Tiga Kali Bikin Matthysse Cium Kanvas, Pacquiao: Saya Terkejut
Minggu, 15 Juli 2018 - 13:54 WIB
Tiga Kali Bikin Matthysse Cium Kanvas, Pacquiao: Saya Terkejut
A
A
A
KUALA LUMPUR - Manny Pacquiao tampil dominan saat mengalahkan juara bertahan Lucas Matthysse dengan KO di ronde ketujuh dari 12 ronde yang direncanakan. Petinju legendaris Filipina itu mengklaim gelar kelas welter WBA pada pertarungan di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (15/7/2018) pagi.
Pacquiao fokus dan terus melancarkan pukul sejak bel ronde pertama berbunyi. Didukung 15.000 penggemar di Axiata Arena, petinju berusia 39 tahun itu terus merangsek dan merobohkan Matthysse ke kanvas tiga kali secara total dengan serangkaian pukulan.
The Pacman -julukan Pacquiao- menjatuhkan lawannya untuk terakhir kalinya dengan pukulan keras yang brutal. Ini kemenangan pertama sang juara dunia delapan divisi berbeda itu sejak 2009, dan memperpanjang rekor kemenangan menjadi 60-7-2.
![Tiga Kali Bikin Matthysse Cium Kanvas, Pacquiao: Saya Terkejut]()
"Saya terkejut. Matthysse adalah lawan yang sangat tangguh," kata Pacquiao dalam wawancara pasca-laga. "Saya menjatuhkannya dan itu bonus karena bersabar dalam pertarungan, serta bekerja keras dalam latihan."
Menurut laporan Reuters, Pacquiao mengatur langkah awal, mencari-cari celah dan terus bergerak mengancam di sekitar ring. Dia menjatuhkan Matthysse untuk pertama kalinya di ronde ketiga dengan pukulan keras, dan memaksa pemain Argentina itu untuk bertahan.
Gagal mendapat keseimbangan saat pukulan combo Pacquiao, Matthysse (39-5-1) mencoba member perlawanan, namun justru berlutut di ujung ronde kelima ketika dia terlihat terguncang oleh hook kanan Pacquiao yang mendarat di pelipis.
![Tiga Kali Bikin Matthysse Cium Kanvas, Pacquiao: Saya Terkejut]()
Wasit Kenny Bayless menghentikan pertarungan setelah dua menit dan 43 detik pada ronde ketujuh ketika Matthysse tersungkir menyusul pukulan keras lainnya dan membuang pelindung mulutnya saat dia dihitung.
Kemenangan ini merupakan pertama setelah Pacquiao kehilangan gelar kelas welter WBO dari Jeff Horn di Brisbane, Australia, setahun lalu. Ini menjadi gelar dunia ke11 Pacquiao sepanjang kariernya yang luar biasa yang membuatnya menjadi pahlawan nasional di Filipina.![Tiga Kali Bikin Matthysse Cium Kanvas, Pacquiao: Saya Terkejut]()
Pacquiao fokus dan terus melancarkan pukul sejak bel ronde pertama berbunyi. Didukung 15.000 penggemar di Axiata Arena, petinju berusia 39 tahun itu terus merangsek dan merobohkan Matthysse ke kanvas tiga kali secara total dengan serangkaian pukulan.
The Pacman -julukan Pacquiao- menjatuhkan lawannya untuk terakhir kalinya dengan pukulan keras yang brutal. Ini kemenangan pertama sang juara dunia delapan divisi berbeda itu sejak 2009, dan memperpanjang rekor kemenangan menjadi 60-7-2.

"Saya terkejut. Matthysse adalah lawan yang sangat tangguh," kata Pacquiao dalam wawancara pasca-laga. "Saya menjatuhkannya dan itu bonus karena bersabar dalam pertarungan, serta bekerja keras dalam latihan."
Menurut laporan Reuters, Pacquiao mengatur langkah awal, mencari-cari celah dan terus bergerak mengancam di sekitar ring. Dia menjatuhkan Matthysse untuk pertama kalinya di ronde ketiga dengan pukulan keras, dan memaksa pemain Argentina itu untuk bertahan.
Gagal mendapat keseimbangan saat pukulan combo Pacquiao, Matthysse (39-5-1) mencoba member perlawanan, namun justru berlutut di ujung ronde kelima ketika dia terlihat terguncang oleh hook kanan Pacquiao yang mendarat di pelipis.

Wasit Kenny Bayless menghentikan pertarungan setelah dua menit dan 43 detik pada ronde ketujuh ketika Matthysse tersungkir menyusul pukulan keras lainnya dan membuang pelindung mulutnya saat dia dihitung.
Kemenangan ini merupakan pertama setelah Pacquiao kehilangan gelar kelas welter WBO dari Jeff Horn di Brisbane, Australia, setahun lalu. Ini menjadi gelar dunia ke11 Pacquiao sepanjang kariernya yang luar biasa yang membuatnya menjadi pahlawan nasional di Filipina.

(sha)