhak untuk memilih merek sepatu mereka sendiri untuk dipakai dalam kompetisi.

Iran juga pernah berada di bawah sanksi berat yang dijatuhkan oleh pemerintahan Barack Obama sebelum perjanjian nuklir ditandatangani pada tahun 2015. Uniknya tim Iran bisa mengenakan sepatu Nike selama Piala Dunia 2014 Brasil berlangsung di kala itu.
(sha)
Berita Terkait
Latihan Timnas Iran...
Latihan Timnas Iran U-17 di Bali
Memori Piala Dunia 2018...
Memori Piala Dunia 2018 Hantui Jerman Jelang Hadapi Jepang
Timnas Iran Ajukan 7...
Timnas Iran Ajukan 7 Syarat untuk Tampil di Piala Dunia 2026
Skuad Resmi Timnas Iran...
Skuad Resmi Timnas Iran di Piala Dunia 2022: Tim Melli Hadapi Kutukan Grup
Preview Timnas Inggris...
Preview Timnas Inggris vs Iran: Tren Buruk Mendera Tiga Singa
Jelang Piala Dunia 2022,...
Jelang Piala Dunia 2022, Pelatih Timnas Iran Ngamuk Ditanya Soal Mahsa Amini
Berita Terkini
Shakira Guncang Pembukaan...
Shakira Guncang Pembukaan Piala Dunia 2026, Azteca Bergemuruh
45 menit yang lalu
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
5 jam yang lalu
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
7 jam yang lalu
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
7 jam yang lalu
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
9 jam yang lalu
Hong Kong Bongkar Sindikat...
Hong Kong Bongkar Sindikat Merchandise Piala Dunia Palsu Senilai Rp359 Miliar
10 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved