Mentan Pastikan Kuda Peserta Asian Games 2018 Bebas Penyakit
Sabtu, 14 Juli 2018 - 17:29 WIB
Mentan Pastikan Kuda Peserta Asian Games 2018 Bebas Penyakit
A
A
A
JAKARTA - Pesta olahraga Asian Games 2018 tinggal menghitung hari. Persiapan di segala bidang telah dilakukan guna suksesnya perhelatan olahraga yang diharapkan menjadi energi semangat baru di kawasan Asia. Kementerian Pertanian ambil bagian dalam menjamin kesehatan kuda yang akan tampil dalam cabang olahraga berkuda.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan Badan Karantina Pertanian telah mengambil langkah untuk menjamin kesehatan kuda peserta asal luar negeri yang akan bertanding di Jakarta Equestrian Park, Pulomas.
“Persiapan mulai dilakukan di awal tahun 2018, yakni dengan meminta persetujuan instalasi dari Organisasi Kesehatan Dunia, OIE di Prancis,” kata Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Jakarta Equestrian Park (JEP) di Pulomas, Jakarta bersama dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, Minggu (14/7/2018).
Terdata ada 130 ekor kuda yang dibawa oleh atlet dari 17 negara. Semuanya harus diperiksa karena berdasarkan catatan Kementan, ada tiga penyakit kuda yang belum ada di Indonesia dan harus diwaspadai yakni dourine, glanders, equine infectious anemia.
"Persiapan payung hukum, perlengkapan, dan sumber daya manusia (SDM) khususnya dokter hewan dan paramedik dari Badan Karantina Pertanian telah disiapkan untuk menjamin kesehatan kuda yang didatangkan para atlet," jelas Amran.
Saat ini Badan Karantina Pertanian serta Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian telah menetapkan Jakarta Equistrian Park (JEP) yang akan menjadi venue pacuan kuda sebagai Equine Disease Free Zone (EDFZ).
Sementara stables Arthayasa di Depok yang juga menjadi tempat karantina kuda peserta Asian Games ditetapkan oleh Badan Karantina Pertanian sebagai Registrered Animal Quarantine Installation (RAQI), sebagai tempat karantina hewan bagi kuda Non-European Approval, seperti India, China, dan lainnya.
"Untuk kuda asal negara Eropa dan negara di luar Eropa yang telah memiliki pengakuan European Approval dapat langsung menuju area balap kuda di Jakarta Equastrian Park," terang Amran.
Area balap kuda Jakarta Equestrian Park di Pulomas di Jakarta Timur merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan disebut menjadi arena bertaraf internasional pertama di Indonesia.
Dengan luas sekitar 30 hektare, terdiri dari empat bagian utama, yakni horse stables (kandang kuda), tribun penonton dengan kapasitas seribu kursi arena terbuka dan 500 kursi VIP, arena equestrian, dan groom dormitory (asrama perawat kuda). Venue ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas kesehatan untuk kuda. Mulai dari equine clinic hingga kandang isolasi telah dibangun.
Sementara itu, stables Arthayasa yang telah ditetapkan sebagai Instalasi Karantina Hewan oleh Badan Karantina Pertanian memiliki luas lahan 12 ha. "Fasilitas instalasi ini juga telah disesuaikan dengan aturan perkarantinaan guna menjamin hewan sehat dan aman dalam bertanding pada saatnya nanti," pungkas Amran.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan Badan Karantina Pertanian telah mengambil langkah untuk menjamin kesehatan kuda peserta asal luar negeri yang akan bertanding di Jakarta Equestrian Park, Pulomas.
“Persiapan mulai dilakukan di awal tahun 2018, yakni dengan meminta persetujuan instalasi dari Organisasi Kesehatan Dunia, OIE di Prancis,” kata Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja ke Jakarta Equestrian Park (JEP) di Pulomas, Jakarta bersama dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, Minggu (14/7/2018).
Terdata ada 130 ekor kuda yang dibawa oleh atlet dari 17 negara. Semuanya harus diperiksa karena berdasarkan catatan Kementan, ada tiga penyakit kuda yang belum ada di Indonesia dan harus diwaspadai yakni dourine, glanders, equine infectious anemia.
"Persiapan payung hukum, perlengkapan, dan sumber daya manusia (SDM) khususnya dokter hewan dan paramedik dari Badan Karantina Pertanian telah disiapkan untuk menjamin kesehatan kuda yang didatangkan para atlet," jelas Amran.
Saat ini Badan Karantina Pertanian serta Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian telah menetapkan Jakarta Equistrian Park (JEP) yang akan menjadi venue pacuan kuda sebagai Equine Disease Free Zone (EDFZ).
Sementara stables Arthayasa di Depok yang juga menjadi tempat karantina kuda peserta Asian Games ditetapkan oleh Badan Karantina Pertanian sebagai Registrered Animal Quarantine Installation (RAQI), sebagai tempat karantina hewan bagi kuda Non-European Approval, seperti India, China, dan lainnya.
"Untuk kuda asal negara Eropa dan negara di luar Eropa yang telah memiliki pengakuan European Approval dapat langsung menuju area balap kuda di Jakarta Equastrian Park," terang Amran.
Area balap kuda Jakarta Equestrian Park di Pulomas di Jakarta Timur merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan disebut menjadi arena bertaraf internasional pertama di Indonesia.
Dengan luas sekitar 30 hektare, terdiri dari empat bagian utama, yakni horse stables (kandang kuda), tribun penonton dengan kapasitas seribu kursi arena terbuka dan 500 kursi VIP, arena equestrian, dan groom dormitory (asrama perawat kuda). Venue ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas kesehatan untuk kuda. Mulai dari equine clinic hingga kandang isolasi telah dibangun.
Sementara itu, stables Arthayasa yang telah ditetapkan sebagai Instalasi Karantina Hewan oleh Badan Karantina Pertanian memiliki luas lahan 12 ha. "Fasilitas instalasi ini juga telah disesuaikan dengan aturan perkarantinaan guna menjamin hewan sehat dan aman dalam bertanding pada saatnya nanti," pungkas Amran.
(sha)