Meski Dilarang FIFA, Selalu Ada Cara untuk Merokok
Minggu, 24 Juni 2018 - 15:21 WIB
Meski Dilarang FIFA, Selalu Ada Cara untuk Merokok
A
A
A
SETIAP pergelaran Piala Dunia, ada saja peraturan yang berbeda, termasuk untuk para peliput event ini. Mulai dari teknis peliputan hingga hal-hal yang mendasar.
Tahun ini, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menerapkan kebijakan smoking free stadium. Peraturan ini tentu saja mengundang reaksi dari perokok. Protes tidak akan ada artinya. Tapi, selalu ada cara bagi para perokok untuk merokok.
Para jurnalis yang ingin menuntaskan hasrat merokok pun rela harus kucing-kucingan dengan sekuriti. Biasanya mereka memilih di dekat toilet untuk merokok. Terkadang para wartawan itu hingga harus menyelinap di belakang toilet agar tidak kena tegur petugas berwenang. Tapi, petugas sangat sigap.
“This is a smoking free stadium, you know!” tandas sang sekuriti. Wartawan pun langsung misuh-misuh. “Seharusnya disediakan ruangan khusus. Kan, banyak perokok di sini,” seloroh seorang wartawan, jelang pertandingan Belgia kontra Tunisia di Spartak Stadium, Moskow, Rusia. “I believe that certain rules are made to be broken,” ujar wartawan tadi, sembari tertawa.
Larangan merokok di stadion dan sekitarnya juga berlaku untuk suporter. Bahkan, pada hari pertandingan pengumuman secara berkala dilakukan agar suporter mematuhi peraturan.
Ketika pertandingan dihelat di stadion besar seperti Luzhniki Stadium di Moskow, Kretovsky Stadium di Saint Petersburg, atau Fisht Olympic Stadium, Sochi, pengawasan agak sedikit longgar karena area stadion sangat luas.
Tapi, jika digelar di stadion yang medium seperti di Spartak Moskow, kucing-kucingan dengan sekuriti menjadi sangat intens. Jurnalis dan juga warga umum baru boleh merokok ketika berada di luar stadion.
Tahun ini, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menerapkan kebijakan smoking free stadium. Peraturan ini tentu saja mengundang reaksi dari perokok. Protes tidak akan ada artinya. Tapi, selalu ada cara bagi para perokok untuk merokok.
Para jurnalis yang ingin menuntaskan hasrat merokok pun rela harus kucing-kucingan dengan sekuriti. Biasanya mereka memilih di dekat toilet untuk merokok. Terkadang para wartawan itu hingga harus menyelinap di belakang toilet agar tidak kena tegur petugas berwenang. Tapi, petugas sangat sigap.
“This is a smoking free stadium, you know!” tandas sang sekuriti. Wartawan pun langsung misuh-misuh. “Seharusnya disediakan ruangan khusus. Kan, banyak perokok di sini,” seloroh seorang wartawan, jelang pertandingan Belgia kontra Tunisia di Spartak Stadium, Moskow, Rusia. “I believe that certain rules are made to be broken,” ujar wartawan tadi, sembari tertawa.
Larangan merokok di stadion dan sekitarnya juga berlaku untuk suporter. Bahkan, pada hari pertandingan pengumuman secara berkala dilakukan agar suporter mematuhi peraturan.
Ketika pertandingan dihelat di stadion besar seperti Luzhniki Stadium di Moskow, Kretovsky Stadium di Saint Petersburg, atau Fisht Olympic Stadium, Sochi, pengawasan agak sedikit longgar karena area stadion sangat luas.
Tapi, jika digelar di stadion yang medium seperti di Spartak Moskow, kucing-kucingan dengan sekuriti menjadi sangat intens. Jurnalis dan juga warga umum baru boleh merokok ketika berada di luar stadion.
(don)