Mengapa Luka Modric dkk Begitu Dihujat di Negerinya?

Jum'at, 13 Juli 2018 - 09:26 WIB
Mengapa Luka Modric...
Mengapa Luka Modric dkk Begitu Dihujat di Negerinya?
A A A
MOSKOW - Tim nasional Kroasia memiliki pemain hebat di semua lini, sebut saja Luka Modric, Ivan Perisic, Mario Mandzukic, Danijel Subasic, Mateo Kovacic atau Ivan Rakitic. Tapi, yang mengunggulkan mereka bisa menyentuh final? Sedikit sekali. Bahkan, di luar selebrasi eksplosif sang presiden Kolinda Grabar-Kitarovic di tribun penonton, pasukan Zlatko Daric kurang mendapat dukungan di dalam negerinya.

Berbeda dengan beberapa negara, warga Kroasia tidak begitu "peduli" tentang Modric dkk yang berlaga di Piala Dunia 2018. Bandingkan dengan Inggris, baru dua kali berlaga di babak Grup G dengan melumat Tunisia 2-1 dan menghancurkan Panama 6-1, pendukungnya di Rusia dan di negara asal mereka sudah menggembar-gemborkan lagu Football Coming Home. Dan, ketika The Three Lions – julukan Inggris – melangkah ke semifinal, 10.000 suporter terbang ke Moskow, bergabung dengan pendukung Inggris yang sudah ada sejak awal Piala Dunia. Atau fans negara dari Amerika Selatan dan Meksiko. Jumlah mereka sangat banyak dan tak ragu dalam menyuarakan dukungan terhadap tim kesayangannya.

Lalu, mengapa laskar kotak merah-putih tak dipuja? Ini karena isu korupsi mengiringi langkah Kroasia ke Rusia. Sikap untuk Vatreni – julukan Kroasia- pun terbagi dua. Media di kota-kota besar Kroasia, termasuk Zagreb, ada yang memuji kerja keras pasukan Daric, tapi tak sedikit yang memilih untuk nyinyir. "Apakah Dia Kandidat Ballon d’Or?" tulis surat kabar berpengaruh di Zagreb, merujuk pada kehebatan Modric pasca Krosia menjinakkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Kamis (12/7) dini hari.

Tapi, bila kita nonton bareng di pub dan kafe di Kroasia, kebanyakan dari mereka mencemooh permainan para penggawa timnas. Bahkan ada lagu yang dibuat khusus untuk menyela Modric. "Dia (Modric) sudah tahu dan itu sudah sejak lama. Mungkin sekarang dia sudah terbiasa dan tak lagi peduli. Dia hanya bermain sebaik mungkin dan memberikan semua yang dia miliki di lapangan," ujar Ivan, suporter Kroasia yang hadir di Luzhniki Stadium, menyaksikan Vatreni menggilas The Three Lions.

Mengapa Modric cs begitu dihujat di negerinya? Tak bisa dibantah Modric merupakan simbol dari bangkitnya sepakbola Kroasia. Postur mungilnya tak menjadi penghalang Modric menyabet status sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini. Tapi, jelang keberangkatan ke Rusia, pemain Real Madrid itu menjadi pusat perhatian di Kroasia lantaran hal berbeda.

Modric dipanggil untuk bersaksi di pengadilan untuk kasus penggelapan dan penipuan yang menyeret Zdravko Mamic, awal Juni lalu. Awalnya Mamic dianggap sebagi orang paling berjasa dalam sepakbola modern negara itu. Tapi lantas diketahui dia mengambil keuntungan secara ilegal, penggelapan pajak penjualan pemain Dinamo Zagreb. Daftar pemain tersebut cukup panjang, di antaranya ada Modric dan Dejan Lovren. Jaring korupsi Mamic sungguh kuat, mulai dari Dinamo, hingga ke tim nasional Kroasia. "Bagaimana bisa pemain terbaik kita masuk ke dalam putaran skandal itu?" imbuh Ivan. "Tapi dia hanya terseret."

Mamic lantas dihukum 6,5 tahun setelah diputuskan bersalah atas tuduhan penggelapan pajak, sedangkan rekannya Damir Vrbanovic, direktur eksekutif Federasi Sepakbola Kroasia (CFF) diganjar tiga tahun penjara. Tapi, Sabtu (7/7), Vrbanovic hadir berdampingan dengan Kolinda Grabar-Kitarovic saat Kroasia menyingkirkan Rusia di perempat final Piala Dunia di Fisht Olympic Stadium, Sochi. Pemandangan ini membuat kening berkerut, masyarakat pun semakin skeptis terhadap manajemen sepakbola negara itu.

Namun, selebrasi Kolinda Grabar-Kitarovic mulai menumbuhkan cinta untuk armada Daric pun mulai mengalir deras. Dukungan tulus sang presiden dinilai sebagai upaya mempersatukan bangsa Hrvatska mendukung Modric dkk di final Piala Dunia 2018.

Kolinda Grabar-Kitarovic bersama suaminya, terbang ke Rusia dengan pesawat ekonomi berbarengan dengan fans untuk laga kontra Tim Beruang Merah – julukan Rusia- di Sochi.

Gaya selebrasi Grabar-Kitarovic mengundang perhatian global lantaran dia berjingkrak-jingkrak di hadapan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Selepas laga dia lantas menuju kamar ganti pemain, tanpa ragu dia memeluk penggawa yang masih bercucuran keringat seperti Modric, Perisic, Mandzukic, Marcelo Brozovic, Domagoj Vida, dan pemain lain serta tentu saja Daric.

"Kami datang ke sini untuk mendukung mereka, kami sangat bangga dengan semangat dan kerja keras para pemain. Biar saja, yang di sana (Kroasia) menunjukkan hal berbeda, tapi saya rasa semua rakyat Kroasia bangga," ujar pendukung Kroasia, Dejan, di Moskow.

Grabar-Kitarovic memperlakukan pasukan Vatreni sebagai pahlawan, dan semoga masyarakat Kroasia bakal satu hati mendukung kerja keras Modric dkk di final.

Prestasi terbaik Vatreni adalah Piala Dunia edisi 1998 dimana mereka menyabet tempat ketiga. Menambah manis catatan tersebut, pada event yang dihelat di Prancis itu adalah kala pertama Kroasia berlaga di Piala Dunia.

Saat itu, mirip dengan kondisi sekarang Kroasia dihuni pemain hebat di semua lini. Sebut saja Davor Suker, Robert Jarni, Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, atau Mario Stanic. Nama pertama bahkan mengakhiri Piala Dunia sebagai pencetak gol terbanyak. Mampukah Modric dkk menulis sejarah baru di catatan sepakbola Kroasia dan dunia? Let’s see.
(nug)
Berita Terkait
Menanti Konsistensi...
Menanti Konsistensi Timnas Saat Hadapi Kroasia
Batal ke Turki, Timnas...
Batal ke Turki, Timnas Indonesia U-19 Lanjutkan TC di Kroasia
Mattia Zaccagni Pahlawan...
Mattia Zaccagni Pahlawan Italia, Cetak Gol Mirip Del Piero di Menit Akhir
Preview Euro 2024 Timnas...
Preview Euro 2024 Timnas Spanyol vs Kroasia: Rematch Final UEFA Nations League
Kembali Bergabung dengan...
Kembali Bergabung dengan Klubnya, Witan Tinggalkan Timnas U-19
Statistik Timnas Argentina...
Statistik Timnas Argentina di Final Piala Dunia: Penasaran Kegagalan Edisi 2014
Berita Terkini
Kontroversi Jeda Hidrasi...
Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
29 menit yang lalu
Daftar 10 Tim Lolos...
Daftar 10 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Afrika Selatan Cetak...
Afrika Selatan Cetak Sejarah Usai Lolos ke Babak 32 Besar
2 jam yang lalu
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Afsel ke Babak 32 Besar
2 jam yang lalu
Meksiko Tumbangkan Ceko...
Meksiko Tumbangkan Ceko 3-0 di Laga Penutup Grup A Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Gilberto Mora Ukir Sejarah,...
Gilberto Mora Ukir Sejarah, Jadi Starter Termuda di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved