Penguasaan Bola Tak Selalu Jadi Penentu

Senin, 02 Juli 2018 - 05:22 WIB
Penguasaan Bola Tak...
Penguasaan Bola Tak Selalu Jadi Penentu
A A A
MOSKOW - Penguasaan bola kerap menjadi bagian terpenting dalam suatu pertandingan. Tapi, ini tidak berlaku saat Spanyol berhadapan dengan Rusia pada 16 besar Piala Dunia 2018 di di Stadion Luzhniki, Minggu (1/7/2018) malam WIB.

Penguasaan bola yang dilakukan Spanyol sebenarnya dilakukan untuk mencegah tim lain mencetak gol. Ini pengamatan umum dari gaya bermain Tim Matador, tetapi itu dilakukan secara ekstrem saat berhadapan dengan Rusia. (Baca juga: Taktik Catenaccio Bikin Spanyol Terusir Lewat Drama Adu Penalti )

Pada pertandingan itu, Spanyol terlihat lebih mengutamakan penguasaan bola saat berhadapan dengan tuan rumah di Piala Dunia 2018. Statistik menyebut jika mereka memegang permainan dengan persentase penguasaan bola 74%-26%.
Penguasaan Bola Tak Selalu Jadi Penentu

Sergio Ramos dkk mengoper bola lebih dari 1.100 kali melawan Rusia dengan mengirimkan 800 umpan. Itu merupakan rekor di Piala Dunia sejak 1966. Sedangkan Rusia hanya menyelesaikan 300 umpan dalam pertandingan yang sama.

Meski Spanyol berhasil menyejajarkan catatan operan dengan laga Brasi kontra Italia (1994), Spanyol versus Jerman (2010), dan Jerman lawan Aljazair (2014). Namun pasukan Fernando Hierro harus merelakan tiket perempat final kepada Rusia.
Penguasaan Bola Tak Selalu Jadi Penentu

Ya, Rusia berhak lolos ke perempat final usai menang 4-3 melalui drama adu penalti melawan Spanyol. Ini kali pertama tuan rumah masuk ke delapan besar turnamen sepak bola empat tahunan dalam 48 tahun sejak penampilan terakhirnya di Meksiko pada 1970.

Tak ada yang bisa menyalahkan Hierro atas kegagalan Spanyol. Maklum, mantan pemain Real Madrid itu terpilih menjabat sebagai pelatih dua hari sebelum pagelaran Piala Dunia 2018 berlangsung.
Penguasaan Bola Tak Selalu Jadi Penentu

"Seperti halnya semua orang Spanyol, kami memiliki harapan dan impian yang tinggi dan kami sedih bahwa kami tidak dapat melakukannya untuk jutaan orang yang mengikuti pertandingan itu di rumah," sesal Hierro seperti dikutip dari Straitstimes, Senin (2/7/2018).

"Ini hanya soal sepak bola, menang dan kalah. Saya bisa mengatakan bahwa kita semua bisa saling menatap. Para pemain luar biasa untuk usaha mereka, profesionalisme mereka, dan solidaritas mereka. Ada banyak rasa sakit dalam delegasi, para pemain, staf pelatih, para pekerja. Sebab, kami memiliki harapan besar untuk Piala Dunia ini dan itu tidak terjadi. Tapi saya tidak memiliki keluhan terhadap siapa pun," jelas Hierro.
(nug)
Berita Terkait
Gunduli Republik Ceko,...
Gunduli Republik Ceko, Italia Tak Terkalahkan Sejak September 2018
Hajar Prancis, Begini...
Hajar Prancis, Begini Potret Kemenangan Spanyol menuju Final Euro 2024
Mencoba Peruntungan...
Mencoba Peruntungan Baru, Alya Nurshabrina Luncurkan Fall Into Place
Memori Piala Dunia 2018...
Memori Piala Dunia 2018 Hantui Jerman Jelang Hadapi Jepang
Spanyol Hancurkan Kroasia...
Spanyol Hancurkan Kroasia 3-0
Dipuji Enrique, Masa...
Dipuji Enrique, Masa Depan Adama Traore di Timnas Spanyol Cerah
Berita Terkini
Putra Tri Ramadani Cetak...
Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Indonesia Rebut Emas Lead Pertama di World Climbing Series
2 jam yang lalu
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026: Lewandowski hingga Tonali
2 jam yang lalu
2 Ganda Putra Indonesia...
2 Ganda Putra Indonesia Ditarik dari Australian Open 2026
3 jam yang lalu
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Asal Somalia Ditolak Masuk AS
4 jam yang lalu
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
13 jam yang lalu
Shin Tae-yong Bawa Gerbong...
Shin Tae-yong Bawa Gerbong Lama Tim Pelatih Timnas Indonesia ke Persija
18 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved