Taklukkan Meksiko, Augustinsson Klaim Penampilan Terbaik Swedia
Jum'at, 29 Juni 2018 - 17:18 WIB
Taklukkan Meksiko, Augustinsson Klaim Penampilan Terbaik Swedia
A
A
A
EKATERINBURG - Datang tanpa pemain bintang, Swedia justru tampil memukau di Piala Dunia 2018. Tim berjuluk Blagult itu sukses melaju ke babak 16 besar setelah membantai Meksiko 3-0 di Central Stadium, Rabu (27/6) malam.
Dari tiga laga yang sudah dimainkan, kemenangan atas Meksiko menjadi penampilan terbaik Swedia selama di Rusia. Meski tampil kurang meyakinkan di babak pertama, mereka mampu bangkit di paruh kedua dengan mencetak tiga gol berkat Ludwig Augustinsson pada menit ke-50, Andreas Granqvist (62-penalti), dan gol bunuh diri bek Meksiko Edson Alvarez (74). Keberhasilan itu tentu membuat Swedia menjadi tim kejutan di Piala Dunia 2018. Meski tanpa membawa pemain bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, mereka justru bisa menjadi juara Grup F dengan mengumpulkan enam poin atau unggul agregat gol atas Meksiko yang berada di urutan kedua.
Augustinsson, yang terpilih sebagai Man of the Match melawan Meksiko, mengatakan Swedia dibangun dengan kebersamaan walaupun tak ada pemain yang diistimewakan dalam timnya. Apalagi, performanya itu sudah terlihat ketika mengalahkan Prancis dan bermain imbang dengan Belanda di babak grup kualifikasi, sebelum menyingkirkan Italia di babak play-off.
“Kami tahu apa yang telah kami lakukan sebelumnya dan dalam sepak bola tidak ada yang mustahil jika kita bekerja sangat keras,” kata Augustinsson, dilansir FIFA . “Ini sesuatu yang telah kami bangun selama dua tahun terakhir dan kami sepenuhnya percaya pada apa yang kami lakukan,” ungkapnya.
Sementara gelandang Swedia Emil Forsberg percaya skuad yang ada merupakan yang terbaik. Dia memiliki harapan besar di Piala Dunia 2018. Apalagi, tim biru kuning itu memiliki alasan kuat untuk terus melakukannya dan mencoba kembali menunjukkannya saat bertemu Swiss pada babak 16 besar di Saint Petersburg, Selasa (3/7).
“Kami harus selalu bermimpi. Saya pikir itu penting atau yang lain akan sulit untuk melihat ke depan. Kami bermimpi melakukan sesuatu yang besar. Kami tahu apa yang telah kami lakukan untuk sampai ke sini. Kami secara mental siap dan kemudian kami akan melihat seberapa jauh kami. Tapi, tentu saja kami bermimpi untuk pergi (babak) lebih jauh,” papar Forsberg.
Sementara itu, Pelatih Meksiko Juan Carlos Osorio mengaku sangat kecewa timnya kalah dari Swedia meski mereka tetap lolos ke babak 16 besar. Padahal, dua laga sebelumnya, yakni menghadapi Jerman dan Korea Selatan, mereka mampu merebut dengan kemenangan. Jadi, dia merasa kurang puas dengan cara timnya menyelesaikan fase grup.
“Saya harus mengatakan bahwa kami lolos karena kami mengalahkan Jerman dan Korea Selatan. Tapi, saya sangat kecewa. Kami tidak dapat melakukan hal yang sama. Kami tidak bisa mencetak gol. Saya tidak senang dengan cara kami bertahan,” ungkap Orosio, yang akan mempersiapkan timnya menghadapi Brasil di Cosmos Arena, Samara, Senin (2/7).
Dari tiga laga yang sudah dimainkan, kemenangan atas Meksiko menjadi penampilan terbaik Swedia selama di Rusia. Meski tampil kurang meyakinkan di babak pertama, mereka mampu bangkit di paruh kedua dengan mencetak tiga gol berkat Ludwig Augustinsson pada menit ke-50, Andreas Granqvist (62-penalti), dan gol bunuh diri bek Meksiko Edson Alvarez (74). Keberhasilan itu tentu membuat Swedia menjadi tim kejutan di Piala Dunia 2018. Meski tanpa membawa pemain bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, mereka justru bisa menjadi juara Grup F dengan mengumpulkan enam poin atau unggul agregat gol atas Meksiko yang berada di urutan kedua.
Augustinsson, yang terpilih sebagai Man of the Match melawan Meksiko, mengatakan Swedia dibangun dengan kebersamaan walaupun tak ada pemain yang diistimewakan dalam timnya. Apalagi, performanya itu sudah terlihat ketika mengalahkan Prancis dan bermain imbang dengan Belanda di babak grup kualifikasi, sebelum menyingkirkan Italia di babak play-off.
“Kami tahu apa yang telah kami lakukan sebelumnya dan dalam sepak bola tidak ada yang mustahil jika kita bekerja sangat keras,” kata Augustinsson, dilansir FIFA . “Ini sesuatu yang telah kami bangun selama dua tahun terakhir dan kami sepenuhnya percaya pada apa yang kami lakukan,” ungkapnya.
Sementara gelandang Swedia Emil Forsberg percaya skuad yang ada merupakan yang terbaik. Dia memiliki harapan besar di Piala Dunia 2018. Apalagi, tim biru kuning itu memiliki alasan kuat untuk terus melakukannya dan mencoba kembali menunjukkannya saat bertemu Swiss pada babak 16 besar di Saint Petersburg, Selasa (3/7).
“Kami harus selalu bermimpi. Saya pikir itu penting atau yang lain akan sulit untuk melihat ke depan. Kami bermimpi melakukan sesuatu yang besar. Kami tahu apa yang telah kami lakukan untuk sampai ke sini. Kami secara mental siap dan kemudian kami akan melihat seberapa jauh kami. Tapi, tentu saja kami bermimpi untuk pergi (babak) lebih jauh,” papar Forsberg.
Sementara itu, Pelatih Meksiko Juan Carlos Osorio mengaku sangat kecewa timnya kalah dari Swedia meski mereka tetap lolos ke babak 16 besar. Padahal, dua laga sebelumnya, yakni menghadapi Jerman dan Korea Selatan, mereka mampu merebut dengan kemenangan. Jadi, dia merasa kurang puas dengan cara timnya menyelesaikan fase grup.
“Saya harus mengatakan bahwa kami lolos karena kami mengalahkan Jerman dan Korea Selatan. Tapi, saya sangat kecewa. Kami tidak dapat melakukan hal yang sama. Kami tidak bisa mencetak gol. Saya tidak senang dengan cara kami bertahan,” ungkap Orosio, yang akan mempersiapkan timnya menghadapi Brasil di Cosmos Arena, Samara, Senin (2/7).
(don)